Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Lajnah. Show all posts
Showing posts with label Lajnah. Show all posts

Tuesday, 25 August 2015

Kemerdekaan Bersama Lajnah Imaillah Garut

Kemerdekaan dapat di artikan di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya, di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi. 


Dan sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 bangsa kita sudah tidak terkena atau lepas dari tuntutan penjajah negara lain. 

Dalam memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia, Lajnah se-daerah Garut mengadakan kegiatan perlombaan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2015 di lapang Ngamplang-Garut. 


Acara ini di hadiri oleh Li 107 orang, Nasirat 42 orang, Banat 7 orang, Mubaligh 3 orang, Anshor 8 orang, Khudam 10 orang, Athfal 36 orang, dan Simpatisan 3 orang. Total yang hadir keseluruhan mencakup 224 orang. Acara ini dibuka oleh Ketua Daerah Li Garut Ny. Euis D. Jubaedah dan di mulai dengan do’a oleh Mln. Yoesnepil.

Adapun perlombaan yang dilaksanakan yaitu Bakiak Cross, Balap Karung, Balap Kerupuk, Karet Berantai, Duel Balon. 

Perlombaan berjalan dengan tertib dan sangat ramai, walaupun terdapat beberapa rintangan yang dirasakan oleh para peserta saat melaksanakan lomba baik yang Tua maupun Muda, namun tidak memecahkan semangat mereka untuk senantiasa berpartisipasi memeriahkan acara Kemerdekaan ini. 

Setelah acara perlombaan selesai dipenghujung acara ini yaitu saatnya pembagian hadiah untuk para pahlawan perlombaan dan di tutup dengan do’a oleh Mln. Tatep Wahyu.

Amatul Hafiz 



Thursday, 20 August 2015

Peringatan HUT RI ke-70 Athfal & Nashirat Ahmadiyah Tasikmalaya

Oleh: Nusrat Amatul Majid
Minggu 16 Agustus 2015, Nasirat dan Athfal Tasikmalaya telah mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-70. Kegiatan dilakukan di Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya, jalan Nagarawangi kota Tasikmalaya yang diikuti athfal, nashirat, dan LI.

athfal-nashirat-ahmadiyah-tasikmalaya

Pukul 08.30 WIB, kegiatan di buka oleh Wakil Ketua LI Tasikmalaya, Ibu Iis Ibnu. Tak lupa sambutan diberikan oleh Bapak Mubaligh Wilayah Jabar 7, Mln. Hj. Syaiful Uyun.

“Kemerdekaan adalah anugerah dan juga nikmat dari Ilahi. Bangsa Indonesia harus mensyukuri nikmat kemerdekaan, dengan cara mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita kemerdekaan”, ucap Bapak Syaiful Uyun. “Kita, Ahmadiyah mempunyai tanggung-jawab moral merawat keutuhan NKRI dan merawat kebhinekaan bangsa Indonesia”, lanjut beliau. Doa pembuka yang menjadi akhir dari acara pembuka dipimpin oleh Bapak Mubaligh Wilayah.

Acara dilanjut dengan perlombaan kemerdekaan. Perlombaaan makan kerupuk, kelereng, dan memasukan benang ke dalam jarum menjadi lomba pembuka yang diikuti nashirat dan athfal. Selain itu lomba pecah balon dan memasukan bola ke dalam keranjang diikuti oleh Ibu-ibu Lajnah. Antusias terpancar dari raut wajah para peserta. Perlombaan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB, dengan galah menjadi lomba terakhir.
anak-anak-ahmadiyah-tasrikmalaya-hut-ri

Kegiatan kembali dilanjutkan setelah shalat dhuhur. Makan siang bersama, kemudian pembagian hadiah kejuaraan. Pembacaan kejuaraan dibacakan oleh Ibu Iis Ibnu. Satu persatu sang juara dipanggil untuk mendapatkan hadiah. Selain kejuaraan perlombaan kemerdekaan, terdapat pula kejuaraan hasil karya ilmiah yang diikuti adek-adek nashirat dan athfal.

Selesai dengan pembagian hadiah kejuaraan. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Bapak Mubaligh Wilayah. Sebelum doa, beliau menyampaikan sekilas kisah mengenai W.R Supratman sang pencipta lagu “Indonesia Raya” yang dahulu beliau pernah sempat aktif dalam kegiatan Jemaat Ahmadiyah. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan. Disamping untuk hiburan juga dapat menumbuhkan rasa cinta kebangsaan kepada generasi muda Indonesia.




Thursday, 9 July 2015

AMSA & MKA Tasikmalaya : Berbagi Di Bulan Suci

Selasa 7 Juli 2015 hari ke-20 Ramadhan AMSA & MKA Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam bagi takjil gratis bersama Komponen Lintas Iman Tasikmalaya (Kompas Iman).
Bagi Takjil Gratis Kompas Iman
Bertempat di bundaran Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya yang melewati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, acara yang dimulai menjelang Maghrib ini mendapat sambutan positif hanya dalam waktu 30 menit paket terdistribusikan dimana kebanyakan yang menerima adalah masyarakat kecil seperti Tukang Becak, pedagang kecil kaki lima dan masyarakat yang tengah beraktivitas di Masjid Agung  dan sedang melewati perempatan jalan depan Masjid Agung.

MKA & AMSA Tasikmalaya bersama Kompas IMan
Kompas Iman sendiri merupakan kelompok komponen pemuda Lintas Agama yang ada di Tasikmalaya dimana selain AMSA dan MKAI dari Jemaat Ahmadiyah ada pula PMII salah satu Organisasi kemahasiswaan NU, Pers Mahasiswa Universitas Siliwangi, Gereja Bethel, Komisariat UNSIL, Hima HMS UNSIL dan banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam wadah ini. 

Rifqi Taufiq Sidqi penggagas Kompas Iman Tasikmalaya menyampaikan bahwa acara bagi takjil tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan Kompas Iman dalam mengkampanyekan keragaman di Kota Tasikmalaya. "Kegiatan ini memberikan satu cerminana bagimana harusnya memberi contoh membangun keragaman/toleransi tidak hanya sebatas lingkup wacana, namun harus dipraktekan dalam bentuk aksi nyata" Ujar Aktivis PMII Kota Tasikmalaya saat diwawancarai. "Kegiatan ini memberi contoh bagaiman kami bersama-sama dengan komunitas agama yang berbeda latar belakang bersama-sama bagi takjil." Lanjut pria yang turut hadir pada Jalsah di Krucil Jawa Tengah akhir Mei 2015 lalu.
Komponen Lintas Iman Kota Tasikmalaya
Jhonson tokoh muda dari Gereja Bethel salah seorang yang turut dalam kegiatan tersebut mengatakan "Sangat setuju dengan kegiatan ini semoga jadi kegiatan rutin tidak hanya pada saat moment lebaran kegiatan ini diadakan namun juga pada kegiatan agama yang lain." pria berbadan tegap yang aktif bersama Jaringan Gusdurian ini menambahkan "Semangat Gusdurian, Semangat Pluralisme harus menjadi gaya hidup anak bangsa."

Ketua Panitia Pelaksana Asep Rifa'i dari PMII Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kampanye plurarisme yang dituangkan dalam bagi takjil, panitia dalam hal ini Kompas Iman yang terdiri pemuda lintas agama setelah kegiatan bagi takjil berlanjut pada buka bersama. "Masih banyak warga yang meminta kedepan kita akan rencanakan lagi untuk kegiatan seperti ini." ungkap Asep Rifai.

 - Doni Sutriana -
Panitia Tajil Gratis Kompas Iman

Thursday, 2 July 2015

Kelas Tarbiyat 2015 : 3 Wilayah 2 Lokasi 1 Semangat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Citeguh - Di bulan ramadhan 1436 H ini Jemaat Ahmadiyah gabungan tiga wilayah besar di Jawas Barat mengadakan kegiatan pesantren ramadhan atau yang lebih dikenal dengan nama Kelas Tarbiyat bagi anak-anak usia Sekolah Dasar kelas 4 hingga mahasiswa. Acara ini diadakan selama seminggu penuh di dua lokasi yang berdekatan yaitu Jemaat Wanasigra dan Jemaat Nagrak yang sama-sama berada di Desa Tenjowaringin.

Kelas Tarbiyat yang dimulai pada hari Senin, 22 Juni 2015 ini diikuti oleh 716 peserta dari wilayah Jabar 5 (Priangan Barat), Jabar 6 (Garut), dan Jabar 7 (Priangan Timur). Selama satu minggu penuh para peserta dibimbing serta diberikan tarbiyat secara khusus. Peserta dibagi ke dalam 4 tingkatan kelas. Karena cukup banyak peserta masing-masing tingkatan dibagi lagi dalam beberapa ruangan. Peserta putra dibagi ke dalam 11 ruangan di Jemaat Wanasigra dan peserta putri 13 ruangan di Jemaat Nagrak.


Setiap harinya para peserta memasuki kelas untuk menerima pelajaran mulai pukul 8 pagi. Pelajaran yang diterima oleh mereka diantaranya yaitu Akhlak Fadhilah, Fiqh, Aqidah, Ilmu Kalam, serta Tarikh Islam dan Ahmadiyah. Kelas Ta’lim ini dilaksanakan hingga pukul 12 siang yang bertepatan dengan waktu Sholat Zuhur.  Watu ba’da Zuhur hingga menjelang magrib diisi dengan berbagai aktivitas seperti perlombaan-perlombaan rohani, games, serta evaluasi yang dilaksanakan oleh para mentor. Malam hari tidak ada kegiatan khusus karena para peserta harus mengikuti sholat tarawih berjama’ah. Kegiatan lain yang rutin dilaksanakan pada kesempatan ini adalah tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan per hizeb setiap selesai melaksanakan Sholat Subuh.
 
Di sela-sela kegiatan kelas tarbiyat ini pun sempat dilaksanakan seminar Rishta Nata yang mengikut sertakan para peserta Khuddam dan Lajnah. Kegiatan yang dibimbing oleh para Muballighin ini menekankan kepada para anggota Khuddam dan Lajnah akan pentingnya pernikahan sesama muslim Ahmadi. Pertemuan ini meningkatkan antusias para peserta karena topik yang diangkat sangat erat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
 
Akhirnya pada hari Minggu, 28 Juni 2015 “kemah rohani” para pemuda Ahmadiyah ini ditutup dengan tanya jawab berhadiah yang dipandu oleh para panitia, muballighin, dan pengajar serta pembagian hadiah bagi para juara kelas dan pemenang perlombaan-perlombaan selama Kelas Tarbiyat ini berlangsung. Diharapkan setelah kelas tarbiyat ini timbul kecintaan yang lebih mendalam pada generasi penerus Jemaat Ahmadiyah khususnya di tiga wilayah di Jawa Barat ini.

Thursday, 28 May 2015

Liburan Rohani Lajnah dan Nashirat Kota Intan


Dilaporkan oleh : Adinda Firdhausya Z

Garut - Hari Libur Nasional, 14 Mei 2015 dimanfaatkan oleh Lajnah dan Nashirat di Kota yang berjuluk Kota Intan ini untuk mengadakan Ijtima Daerah. Sebanyak 10 Cabang yang ada di Kota Garut dapat melaksanakan Ijtima Lajnah dan Nashirat dengan lancar dan sukses.

Dihadiri oleh tamu dari PPLI yaitu, Ibu Nisa Ma’ala & Ibu Wati, acara ini dimulai pada pukul 09.00 wib. Perwakilan PPLI menyampaikan beberapa amanat Sadr LI dan beberapa oleh-oleh dari tamu utusan pusat, Mia Abdus Shamad, diantaranya; memperhatikan tarbiyat untuk anak-anak kecil yaitu utamanya Shalat Berjama’ah, Shalat Jumat juga harus ditingkatkan, Menggalakan program Al-Wasiyat, terutama pelajar dan mahasiswa. Membiasakan menonton MTA, terutama Khutbah Jumat Live, Selalu menjalin hubungan baik dengan Allah Ta’ala dan manusia, Mengkhidmati orang miskin dan membiasakan anak-anak menulis surat kepada Huzur.

Tema yang diusung kali ini adalah, “Tarbiyat Keluarga Sarana Membentuk Insan Bertaqwa.” Materi yang disampaikan pun meliputi pendidikan anak dalam keluarga, pendidikan terhadap orangtua beserta beberapa resume khutbah Huzur mengenai introspeksi diri. Acara dibagi menjadi dua bagian, acara evaluasi laporan dan lomba-lomba.Untuk ibu-ibu pengurus, disediakan sesi evaluasi laporan per bidang yang dipandu oleh utusan-utusan PPLI.

Beberapa lomba yang menghiasi Ijtima Daerah menambah ramainya suasana acara ini. Untuk Lajnah disediakan lomba Pidato dan lomba MTQ. Adapula perlombaan Pidato, MTQ & lomba membaca syair untuk anak-anak Nashirat. Sedangkan untuk peserta Athfal, Banath dan Abna panitia menyuguhkan lomba mewarnai.

Acara yang berakhir dengan pembagian hadiah ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Nisa Ma’ala kurang lebih pada pukul 03.00 wib.
Sesuai dengan data yang ada, yaitu; 254 orang LI, 83 orang NAI, 53 orang Banath, 54 orang Athfal & Abna,2 orang tamu PPLI, 19 orang kaum Bapak (termasuk Muballigh 3 orang) yang semuanya berjumlah 458 orang telah berpartisipasi dalam Pengkhidmatan ini.

Harapan dan doa kami, semoga acara Ijda kali ini yang menitik-beratkan kepada Tarbiyat Keluarga, dapat menjadikan Ibu dan calon-calon ibu yang hadir dapat membentuk insan-insan yang bermanfaat dalam perkembangan Jemaat yang kita cintai ini. Aamiin



Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Friday, 23 January 2015

Donor Darah Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya telah mengadakan donor darah dalam memperingati Maulid Nabi.
donor-darah-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Jumat 23 Januari 2015 sebanyak 53 labu darah terambil dalam kegiatan donor darah yang baru pertama kali kembali diadakan oleh Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya secara mandiri, sebelumnya kegiatan donor darah selalu bergabung dengan instansi atau LSM lain yang mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh anggota Jemaat Ahmadiyah yang berada di daerah Tasikmalaya yaitu dari Singaparna, Kawalu, Sukapura, Cigunung, Indihiang dan Tasikmalaya sendiri sebagai tuan rumah. Anshar Wilayah menjadi panitia penyelenggara kegiatan ini.

Anggota Jemaat Ahmadiyah yang menjadi peserta terdiri dari berbagai usia baik kaum laki-laki maupun kaum permpuan dari usia minimal sampai mereka yang beusia dibatas maksimal darahnya dapat diambil hadir dalam kegiatan ini. Peserta termuda masih duduk di kelas 2 SMA yang merupakan donor pertamanya dan berhasil diambil oleh petugas PMI UPTD Tasikmalaya.
donor-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Keterangan dari Ade Al Mahdi anggota Ansharullah yang menjadi panitia kegiatan ini menyatakan jumlah yang hadir 85 orang dan darah yang terambil 53 orang, sedikitnya jumlah ini dikarenakan banyak anggota pendonor aktif yang telah diambil sebelumnya karena diminta oleh yang memerlukan darah seperti oleh anggota keluargan yang salah satu anggota keluarganya menderita thalasemia dan yang lainnya banyak yang jadwal donornya telah lebih dulu. Beberapa fakor tidak terambil dikarenakan calon pendonor tidak memenuhi syarat diantaranya usia diatas 60 tahun, tekanan darahnya tinggi, Hb darahnya tidak memungkinkan dan kaum perempuan dikarenakan mereka baru saja dalam masa haid yang dibatasi minimal 1 minggu baru bisa melakukan donor darah.

Salah seorang petugas dari PMI yaitu Yuli mengatakan "Usia minimal untuk donor adalah 17 tahun dan berat badan 45 kg, kadar Hb harus berkisar 12-19. Bila diatas itu darah diambil tapi tidak digunakan untuk donor, dibuang dan itu untuk memperbaiki darah yang terlalu kental dari calon pendonor" beliau menganjurkan agar mereka yang darahnya mendekati skala 19 untuk rutin berdonor demi kesehatannya. Yuli menambahkan "Agar darah bisa diambil istirahat yang cukup tidur harus diatas 5 jam dan banyak makan sayuran dan daging ati sebagai penambah darah." saat ditanya manfaat donor Yuli menjawab "Donor darah itu kalau dalam kendaraan seperti ganti oli yang harus rutin dilakukan agar kendaraan mesinnya baik, berdonor baik bagi sirkulasi darah kita."
jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Dindin Sarifudin salah seorang anggota Ansharullah saat dimintai keterangan menyampaikan "Pihak PMI menyambut baik kegiatan donor darah ini dan menganjurkan agar kegiatan rutin dilakukan" sementara dari keterangan seorang anggota Lajnah Imaillah Kawalu, Ranti Rahimah menyampaikan secara panjang lebar "Ada yang datang meminta darah Golongan A untuk keluarganya yang menderita thalasemia, saat ke PMI ia dianjurkan datang ke kegiatan donor darah Jemaat Ahmadiyah, ia datang sendiri untuk meminta darah yang diinginkan. Ia sangat kagum dengan kebaikan orang ahmadiyah dan baru mengetahui di kota Tasikmalaya ada juga ahmadiyah yang mendonor darah, sebelumnya ia hanya tahu kalau kebanyakan sumber darah berasal dari pendonor anggota Jemaat Ahmadiyah yang berasal dari desa Tenjowaringin."

Ketua Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi dan akan rutin dilakukan selanjutnya sekaligus untuk memberdayakan Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya yang cukup megah dengan kegiatan yang bermanfaat. Ditemui ditempat terpisah Mubaligh Wilayah Jemaat Ahmadiyah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang turut pula mendonorkan darahnya menyampaikan. Bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk Anggota Jemaat Ahmadiyah, beliau mengharapkan semua elemen warga masyarakat dapat ambil bagian menjadi pendonor minimal warga masyarakat yang berada di sekitar lingkungan masjid. Beliau juga meminta agar anggota Jemaat Ahmadiyah kedepannya mengajak warga masyarakat lainnya untuk turut ambil bagian menjadi pendonor darah.
ahmadiyah-tasikmalaya

by: Doni Sutriana


Saturday, 3 January 2015

Pekan Madrasah Jabar 6 : Mengisi Tahun Baru ala Athfal dan Nasirat

 Garut - Penghujung tahun 2014 ini seperti beberapa tahun ke belakang di wilayah Garut selalu diisi dengan kegiatan untuk anak-anak Athfal dan Nasirat. Mengambil tajuk “Mengisi Tahun Baru ala Athfal dan Nasirat”, 120 orang anak-anak dari berbagai Jemaat lokal di wilayah Jabar 6 berkumpul di Mesjid Nasir, Garut.

Kegiatan yang dimotori oleh MKAI Jabar 6 ini cukup mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Jumlah peserta yang hadir pun lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak Ahmadi dalam menyambut pergantian tahun tidak mengisinya dengan kegiatan hura-hura, pesta-pora, bergadang, dan hal-hal negatif yang sering terjadi di malam tahun baru. Anak-anak diarahkan agar menyambut tahun 2015 ini dengan bersyukur, berdoa kepada Allah Ta’ala dalam sholat tahajud serta agar diri mereka dekat dengan mesjid. 


Acara dimulai pukul 16.00 dengan sesi ice breaking dimana anak-anak saling mengenal satu sama lain melalui games yang dikemas menarik oleh para mentor. Setelah makan malam acara dilanjutkan dengan berbagai macam perlombaan rohani seperti MTQ, adzan, hafalan Juz Amma serta Cerdas Cermat. 

Keesokan harinya tidak kalah seru. Setelah Ta’limul Qur’an oleh Muballigh Wilayah, Mln. Ridwan Ahmad, anak-anak dibawa ke alun-alun Garut dalam rangka membersihkan sampah-sampah sisa peringatan tahun baru pada malam sebelumnya. Sangat terlihat sekali bedanya sebelum dan sesudah operasi semut yang dilakoni anak-anak Ahmadi yang penuh semangat memungut sampah dan membuangnya ke dalam trash bag yang sudah disediakan oleh panitia.

Setelah operasi semut di alun-alun Garut para peserta mengikuti perlombaan jasmani seperti membangun menara, melukis wajah, estafet air serta jacket racing yang memancing gelak tawa para peserta maupun pembimbing yang hadir pada acara tersebut.
Pukul 11.00 WIB akhirnya acara pun ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang serta doa yang dipimpin oleh Muballigh Wilayah Jabar 6.  (Syihab)





Monday, 27 October 2014

BUKIT PANENJOAN PENUH BERKAH

Oh daerah Tasikmalaya yang penuh warna..
Satu kali derita datang...sunyi..tiba-tiba keramaian dan kegembiraan pun hadir, itulah warna yang selalu penulis lihat dan saksikan di daerah Tasikmalaya terutama Citeguh, Wanasigra dan sekitarnya.
Setiap tantangan selalu dihadapi dengan berani dan berserah diri ke hadirat Sang Khaliq, tapi dengan penuh upaya orang-orang Ahmadi di sana terutama para pengurus daerah dan Bapak Mubaligh selalu berusaha, bagaimana caranya menghadapi keadaan sulit yang datang tidak terelakkan.
Allah Ta’ala memang tak pernah tidur. Selalu menyukai upaya orang-orang yang memohon pertolonganNya, dengan sungguh-sungguh Camat baru pun hadir menggantikan jabatan Camat sebelumnya, baru 4 bulan memangku jabatannya, datanglah beliau ke Desa Tenjowaringin dalam suatu kesempatan.
Ternyata bapak pejabat kecamatan ini ingin merangkul seluruh warga tanpa melihat golongan diantara masyarakatnya. Beliau ingin membaurkan warganya dalam satu kesatuan memajukann daerahnya, tak terkecuali ……………………..para anggota Jemaat, Alhamdulillah, titik terang mulai nampak…
Tanggal 10 November 2013 bakti sosial kecamatan Salawu dilaksanakan, bertempat di Sukasari. Penulis berangkat dari Bandung menuju Sukasari bersama dengan Ketua LI Bandung Wetan yang juga adik penulis. He..he.. Dialah yang menyetir mobil menuju Sukasari. Dia belum tahu medan jalan ke Sukasari yang sungguh-sungguh indah.. jalan berbatu, turun naik, berkelok-kelok, di sebelah kanan tebing tanah dan di sebelah kiri jurang…. Masya Allah..memang jalan yang sangat “bagus”.
Sebentar lagi menuju lokasi, entah bgaimana mobil pun melompat, kami kaget, untung tidak ke jurang tapi nempel ke kanan yang artinya nyender di tebing gunung. Memang Allah selalu meyelamatkan orang-orang yang ingin berkhidmat di jalan-Nya.
Singkat cerita, sepanjang perjalanan terlihat orang-orang berduyun-duyun ada yang menuju dan ada yang berlawanan arah. “Sepertinya sudah dekat, De,” kata saya, karena spanduk “Selamat Datang” sudah terlihat dan orang-orang semangat banyak yang menuju lokasi.
Sampailah kami di jalan masuk ke lapangan Sukasari yang ditandai dengan gapura menuju SD Sukasari. Masya Allah begitu terlihat lautan manusia di Lapangan Bukit Panenjoan, manusia hilir mudik, ada yang berkerumun, ramai sekali, suara-suara layaknya tawon yang berdengung, nguuuuuuung…. Waaah..ibarat pasar malam saja. Para pengunjung melakukan kegiatan sesuai kebutuhannya, ternyata banyak sekali kegiatan yang dilakukan disana.
Akhirnya sampailah kami ke lapangan Sukasari. Oh, ternyata tempat itu terkenal dengan nama Bukit Panenjoan, indaaaah sekali. Kemudian kami memarkirkan mobil, dilihat dari tempat parkir ke bawah sebuah cakrawala yang sangat bagus, Allahu Akbar, Allah Yang Maha Pencipta Segala Sesuatu untuk kesejahteraan umatNya. Pemandangan indah, udara sejuk, asri, benar-benar Allah Maha Rahman. Segala itu seyogyanya manusia sadar dan bersyukur dengan jalan merawat dan melestarikannya.
Bukit Panenjoan yang indah, disitulah 2000 pohon akasia, bantuan dari PPLI ditanam sebagai tanda bahwa Jema’at Ahmadiyah juga ikut mendukung program pemerintah dan gerakan penanaman 1 milyar pohon.
Waduh..penulis lupa bahwa sebelum acara penanaman pohon dilaksanakan upacara yang dipimpin oleh Bapak Camat Salawu, Bapak Pambudi Setiawan, lalu do’a oleh Bapak Mubaligh Ridwan dan dilanjutkan dengan penanaman pohon. Adapun penanaman pohon pertama oleh Bapak Camat yang selanjutnya oleh Mln. Ridwan kemudian oleh Ibu Ketua Daerah tercinta, yang diabadikan pada sebuah foto indah.
Acara lainnya pun dibuka, ada beberapa kegiatan disana yang membuat masyarakat lebih bergairah, lomba tumpeng yang penjuriannya oleh istri camat dan tim penggerak PKK kecamatan dan Bapak Mubaligh Ridwan, pesertanya adalah semua RT yang ada di Desa Tenjowaringin, yaitu 28 RT, dan pemenangnya adalah……Tumpeng yang dibuat oleh Ibu Dede, seorang pengurus LI cabang Citeguh, Mubarak, adapun tumpeng tersebut disuguhkan kepada Bapak Camat beserta jajarannya dan tumpeng yang lain sebagai konsumsi untuk semua yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
Kegiatan lainnya adalan Pengobatan Gratis Homeopathy dari daerah Garut, Alhamdulillah yang berobat ± 350 orang terdiri dari 90 orang ghair dan sisanya anggota Jema’at. Petugas donor darah dari PMI Garut dan PMI Tasikmalaya berhasil mengumpulkan 144 labu. Pakaian layak pakai, penjualan minyak goreng 2 liter sebanyak 256 pouch bis habbbis tiada tersisa. Akhirnya sebagai acara penutup adalah atraksi sepeda gunung yang diprakarsai oleh Karang Taruna desa Tenjowaringin.
Aaah.. suatu kegiatan yang sangat mengagumkan, melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar, semangat lajnah yang dipimpin Ibu Ketda dan jajarannya sungguh suatu kerjasama yang sangat baik.
Menurut salah satu kru MTA setempat, pengunjung yang hadir ±2.500 orang, masyarakat setempat dan juga dari desa tetangga serta pendududk dari perbatasan Kab. Garut dan Kab. Tasikmalaya. Alhamdulillah.
Semoga dengan rabtah ini tidak ada syakwasangka buruk terhadap kita sebagai Jema’at. Masyarakat awam yang mudah terprovokasi oleh orang-orang yang selalu ingin merusak Jema’at sekarang lebih terbuka matanya, bahwa Ahmadiyah tidak seperti yang mereka hembus-hembuskan.
Semoga upaya kebaikan dan pengkhidmatan, serta ketaatan dalam melaksanakan semua program-program Jema’at yang semata-mata ingin meraih keridhoan Allah swt, menjadikan tameng untuk menangkis kejahatan yang dibuat manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab.
Semoga kita bisa lebih banyak lagi mempersembahkan segala kemampuan yang kita miliki sebagai pengabdian dan kesetiaan kita untuk bangsa dan Negara semuanya atas karunia Allah swt. Amin.
Noki Dudun
Mufatish LI Daerah Tasikmalaya




Sunday, 26 October 2014

Media Center Training Camp : Blog Goes To Village

 Tenjowaringin -  Tepat tanggal 25 Oktober 2014 yang  bertepatan dengan pergantian tahun baru Hijriah 1439 H, Media Center Priangan Timur mengadakan acara Media Center Training Camp untuk Jemaat-jemaat di Kecamatan Salawu. Acara yang berlangsung di lantai tiga kampus SMA Plus Al Wahid ini menghadirkan trainer dari Tim Media Center Wilayah Priatim. Acara ini digagas sebagai tindak lanjut instruksi  Huzur aba dalam khutbah beliau agar anggota Jemaat bisa mendalami jurnalisme sebagai media penyeimbang atas  minimnya informasi tentang eksistensi  dan banyaknya berita negatif tentang Jemaat Ahmadiyah khusunya di media massa.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 ini, di isi dengan pemaparan peran media dan keterampilan menulis di Blog.  Acara ini juga di hadiri Bapak Mubaligh Wilayah Priangan Timur Mln. H Syaeful Uyun dan Juga Bapak Amir Daerah Tasikmalaya Ciamis Drs. Iyon Sopyan. Sambutan dari Bapak Muballigh Wilayah Priatim berisi pada pentingnya keterampilan menulis bagi Jemaat. Beliau mencontohkan seorang tokoh bernama Syafii Rajo Batuah  yang sangat aktif menulis pada era nya di Buletin Sinar Islam. Sebanyak 45 orang peserta dengan penuh antusias mengikuti pelatihan yang dipandu oleh tiga narasumber ini. 

Ketua Media Center, Nanang Hidayat mengawali dengan memberikan orientasi Media Center di Wilayah Priangan Timur, apa peran sertanya dalam urusan Kharijiah Jemaat Ahmadiyah. Pembicara berikutnya Mln. Syihab Ahmad mempresentasikan pengenalan terhadap video jurnalistik. Pembicara ketiga yaitu Doni Sutriana, admin dari blog ahmadiyyapriatim.blogspot.com serta akun twitter @jai_priatim yang memandu para peserta untuk membuat blog.

Qaid Daerah Salawu, Munawarman yang sekaligus sebagai ketua pelaksana acara memaparkan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengenalkan peran media sosial di masyarakat khususnya anggota  Jemaat di daerah Tenjowaringin. Media sosial di ibaratkan dua sisi mata uang. Terkadang media bisa menjadi penyebar kebencian akan tetapi bisa digunakan sebagai media informasi yang membangun sehingga bisa kita manfaatkan sebagai media tabligh atau kampanye tentang eksistensi Jemaat Ahmadiyah di Indonesia. Adapun tujuan dari acara ini adalah supaya warga masyarakat khusunya anggota jemaat Tenjowaringin “melek internet”.

Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi Ihsan Billy dari cabang Cigunung Tilu, dalam pemaparanya  sangat senang mengikuti acara ini, karena dia banyak menemukan hal yang baru tentang dunia Jurnalistik khususnya Media Internet. Pemuda ini berharap hasil dari pertemuan ini dapat ia implementasikan di cabangnya sehingga anggota di sekitarnya mampu mengoptimalkan gadget yang sekarang bukan barang langka ini. (Asep Diman)

Friday, 3 October 2014

Lajnah Wilayah Tasikmalaya Memilih Wakil Perlombaan ke MSN

Minggu pagi, 7 September 2014 sejak pukul  7 pagi sudah terlihat beberapa pasang sandal berjejer rapi di pintu masuk  Gedung Serbaguna Kelompok Babakan Sindang Singaparna. Senyum-senyum ramah dan hangat menyapa, menyambut  kedatangan para peserta. Satu per satu lajnah, perwakilan dari tiap cabang di Daerah Tasikmalaya mulai berdatangan. Hari ini akan diadakan perlombaan kerohanian untuk memilih perwakilan Daerah Tasikmalaya di ajang Ijtima Nasional LI. Lomba tilawatil Qur’an, Pidato, dan Nazm LI se-Daerah Tasikmalaya menjadi agenda akhir pekan kali ini.
Pukul setengah 9 acara dimulai oleh Ketua Daerah LI Tasikmalaya dan dibuka doa yang dipimpin oleh Mubaligh Wilayah, kemudian dilanjutkan acara inti, yaitu perlombaan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga mata lomba kerohanian yang akan diselenggarakan oleh PPLI. Selain ketiga lomba ini, lomba lainnya adalah lomba kebersihan mesjid dan mukena wangi serta pameran. Sesuai rencana, lomba diadakan serentak di tiga ruangan berbeda. Suara-suara ketukan palu para pekerja mengiringi selama perlombaan. Hal ini dikarenakan Mesjid Baiturrahim yang terletak di samping Gedung Serbaguna Singaparna tersebut tengah direnovasi seiring meluapnya para pengikut imam mahdi di cabang tersebut.

Lomba tilawatil Qur’an diikuti 10 orang LI dari 10 cabang, antara lain Bojongsirna, Cigunung Tilu, Citeguh, Wanasigra, Wanasigra Wetan, Singaparna, Sukapura, Kawalu, Sukasari, dan Tasikmalaya. Pada lomba tahun ini, pilihan surah yang diberikan antara lain Ar-Rahman, Al-Waqiah, dan  Ad-Dahr. Selain itu, penentuan surah dan ayat dilakukan pada hari H, jadi peserta harus mempersiapkan diri berlatih melantunkan ayat-ayat dalam surah tersebut. Satu persatu peserta dipanggil sesuai urutan, setiap peserta membacakan surah sesuai undian yang didapat pada saat mendaftar, sedangkan ayat ditentukan oleh Mln. Syaeful Uyun dan Mln. Yahya Sumantri selaku juri. Makhraj dan tajwid dinilai oleh Mln. Syaeful Uyun. Aspek lainnya yaitu tata tertib dan lagu dinilai oleh Mln. Yahya Sumantri.
Satu persatu peserta unjuk gigi  menampilkan yang terbaik. Secara keseluruhan penampilan peserta lomba tilawati Qur’an sudah baik. Juri memberikan komentar positif kepada peserta. Mln. Syaeful Uyun mengatakan bahwa para peserta lomba tilawatil Qur’an mengajinya tidak kalah dengan qari’ah-qari’ah dari luar (ghair Ahmadi).  Dari segi tata tertib, Mln. Yahya Sumantri mengingatkan agara kita lebih memperhatikan bagaimana cara memegang dan membawa Al-Qur’an. Untuk makhrojul huruf, disarankan untuk terus berlatih.
Di waktu yang sama, juri lainnya, yaitu Ibu Ade Isnaini, Mln Mubarak Ahmad, dan Mln. Padhal Ahmad sedang mendengarkan alunan nazm dari para peserta. Peserta yang mengikuti lomba nazm ini berasal dari 8 cabang, antara lain Cigunung Tilu, Citeguh, Kawalu, Singaparna, Wanasigra, Sukapura, Tasikmalaya, dan Sukasari. Judul nazm yang dibawakan peserta tidak ditentukan oleh juri asalkan berbahasa Urdu. Oleh karena itu, pengucapan atau pelafalan untaian syair yang dibawakan menjadi titik berat penilaian selain penampilan dan nada syair.
Setelah kedelapan peserta tampil, juri memberikan apresiasi kepada peserta, nada syair sudah bagus. Namun, karena nazm yang dibawakan berbahasa Urdu, peserta dihimbau untuk lebih memperhatikan pengucapan dalam melafalkan kata-kata dalam syair tersebut. Selain itu ada penghayatan arti dari syair harus lebih diperhatikan sehingga ekspresi dapat sesuai dengan syair yang dibawakan.

Di ruangan lainnya, Mln. Syihab Ahmad,  Ibu Iros, dan Ibu Sri Kuswarini, sedang memberikan arahan mengenai aspek penilaian lomba pidato kepada peserta yang berasal  dari 9 cabang. Cabang yang mengirimkan wakilnya antara lain Bojongsirna, Cigunung Tilu, Citeguh, Wanasigra, Wanasigra Wetan, Singaparna, Kawalu, Sukasari, dan Tasikmalaya. Tarbiyat keluarga, pengorbanan, dan rishtanata menjadi pilihan tema lomba pidato ini. Juri sangat bangga karena semua peserta hebat dan sudah bagus. Namun, ada hal-hal yang harus diingat bahwa dalam berpidato seseorang harus mememperhatikan penampilan, tentunya yang seuai dengan kaidah Islami. Selain itu, mimik dan ekspresi juga menunjang penampilan seseorang dalam berpidato. Interaksi dengan penonton ataupun pendengar juga menjadi salah satu poin penting dalam berpidato, sehingga apa yang disampaikan akan lebih berkesan bagi penonton.

Alhamdulillah rangkaian acara lomba kali ini berjalan dengan sukses. Pukul setengah 11 ketiga lomba telah selesai. Tiba saat penutupan sekaligus pengumuman perwakilan daerah. Setelah penjurian yang cukup ketat terpilihlah Ny. Cucu Udan (Wanasigra) sebagai  wakil untuk Lomba Tilawatil Qur’an, Nn. Ulfah Sidiqa (Citeguh) untuk lomba nazm, dan Nn. Maryam Sidika (Wanasigra) untuk lomba pidato. Semoga perwakilan daerah yang terpilih dapat menampilkan yang terbaik nantinya. Setelah doa penutup dan beberapa pengumuman, peserta dipersilakan untuk menikmati santap siang yang telah disediakan oleh lajnah Singaparna. Tak lupa beberapa lajnah mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di depan gerbang mesjid Baiturrahim yang dibalut gapura dengan gaya arsitektur yang khas. (Mansurah Ma’sum)




Tuesday, 30 September 2014

Lajnah Imaillah Singaparna Adakan Pelatihan Menjahit

Untuk meningkatkan keterampilan kaum perempuan Lajnah Imaillah Singaparna dibawah bimbingan Dina Widianti (Ketua Lajnah Imaillah Singaparna) berinisiatif mengadakan pelatihan menjahit khusus bagi kaum ibu anggota jemaat ahmadiyah dan ibu-ibu warga yang berada disekitar masjid Baiturrahim, Babakan Sindang Singaparna.
Bertempat di gedung serba guna milik Jemaat Ahmadiyah Singaparna dibawah instruktur Ibu Maesaroh (Sekr. Khidmat Khalq) para perserta di ajarkan dasar-dasar keterampilan menjahit, seperti membuat pola dasar dan perhitungan membuat pola dasar untuk diterapkan dalam bentuk gambar.Kegiatan yang dilaksanakan setip hari minggu pagi jam 9 selama kurang lebih 3 jam telah di adakan sejak bulan november 2013, dimana kelas pelatihan diadakan setiap 1 bulan sekali.
Kegiatan yang selain diikuti oleh anggota Lajnah Imaillah Singaparna juga diikuti oleh kaum ibu warga sekitar masjid ini mendapat sambutan yang antusias, sebuah LSM yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan AMAN Indonesia (The Asian Muslim Action Network) yang telah menjalin kerjasama dengan badan perempuan Jemaat Ahmadiyah Singaparna (LI) turut pula mendukung kegiatan Lajnah Imaillah Singaparna lainnya dalam upaya pemberdayaan kaum perempun.
Dini Widianti (Singaparna)

SAMBUT HARI MUSLIH MAU’UD 2014 DENGAN LOMBA KEROHANIAN

 Minggu, 9 Pebruari 2014 adalah moment yang ditunggu-tunggu anak-anak dan ibu-ibu LI Cabang Singaparna. Ya..seperti yang telah direncanakan sebelumnya, kami ingin menyambut datangnya Hari Muslih Mau’ud dengan sesuatu yang berbeda, yaitu perlombaan kerohanian antar kelompok.
Pukul 09.00 pagi ibu-ibu dan anak-anak Nashirat sudah terlihat berkumpul di halaman mesjid Baitur-Rahim Babakan Sindang. Mereka yang hadir terdiri dari para peserta lomba yang menjadi wakil dari beberapa kelompok binaan LI. Beberapa orang lainnya hadir untuk memberikan semangat bagi para peserta lomba yang mewakili kelompoknya. Tercatat sekitar 35 orang LI dan 15 Nashirat hadir dalam acara perlombaan menyambut Hari Muslih Mau’ud ini. Begitu kunci masuk ke ruangan untuk LI dibuka mereka langsung berhamburan masuk ke dalam.  Serombongan anak-anak Nashirat duduk bersama kawan-kawan sebayanya. Raut wajah mereka terlihat menyiratkan kegembiraan dan semangat untuk mengikuti acara perlombaan.Tak ketinggalan ibu-ibu pun sudah tak sabar menunggu acara segera dimulai.
Perlombaan yang diadakan terdiri dari 4 macam untuk LI yaitu MTQ, praktek shalat dengan bacaan dan artinya, hafalan 17 ayat pertama surah Al-Baqarah berikut artinya dan cerdas cermat. Sedangkan untuk  Nashirat perlombaan yang diadakan yaitu praktek shalat dengan bacaan yang benar, hafalan 17 ayat pertama surah Al-Baqarah dan cerdas cermat. Acara pun dimulai dengan do’a pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Ketua Cabang. Setelah itu para peserta mendaftarkan diri ke panitia perlombaan.
Untuk menghemat waktu maka perlombaan diadakan secara serentak dan dilaksanakan di beberapa ruangan. Lomba MTQ mengambil tempat di mesjid dan lomba lainnya bertempat di beberapa ruangan yang ada di lingkungan  komplek mesjid Baitur-Rahim. Lomba demi lomba berlangsung dengan khidmat dan lancar. Para peserta lomba baik ibu-ibu maupun nashirat terlihat antusias dan semangat mengikuti perlombaan. Tak terasa 2 jam telah berlalu dan tersisa satu perlombaan yang terakhir yaitu cerdas cermat. Perlombaan cerdas cermat kali ini dilakukan dengan sistim rangking , dimana peserta menjawab setiap soal yang dibacakan panitia secara tertulis. bila sudah dua kali jawabannya salah, maka peserta dipersilakan mundur dari arena lomba sampai tersisa 1 orang yang berhak menyandang sebagai juara.
Perlombaan cerdas cermat untuk Nashirat dilakukan lebih dulu. Para peserta duduk berderet ke belakang  dan telah siap dengan alat tulisnya. Dengan seksama mereka memperhatikan setiap soal yang dilontarkan panitia. Satu per satu soal dilontarkan dan langsung dijawab secara tertulis oleh peserta. Jawaban yang sudah ditulis ditunjukkan secara serempak ke panitia. Peserta yang salah menjawab harus rela mundur dari arena lomba. Demikian seterusnya hingga akhirnya tersisa dua peserta nashirat yang akan memperebutkan posisi rangking 1. Soal demi soal yang disampaikan panitia mampu dijawab oleh dua orang nashirat tersebut. Hingga  soal dari panitia habis, dua peserta nashirat ini masih tetap bertahan dengan hasil berimbang.  Akhirnya untuk menentukan juara pertama cerdas cermat Nashirat panitia mengajukan satu pertanyaan yang dapat dijawab oleh seorang peserta dengan cepat dan tepat. Maka usai sudah perlombaan cerdas cermat Nashirat yang penuh persaingan ketat ini.
Tibalah giliran peserta Lajnah yang tampil untuk perlombaan cerdas cermat. Soal yang dilontarkan panitia adalah seputar wawasan kejemaatan secara umum, pengorbanan, ibadah sholat dan khutbah Huzur tentang Taqwa. Sama seperti pada perlombaan cerdas cermat tingkat Nashirat, peserta Lajnah pun satu per satu berguguran hingga akhirnya menyisakan satu peserta yang keluar sebagai juara pertama.
Jam di dinding mesjid menunjukkan hampir pukul 12.00 seiring dengan berakhirnya acara perlombaan kerohanian antar kelompok. Alhamdulillah, dengan karunia Allah Ta’ala acara perlombaan ini berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai. Para peserta dari Lajnah dan Nashirat tampak senang dan puas ketika panitia lomba mengumumkan pemenang-pemenang lomba meskipun hadiah baru diberikan pada tanggal 20 Pebruari yang merupakan puncak Peringatan Hari Muslih Mau’ud.
Acara perlombaan kerohanian antar kelompok ditutup dengan do’a. Setelah itu barulah kami membuka bekal masing-masing dari rumah untuk makan siang bersama. Alangkah nikmatnya makan siang pada waktu itu……
Dengan diadakannya perlombaan-perlombaan semacam ini kami berharap ikatan kekeluargaan secara rohani antara anggota semakin erat, wawasan ilmu kejemaatan anggota pun meningkat dan dapat menumbuhkan gairah dan semangat  terhadap Nashirat sebagai generasi muda agar terus belajar menambah ilmu kerohanian dan aktif di jemaat. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin….
(Dina Widianti, Ketua LI Cabang Singaparna)   

 

Wednesday, 24 September 2014

Cerianya Porda LI Tasikmalaya

Tasikmalaya - Pagi itu sekira pukul 7 Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya sudah terlihat ramai oleh suara riuh rendah  LI dan Nashirat yang bersiap akan mengikuti kegiatan Pekan Olah Raga – Porda. Panitia membagikan kartu yang telah disiapkan untuk doorprize jalan santai, yang  menjadi acara pertama dari kegiatan Porda.
Barisan terdepan Nashirat diikuti dengan anggota LI berderet rapi, pengarahan dari Wakil Ketua Daerah serta doa dipimpin oleh Bapak Mubaligh Wilayah Priangan Timur menandai dimulainya Porda LI Tasikmalaya dan sekitarnya.

 Barisan bergerak menuju jalan raya dipandu oleh para Sekretaris Sehat Jasmani, Sekretaris Nashirat dari cabang-cabang LI Tasikmalaya.
Langkah-langkah kaki wanita Ahmadi yang muda maupun yang sudah tidak lagi muda, melalui seputaran Pusat Kota Tasikmalaya, berbaur dengan masyarakat Tasikmalaya menikmati saat Car Free Day sehingga kita lebih leluasa berjalan tanpa harus berjibaku dengan kendaraan bermesin. 
Spanduk yang bertuliskan Peringatan Hut RI ke 69 dan Hari Olah Raga Nasional dengan sigapnya digenggam oleh generasi muda Ahmadi (baca Nashirat) secara bergantian dengan spanduk yang bertuliskan Pekan Olah Raga LI Daerah Tasikmalaya selama jalan santai, tak kurang dari 100 LI dan Nashirat ada dalam barisan.
Tak terasa 40 menit berlalu, barisan pun kembali memasuki Balai Pertemuan. Tak nampak raut lelah pada peserta jalan santai, kegiatan pun dilanjutkan dengan senam pagi yang dipimpin dengan lincahnya oleh seorang anggota LI, walaupun beliau sebenarnya sedang dalam keadaan kurang fit, tak mengurangi semangatnya memandu setiap gerakan dari pemanasan hingga pendinginan dengan senam poco-poco.
Tenis meja double menjadi rangkaian pertandingan olah raga berikutnya, yang hanya diikuti oleh 3 pasang dari 3 cabang. Pertandingan yang cukup menguras tenaga para pemain karena setiap pertandingan dilakukan dengan “long play”. 
Nashirat dibimbing oleh Panitia LI usia sekolah, mulai menyiapkan diri untuk mengikuti beberapa permainan dengan diawali beberapa ice breaking bertempat di lantai 2 gedung kebanggaan Jemaat Tasikmalaya. 
Lomba balap makan kerupuk, paku beregu, sarung beregu dan galah asin “gobak sodor” menjadi sajian pertandingan untuk LI yang diikuti oleh perwakilan 4 cabang. 
Nashirat pun dengan tetap penuh “semangat juang” melalui berbagai permainan paku beregu, balon pasangan, sendok kelereng, sedotan karet dan lomba makan kerupuk. 
Tak terasa seluruh perlombaan telah dilangsungkan, tibalah pengumuman juara dari setiap lomba. Sebelumnya ibu Muffatish PPLI telah menyampaikan rasa syukurnya dengan berjalannya Porda ini semata-mata karunia Allah swt. Antusias dan semangat yang diperlihatkan oleh semua peserta semoga terus dijaga, terutama dengan kehadiran dan keikutsertaan anggota pada kegiatan-kegiatan Ta’lim/ Tarbiyat baik yang diadakan oleh LI maupun Jemaat. 
Para pemenang mendapatkan penghargaan yang sederhana, termasuk doorprize untuk peserta jalan santai, namun semoga tak mengurangi barokah dari silaturahmi dan kecintaan kepada Jemaat yang terbangun melalui Porda ini. Wilujeng tepang deui sadayanaaaa... *) selamat berjumpa lagi semua
  
Peliput : Ranti Rahimah Munawwar (Kontributor Asy-Syifa Priatim/ Biro MTA Priatim)