Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, 9 September 2014

Khalifah Ahmadiyah Menerima Penghargaan Perdamaian Dunia

Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, telah dianugerahi penghargaan dunia atas teladan kepemimpinan dan kontribusinya terhadap perdamaian dunia.
Penghargaan ini telah diberikan oleh Mr. Peter Lee dari Singapura, pada saat Pertemuan Tahunan Ahmadiyah (Jalsah Salanah) ke-48, Inggris, mewakili pemberi anugerah gelar perdamaian dunia dari Singapura, Dr Bhupendra Kumar Modi. BK. Modi merupakan pimpinan Spice Global, seorang konglomerat India yang berkantor pusat di Singapura. Ia diangkat oleh PBB sebagai KordinatorMillennium World Peace Summit untuk sub benua India. Modi menjadi warga negara Singapura pada tahun 2012 dan merupakan peringkat 23 Forbes orang terkaya Singapura.
Penghargaan tersebut juga diberikan serangkaian surat yang ditulis oleh Pimpinan Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, kepada para pemimpin dunia akan kebutuhan mewujudkan perdamaian dunia dan sebuah ceramah tentang hidup rukun secara damai dengan tema: "Tuhan di abad ke-21," pada Konferensi Dunia Agama-agama di Guildhall, London pada Selasa, 11 Februari, 2014.
Dalan Pertemuan tersebut, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin rohani Jamaah Muslim Ahmadiyah, menganjurkan pada hak-hak asasi manusia yang universal dan perdamaian dunia. Pesan perdamaian yang sama yang beliau sampaikan ke Parlemen Inggris, UK,  Capitol Hill, Amerika Serikat, dan Parlemen Eropa di Brussel.
Menurut beliau "dunia semakin terpecah dan resah dengan berbagai permusuhan dan konflik yang selalu muncul, terlepas dari semua pencapaian dan kemajuan di abad-abad sebelumnya. Perebutan supremasi kekuatan dunia dan lingkaran ekstremisme berpadu menciptakan malapetaka di dunia dan terus menjalar dari satu krisis kepada krisis yang lainnya. Di dalam skenario seperti itu, dimana kekuatan politik tidak berdaya, adakah sesuatu yang bisa ditawarkan oleh agama?
Agama, sering dituduh sebagai penyebab dan bukannya sebagai obat dari ketidakadilan dan kerusuhan, dan agama dianggap tidak mampu memberikan solusi yang jitu terhadap tantangan dunia modern yang kompleks. Jadi, bisakah agama merespon tantangan tersebut dan memungkinkan manusia-manusia untuk mencapai perdamaian di dunia saat ini? Dapatkah ia memberikan perdamaian yang diidamkan, yang dapat dicapai dan berkelanjutan? Bisakah agama menginspirasi kemajuan nyata di dunia yang nyata? Bisakah agama menawarkan harapan yang nyata?" Pemimpin Jamaah Ahmadiyah mengatakan.
Hazrat Masroor Ahmad juga menulis surat kepada para pemimpin dunia, mendesak mereka untuk benar-benar menerapkan keadilan sejati dan perdamaian dalam hubungan internasional untuk menghindari konflik regional yang bisa melanda seluruh dunia.
Dalam surat-surat tersebut tertulis "bangkitnya ateisme dan esktremisme agama nampaknya telah mengasingkan Tuhan dari kehidupan modern, tetapi masih terdapat suara-suara yang mendukung dengan kejelasan dan kepastian bahwa hanya dengan kembali kepada Allah dan ajaran-Nya manusia dapat benar-benar mengatasi akar penyebab yang merusak perdamaian dunia."
Pada tahun 2004, pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah meluncurkan Simposium Perdamaian Nasional Tahunan yang dihadiri oleh hampir seribu orang, termasuk para menteri, anggota parlemen, pemimpin agama, diplomat dan pejabat lainnya.
Pada tahun 2009, beliau meluncurkan Annual Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace. (Penghargaan Muslim Ahmadiyah untuk Kemajuan Perdamaian). Ini adalah sebuah penghargaan perdamaian internasional bagi para individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dan pengkhidmatan untuk menciptakan perdamaian dan kemanusiaan.
Pada tahun yang sama, beliau memulai kampanye perdamaian nasional yang diantaranya dengan mendistribusikan brosur-brosur yang mempromosikan pentingnya perdamaian melalui pemahaman yang benar. Di Inggris, brosur ini telah dibagikan ke empat juta rumah dan terus meningkat dari hari ke hari. Kampanye ini dilengkapi dengan kampanye kesadaran internasional yang menampilkan iklan di bus, billboard serta sejumlah besar simposium perdamaian lintas agama dan pameran-pameran Al-Qur'an.
Pada tahun 2012, saat ketegangan skala global yang terus meningkat, Beliau menulis serangkaian surat kepada para pemimpin dunia, menyerukan resolusi damai terhadap konflik dunia.
Beliau membukukan kampanye damai beliau yang berjudul, World Crisis and the Pathway to Peace, disana ia memperingatkan dunia akan bahaya yang mengancam dan bagaimana cara mencegahnya dan memetakan arah perdamaian.

Sumber: www.thegazellenews.com

( KAJ )

Tuesday, 17 June 2014

JALSAH SALANAH JEMAAT AHMADIYAH JERMAN KE-39 KARLSRUHE, JERMAN.

4 pidato disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad selama 3 hari penyelenggaraan.
Germany-JalsaSalana-2014-Day1-1
Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Jerman ke-39 diawali dengan Khutbah Jumat mengunggah keimanan Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah se-dunia Hazrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih V. Sesaat sebelum khutbah Huzoor mengibarkan bendera Jemaat Muslim Ahmadiyah sebagai peresmian dibukanya acara jalsah, sementara Amir Jemaat Jeman mengibarkan bendera negara Jerman.
Germany-JalsaSalana-2014-Day1-2
Sekitar 30.000 peserta dari puluhan negara diperkirakan menghadiri 3 hari acara dimana Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan 4 kali pidato, termasuk pidato dalam bahasa Inggris yang disampaikan dihadapan tamu kehormatan non ahmadi pada hari sabtu sore.

Selama khutbah jumat, Huzoor berbicara mengenai pentingnya Jalsah, lembaga yang dimulai oleh pendiri Jemaat Ahmadiyah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani.
Germany-JalsaSalana-2014-Day1-3
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Dengan karunia Allah, setiap tahun peserta Jalsah Salanah terus meningkat dan ini memang seharusnya karena Masih Mau'ud berulang kali menekankan pengikutnya untuk ambil bagian dalam acara ini."

Yang mulia Khalifah mengatakan adalah fakta bahwa mereka dapat menyelenggarakan Jalsah Salanah di Jerman sebagai karunia besar lebih dari 30 tahun Ahmadi muslim di Pakistan telah kehilangan hak ini karena hukum perundang-undangan yang langsung ditujukan kepada Jemaat Ahmadiya di negara Pakistan.
Germany-JalsaSalana-2014-Day1-4
Berbicara mengenai kesulitan yang dihadapi Jemaat Muslim Ahmadiyah di Pakistan, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Saat saya bertemu dengan tamu ahmadi dari Pakistan mereka menjadi larut dalam emosional dan memohon doa agar sesegera mungkin di negaranya dapat menyelenggarakan Jalsah Salanah kembali. Dan saya mengatakan kembali kepada tamu ahmadi dari Pakistan jika mereka ingin terbebas dari belenggu ujian yang mereka hadapi harus bersujud dalam doa dihadapan Tuhan Yang Maha Perkasa"

Yang mulia Khalifah mengatakan setiap ahmadi harus menggunakan 3 hari Jalsah untuk meningkatkan ruhani mereka dan setelah Jalsah mereka harus berusaha membuat perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad juga menarik perhatian kepda Jemaat Ahmadiyah di Jerman mengenai pentingnya melayani tamu. Beliau mengatakan bahwa keramahan terahadap tamu berulang kali ditekankan oleh Hazrat Masih Mau'ud as.

Hazrat Khalifah menutup khutbah dengan doa untuk kesuksesan jalannya Jalsah

Berbicara setelah Khutbah Jumat beberapa ahmadi berbicara perasaan mereka dalam menikmati jalsah salanah.

Sadiq Ahmad Butt (24) dari Jerman mengatakan:

"Saya dapat segera merasakan suasana keruhanian. Kami hanya ingin Khalifah kami melihat kami dan berdoa di sampingnya. Sementara di Jalsh saya merasakan seolah saya tengah berada di dunia yang berbeda."
Toheeb Ajibola (23) dari Nigeria mengatakan:

"Ini adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk berkumpul bersama, untuk berdoa bersama dibelakang khalifah dan kita bersatu menjadi satu keluarga. Dan melihat persatuan ini membuat keimanan kita semakin bertambah kokoh."

Naseer Ahmad (35) dari Jeman mentakan:

"Saya berjanji atas Khalifah bahwa saya akan berusaha untuk membuat segala hal baik yang didapat selama jalsah sebuah bagian abadi dalam hidup saya."

Sebelumnya, yang mulia Khalifah sempat diwawancarai oleh seorang wartawan lokal. Yang mulia Khalifah menyampaikan kepada wartawan bahwa tujuannya adalah "meningkatkan tingkat keruhanian" dari setiap anggota Jemaat Ahmadiyah.
Germany-JalsaSalana-2014-Day1-5
Sumber: Press Secretary AMJ International alislam.org/e/2981

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: 020 8544 7678 Email: press@amjinternational.org
Twitter: @AhmadiyyatIslam

KHALIFAH AHMADIYAH: KHILAFAT SEJATI ADALAH PEMIMPIN RUHANI & TIDAK BERKEPENTINGAN DALAM KEKUASAAN PEMERINTAHAN.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidato kepada tamu non ahmadi di hari kedua Jalsah Salanah Jerman
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-1
Pada hari Sabtu 13 Juni 2014, Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah Khalifatul Masih V Hazrat Mirza Masroor Ahmad menekankan sifat sejati dari khilafat selama berpidato di hadapan 1000 tamu non ahmadi di hari kedua Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Jerman ke-39. Huzoor juga menggunakan kesempatan pidatonya untuk membantah klaim bahwa Islam menganjurkan kekerasan atau extremisme ditingkat apapun.
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-2
"Saat ini lembaga Khilafat - adalah lembaga ruhani yang di jalankan oleh Jemaat Ahmadiyah - menjaga agar ajaran sejati islam tetap hidup."

Lebih lanjut Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Khilafat Jemaat Ahmadiyah tidak akan pernah meninggalkan inti ajaran Islam tentang pemenuhan hak-hak kepada Tuhan dan umat manusia. Hari ini, lembaga khilafat berjuang untuk perdamian disetiap jalan yang memungkinkan dan menyebarkan Cinta dan kasih sayang ke seluruh dunia."
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-3
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Saya tegaskan supaya jelas bahwa lembaga Khilafat yang dijalankan Jemaat Ahmadiyah tidak memiliki kepentingan dalam kekuasaan dan atau pemerintahan. Yakinlah bahwa Khilafat sejati tidak memiliki tujuan duniawi atau politik. Satu-satunya pusat perhatian dari Khilafat Ahmadiyah adalah agar umat manusia di dunia datang untuk mengenali Sang Pencipta dan sujud dihadapan Tuhan Yang Maha Esa."

Yang mulia Khalifah juga berbicara hubungan antara muslim ahmadi dengan khalifahnya. Beliau mengatakan karena hubungan unik inilah seluruh ahmadi bersatu padu dan asyik menyebarkan pesan Islam tentang perdamaian diseluruh dunia.
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-4
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Anda sekalian melihat dengan mata sendiri didalam ruangan ini ada ribuan pria dan wanita yang benar-benar melekat pada khilafat dan melalui ikatan ruhani yang tidak dapat dipecahkan ini mereka bersatu padu secara sempurna. Mereka berbicara hanya mengenai bagaimana menyebarkan cinta dan kasih sayang dan bagaimana memenuhi hak-hak kemanusiaan.

Yang mulia Khalifah mengatakan Islam adalah agama damai dan kasih dan setiap ahmadi mengikuti nilai-nilai yang benar ini. Beliau mengatakan pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah berulang kali menekankan kepada pengikutnya untuk memperlihatkan simpati terhadap umat manusia.
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-5
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengutip inti sari tulisan Hazrat Masih Mau'ud yang mengatakan:

"Ada dua bagian Keimanan, pertama untuk mencintai Tuhan dan bagian lainnya adalah mencintai umat manusia sedemikian rupa hingga turut merasakan sendiri penderitaan dan cobaan mereka dan berdoa untuk mereka"

Berbicara mengenai ajaran Islam dalam kaitan dengan kesetaraan, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Islam mengajarkan umat Islam untuk kemerdekaan setiap insan dan setiap negeri dari segala bentuk perbudakan dan penghambaan - terlepas apakah itu perbudakan secara fisik, ekonomi maupun sosial. Islam mengajarkan kita bahwa setiap orang adalah setara dan suku atau warna kulit bukanlah menunjukan status keunggulan."

Yang mulia Khalifat menutup pidato dengan seruan untuk persatuan dan mempromosikan nilai-nilai umum.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Alih-alih daripada saling menunjuk satu sama lain dan saling menyakiti perasaan, kita harus bersatu sebagai kesatuan dan bekerja bersama menuju kemajuan bangsa dan meuju terwujudnya perdamaian dunia.'

Berbagai tokoh juga menyampaikan pesan dalam Jalsah Salanah. Mereka memuji Jemaat Muslim Ahmadiyah atas komitmennya dalam perdamian dan kemerdekaan berkeyakinan.

Sebelumnya di hari itu, Yang mulia Khalifat berpidato langsung dihadapan anggota Lajnah Imaillah dimana beliau menasihati mereka dalam hal kesederhanaan disetiap aspek kehidupan dan  pentingnya pendidiikan akhlak bagi setiap anak-anak mereka.
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-6
Germany-JalsaSalana-2014-Day2-7
sumber : Press Realese: alsilam.org alislam.org/e/2988
22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: 020 8544 7678 Email: press@amjinternational.org
Twitter: @AhmadiyyatIslam



Friday, 6 June 2014

Batu Fondasi untuk Masjid Baru Diletakan oleh Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah

Hazrat Mirza Masroor Ahmad meletaka batu fondasi untuk Masjid Mubarak di Wiesbaden, Jerman.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad saat meletakan batu fondasi untuk Masjid Wiesbaden, Jerman.
Jemaat Muslim Ahmadiyah dengan bangga mengumumkan bahwa pada tanggal 4 juni 2014 yang mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah Khalifatul Masih V, meletakan batu fondasi untuk Masjid Ahmadiyah pertama di kota yang bersejarah Wiesbaden. Yang Mulia Khalifah menamakan Masjid "Masjid Mubarak" (Masjid keberkatan)
Lebih dari 400 tamu menghadiri upacara tersebut termasuk tokoh Hans Peter Schickel, Wakil Presiden Parlemen Kota Wiesbaden dan Joseph Dreiseitel, Sekertaris Kementrian urusan negara dan integrasi sosial Parlemen negara bagian Hesssen.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) bersama Lord Mayor Sven Gerich

Setibanya di Wiesbaden, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut hangat oleh Ketua Dewan Kota, Sven Gerich
Sesi formal diawali dengan sambutan oleh Abdullah Wagishauser, Amir Jemaat Ahmadiyah Jerman. Beliau menyampaikan bahwa Jemaat Ahmadiyah di Wiesbaden telah berdiri sejak tahun 1990 dan telah mencari lokasi yang tepat untuk mebangun Masjid lebih dari dua dekade.

Setelah itu para pejabat berdiri ke panggung untuk mengucapkan selamat kepada Jemaat Muslim Ahmadiyah
Hans Peter-Schickel, Wakil Presiden Deputi Kota mengatakan:

"Jemaat Muslim Ahmadiyah terus melayani masyarakat setempat dengan cara yang sangat baik. Anda semua selalu membuat jelas bahwa Islam adalah agama perdamaian dan melawan segala bentuk ekstrimisme."
Joseph Dreiseitel, Sekretaris Menteri Negara Urusan Sosial & Integrasi, Hessen Parlemen Negara mengatakan:

"Saya sangat senang dapat menghadiri acara yang sangat selaras ini dan ingin menyampaikan ucapan selamat kepada anda semua..Saya sangat yakin bahwa dari Masjid ini perdamian akan menyebar ke seluruh dunia." 

Pembicara utama kemudian disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad yang menyampaikan adalah penting semua orang dari semua agama dan dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan dalam damai dan harmoni dan itu adalah pesan dan keyakinan dari Jemaat Muslim Ahmadiyah

Yang Mulia Khalifah menambahkan itu telah menjadi tanggung jawab anggota muslim ahmadi setempat untuk menanggapi kekhawatiran dan kekeliruan tentang Islam diantara masyarakat setempat dengan memperlihatkan ajaran yang benar dan penuh kedamaian.
Yang Mulia Khalifah mengatakan bahwa cara untuk memenagkan hati seseorang adalah melalui cinta dan kasih sayang.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Kami Muslim Ahmadi tidak membenci siapapun, tetapi untuk mereka yang menentang atau membenci kita, kita tanggapi hanya dengan cinta dan doa karena itulah yang Al Quran ajarakan."
Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah sedunia dan penerus kelima dari Al Masih yang dijanjikan dan Imam Mahdi, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani (as)
Pesan kepada tamu non ahmadi. Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Setelah hari ini mendengar pesan kami, saya memohon hadirin sekalian untuk membantu kami untuk meyakinkan yang lainnya yang mungkin masih ragu dengan ajaran Islam"

Berbicara mengenai Masjid baru, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
"Ketika Masjid ini dibangun anda akan menyaksikan bahwa Masjid sejati tidak untuk dijadikan tempat menyebarkan kejahatan dan kebencian, melainkan hanya untuk menyebarkan perdamian, cinta kasih dan persatuan di seluruh dunia."

Wiesbaden merupakan kota yang terkenal dengan sumber air panasnya, salah seorang tamu sebelumnya menyajikan kepada Yang mulia Khalifah sebuah kendi air lokal. Mengomentari hadiah ini Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatkan:
"Air adalah tanda kehidupan dan karena kami telah meneguk air surgawi yang diberikan oleh Hazrat Masih Mau'ud kami sebagai Ahmadi Muslim termotivasi untuk menyebarkan perdamaian, cinta dan cahaya ruhani ke seluruh penjuru dunia."Following his address, Hazrat Mirza Masroor Ahmad laid the foundation stone for the Mubarak Mosque.
Setelah menyampaikan pidatonya Hazrat Mirza Masroor Ahmad meletakan batu pertama untuk fondasi pembangunan Masjid Mubarak
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Wiesbaden, Jerman oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad  4 Juni 2014.
Yang terhormat istri dari Yang mulia Khalifah, Hazrat Amatul Sabooh Begum juga meletakan batu fondasi dan setelah itu beberapa pejabat lokal, nasional dan pusat muslim ahmadi juga turut meletakan batu fondasi. Tiga orang pejabat non ahmadi yang menjadi tamu kehormatan turut mendapat kehormatan untuk meletakan batu fondasi.
Acara peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad.
Sebelum meninggalkan lokasi acara Yang mulia Khalifah membagikan coklat bagi anak ahmadi muslim setempat.
Info lebih lanjut: Media@pressahmadiyya.com

Thursday, 29 May 2014

IMAM JEMAAT MUSLIM AHMADIYAH MENYAMPAIKAN PESAN KHUSUS DALAM ACARA HARI KHILAFAT

Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad V, Menyampaikan pesan khusus kepada anggota Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia dalam siaran langsung program berbahasa Arab MTA Internasional pada tanggal 27 mei 2014.
Program ini dipandu oleh Muhammad Sharif Odeh, merayakan hari khilafat yang ke-106 tahun. Air mata tampak menetes dari mata pemandu acara dengan hadirnya keberkatan atas kehadiran khalifah dalam program acara tersebut.
Dalam pesannya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa sejarah membuktikan bahwa Khilafat yang dipimpin oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah telah ditolong oleh Tuhan yang Maha Gagah Perkasa.
Beliau mengatakan Khilafat Ahmadiyah telah ambil bagian dalam melanjutkan misi Masih Mau'ud Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan damai ke seluruh bagian dunia.
Selama wawancara, Yang Mulia Khalifah berbicara mengenai status Masih Mau'ud yang telah datang tunduk kepada pendiri Islam, Nabi Suci Muhammad SAW.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad Mengatakan:
"Nabi Muhammad SAW kedatanganya untuk seluruh dunia, untuk seluruh masa dan untuk seluruh tempat untuk menghilangkan penyakit dan kesalahan dunia dan segala jenis ketidakpatuhan.
dan berdasarkan nubuatan besar Nabi Muhammad SAW di masa kini, Allah Yang Maha Kuasa telah mengutus Masih Mau'ud untuk patuh kepada Nabi Muhammad SAW. Menjadi hamba Nabi Suci (SAW), tugasnya juga untuk menghapus semua kesalahan dan ia juga diutus untuk semua masa, untuk seluruh dunia hingga akhir masa."
Yang Mulia Khalifah mengatakan semenjak kewafatan Masih yang dijanjikan pada tahun 1908 tugas Hadhrat Masih Mau'ud dipegang oleh Lembaga Khilafat.
Berbicara mengenai kemajuan dan pelayanan Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan telah menerjemahkan Al Quran kedalam lebih dari 70 bahasa dan setiap tahunnya ratusan orang bergabung kedalam Jemaat.
Mengingat keterbatasan sumber daya, Yang Mulia Khalifah mengatakan bahwa karena atas pertolongan Allah Jemaat Ahmadiyah telah mampu berkembang dan menyebar dengan sukses ke seluruh dunia.
Yang Mulia Khalifah mengatakan dimanapun dan kapanpun ia memiliki kesempatan untuk berceramah kepada pemimpin dunia atau non ahmadi lainnya mengenai ajaran Islam beliau senantiasa menasehati pendengarnya mengenai keadilan, kesetaraan dan kejujuran di semua tingkatan.
Yang Mulia Khalifah mengatakan dengan kehadiran MTA Internasional, anggota Jemaat muslim Ahmadiyah di seluruh dunia dapat mendengar langsung pesan dari Khalifah dan melalui media ini ikatan ruhani yang menyatukan Muslim Ahmadi semakin kuat mengakar.
Yang Mulia Khalifah mengakhiri pesannya dengan mendoakan bagi semua Ahmadi muslim agar memahami tanggung jawab mereka menyebarkan ajaran Islam yang sesungguhnya dan yang penuh kedamaian. Yang Mulia Khalifah juga menyampaikan pesan ucapan selamat kepada Muslim Ahmadi dalam kesempatan hari Khilfat.
Setelah pesan khusus Khalifah, muslim Ahmadi yang berbahasa arab dari beberapa negara mendapat kesempatan menelepon dalam program acara dan menyampaikan salam kepada khalifah yang dibalas khusus oleh Khalifah.
Semua penelepon berbicara penuh dengan emosi keharuan karena telah mendapat kesempatan untuk berkomunikasi dengan Khalifah, setiap muslim ahmadi percaya telah ditetap oleh Illahi.
Program khusus hadir setelah lebih dari 2 bulan sebelumnya Yang Mulia Khalifah menyampaikan pidato pertama berbahasa arab yang disiarkan oleh televisi dalam kesempatan Hari Masih Mau'ud atau hari berdirinya Jemaat Ahmadiyah yang ke-125 tahun.
MEDIA CENTER PRIANGAN TIMUR

Saturday, 17 May 2014

Jemaat Ahmadiyah Luncurkan Website Baru

Jemaat Ahmadiyah Internasional meluncurkan website baru 'PressAhmadiyya'. Web ini mereprsentatifkan Jemaat Ahmadiyah secara Internasional. Pengunjung web akan mendapatkan menu informasi press release resmi dari Jemaat Ahmadiya Internasional serta tindakan presekusi yang menimpa Jemaat Ahmadiyah diseluruh dunia. Di halaman lainnya kegiatan amal kemanusiaan Jemaat ahmadiyah ditampilkan dengan menu khusus sebagai informasi bagi pembaca.
Web Press Ahmadiyya dapat dikunjungi melalui alamat: http://www.pressahmadiyya.com/
Untuk menghubungi pengelola situs pembaca dapat menghubungi kontak info yang tedapat pada laman web tersebut seperti yang tercantum yaitu:

Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office
22 Deer Park Road
London, SW19 3TL, UK
TEL: (44) 0208 5447678
EMAIL: media@pressahmadiyya.com