Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Khuddam. Show all posts
Showing posts with label Khuddam. Show all posts

Saturday, 2 January 2016

Cara Warga Ahmadiyah Tasikmalaya Rayakan Tahun Baru

Perayaan pergantian tahun baru selama ini identik dengan pesta kembang api dan tiupan terompet penuh kebisingan di tengah malam, di negeri barat pesta ini identik dengan minum minuman memabukan. Pergantian tahun baru identik dengan pesta perayaan penuh kegembiraan.

clean the city MKAI Ahmadiyah Tasikmalaya
Peserta Clean The City Tasikmalaya di Tugu Adipura
Di sudut tengah kota Tasikmalaya tepat di Jalan Nagarawangi di sebuah Masjid Ahmadiyah warga Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya menyambut tahun baru dengan cara yang berbeda, disaat warga lain baru merebahkan diri di tempat tidur setelah merayakan malam pergantian tahun baru, 131 warga Jemaat Ahmadiyah yang berasal dari daerah Tasikmalaya dan Ciamis khusyu mendirikan shalat Tahajud bersama di sepertiga akhir malam. Sebagian besar dari mereka adalah para pemuda dan anak-anak Sekolah Dasar. Sejak sore hari sebelumnya para pemuda Ahmadiyah yang berasal dari Desa Tenjowaringin, Singaparna, Kawalu, Tasikmalaya dan Ciamis berkumpul menyelenggarakan acara Malam Khuddam Wilayah sedangkan anak-anak laki-laki yang berusia Athfal terpisah di lantai II mengadakan pekan Athfal yang diisi dengan hapalan Doa dan Tadarus Al Quran.

Malam Khuddam Wilayah di akhir tahun 2015 ini lebih istimewa karena dihadiri pula oleh Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya yang tengah mensosialisasikan Program Peduli Masyarakat Inklusif. Mubaligh Wilayah Mln. Syaeful Uyun menjadi pemateri utama dalam acara tersebut beliau menyampaikan pesan agar tahun baru yang disambut dengan program kebersihan menjadi awal bagi para Pemuda Ahmadiyah untuk bertekad tidak hanya membersihkan lingkungan sekitar namun juga membersihkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dalam pesannya juga Mln. Syaeful Uyun mengingatkan agar para pemuda Ahmadiyah khususnya tidak melupakan sejarah Islam dan bagaimana untuk menjaga sejarah Islam Hazrat Khalifatul Masih II Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra menggagas kalender Islam yang didasarkan dengan perhitungan Matahari dimana nama ke-12 bulannya didasarkan pada suatu peristiwa penting dalam sejarah Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam, kalender ini diberi nama Kalender Hijrah Syamsi.

Kajian ruhani di malam menjelang pergantian tahun serta ibadah malam shalat tahajud di tengah malam merupakan gambaran periode daur masa bagaimana para generasi muda Ahmadiyah yang merupakan generasi yang tengah dalam masa tempaan menyikapi masa-masa yang mereka hadapi, tidak hanya sampai disitu saat fajar menyingsing selepas Shalat subuh para pemuda ini beserta Kaum Bapak dan kaum ibu yang turut bergabung turun ke jalan untuk mebersihakan segala kotoran yang berserakan di jalan-jalan sisa perayaan pergantian tahun.

Syaeful Uyun Clean The City Ahmadiyah Tasikmalaya
Mln. Syaeful Uyun sedang menyapu sampah depan Masjid Agung Tasikmalaya
Rute jalan Nagarawangi menuju Jl. H.Z. Mustofa dari Tugu Asmaul Husna yang malam sebelumnya baru diresmikan menjadi sasaran rombongan yang menyemut saat pagi menjelang, jalur H.Z. Mustofa yang merupakan pusat perbelanjaan Kota Tasikmalaya sepanjang kurang lebih 3 km hingga Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya menjadi area bebas sampah oleh kegiatan ini, kemudian alun-alun Kota Tasikmalaya menjadi tujuan akhir rombongan yang mana kegiatan ini mengusung tema Clean The City.

Sebagai catatan gerakan Clean The City ini digagas oleh Khuddamul Ahmadiyah Indonesia dan diselenggarakan di kota-kota besar Indonesia, sesuai sabda Rasulullah bahwa kebersihan sebagian dari Iman warga Jemaat Ahmadiyah wilayah Tasikmalaya menyambut tahun baru dengan melakukan kebersihan kota yang dicintainya sebagai pula perwujudan cinta tanah air.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya Kota Tasikmalaya yang turut hadir dalam kegiatan menyampaikan terima kasih atas inisiatif warga Jemaat Ahmadiyah yang turut membantu program pemerintah dalam menjaga kebersihan beliau saat di wawancarai menyambut semua komponen masyarakat untuk bekerja sama dalam kegiatan kebersihan di Kota Tasikmalaya, koordinasi dan komunikasi haruslah diperhatikan bagi kegiatan ini dan ia menghimbau warga masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.
Clean The City Ahmadiyah Tasikmalaya
Berpose di Alun-alun Kota Tasikmalaya

Doni Sutriana Tasikmalaya.

Sunday, 13 September 2015

Ahmadiyah Tasikmalaya Sport Day: Dari Tukang Becak Sampai Aparat Negara

Jemaat Ahmadiyah Cabang Tasikmalaya mengadakan Hari Berolahraga pada hari minggu 13 September 2015 dengan kegiatan sepeda santai bagi anggota Ansharullah dan khuddam serta jalan santai bagi anggota Lajnah Imiaillah.

sepeda-santai-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Rute sekitar 8 kilometer mengelilingi wilayah sekitar kota Tasikmalaya kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi hari dengan garis start didepan Masjid Mubarak, jalan Nagarawangi  Kota Tasikmalaya. 

13 Anggota Ansharullah ditambah 3 anggota khuddam turut menjadi peserta dalam kegiatan ini, berbagai macam sepeda digunakan oleh para peserta, dari sepeda balap, sepeda ontel, sepeda gunung sampai sepeda torpedo berkonvoi menyusuri kota Tasikmalaya melalui jalur perumahan yang banyak terdapat di kota Tasikmalaya.

Sementara itu para anggota Lajnah Imaillah telah lebih dulu berangkat jalan santai dengan tujuan akhir berkumpul bersama di sebuah rumah makan khas Tasikmalaya, 13 anggota Lajnah Imaillah turut dalam kegiatan ini.

Rumah makan khas Tasikmalaya menjadi titik pertemuan antara seluruh anggota badan yang turut dalam kegiatan 'Hari Berolahraga'. Mubaligh Wilayah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang hendak menuju Kota Ciamis untuk menghadiri kegiatan Dai Ilallah menyempatkan diri dulu untuk menghadiri makan bersama seluruh anggota yang turut hadir dalam kegiatan Hari Berolahraga.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasik

Kebersamaan dalam keragaman tampak begitu terasa hangat dalam silaturahmi antara anggota Jemaat, terutama pada anggota Ansharullah yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dari mulai PNS, Wiraswastawan, Dokter, buruh, hingga tukang becak.

Atang Ahmadi yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang becak pada Hari Berolahraga menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan dengan meminjam sepeda dari anaknya. Sebagai seorang pekerja  yang setiap hari mengayuh becak tidak tampak kelelahan dari wajah Pak Atang.

"Saya sengaja tidak narik becak hari ini karena Jemaat ada sepeda santai, saya bela-belain meminjam sepeda dari anak saya" Kata Atang Ahmadi setelah menyantap hidangan di rumah makan khas Tasikmalaya.

"Derah ini mah tempat bermain saya zaman dahulu" sambung tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya ini.

Sementara itu salah seorang anggota Ansharullah, Sulaeman Jamjuri, yang bekerja sebagai PNS menuturkan rasa kakunya mengayuh sepeda karena setiap hari terbiasa menggunakan Sepeda motor saat bekerja di salah satu instansi pemerintahan di Tasikmalaya.

"Agak kagok, pegang stang sepeda tadi saya puter-puter mirip pegang stang motor saat mau tancap gas" Ujar bapak yang biasa dipanggil Pak Eman ini.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasikmalaya

Kegiatan Hari Olahraga dengan melibatkan seluruh anggota badan dalam Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya ini merupakan kegiatan yang pertama dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan ini selain menyehatkan juga mempererat tali silaturahmi antara anggota Jemaat Ahmadiyah.

Doni Sutriana - Tasikmalaya

Thursday, 20 August 2015

Peringatan HUT RI ke-70 Athfal & Nashirat Ahmadiyah Tasikmalaya

Oleh: Nusrat Amatul Majid
Minggu 16 Agustus 2015, Nasirat dan Athfal Tasikmalaya telah mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-70. Kegiatan dilakukan di Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya, jalan Nagarawangi kota Tasikmalaya yang diikuti athfal, nashirat, dan LI.

athfal-nashirat-ahmadiyah-tasikmalaya

Pukul 08.30 WIB, kegiatan di buka oleh Wakil Ketua LI Tasikmalaya, Ibu Iis Ibnu. Tak lupa sambutan diberikan oleh Bapak Mubaligh Wilayah Jabar 7, Mln. Hj. Syaiful Uyun.

“Kemerdekaan adalah anugerah dan juga nikmat dari Ilahi. Bangsa Indonesia harus mensyukuri nikmat kemerdekaan, dengan cara mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita kemerdekaan”, ucap Bapak Syaiful Uyun. “Kita, Ahmadiyah mempunyai tanggung-jawab moral merawat keutuhan NKRI dan merawat kebhinekaan bangsa Indonesia”, lanjut beliau. Doa pembuka yang menjadi akhir dari acara pembuka dipimpin oleh Bapak Mubaligh Wilayah.

Acara dilanjut dengan perlombaan kemerdekaan. Perlombaaan makan kerupuk, kelereng, dan memasukan benang ke dalam jarum menjadi lomba pembuka yang diikuti nashirat dan athfal. Selain itu lomba pecah balon dan memasukan bola ke dalam keranjang diikuti oleh Ibu-ibu Lajnah. Antusias terpancar dari raut wajah para peserta. Perlombaan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB, dengan galah menjadi lomba terakhir.
anak-anak-ahmadiyah-tasrikmalaya-hut-ri

Kegiatan kembali dilanjutkan setelah shalat dhuhur. Makan siang bersama, kemudian pembagian hadiah kejuaraan. Pembacaan kejuaraan dibacakan oleh Ibu Iis Ibnu. Satu persatu sang juara dipanggil untuk mendapatkan hadiah. Selain kejuaraan perlombaan kemerdekaan, terdapat pula kejuaraan hasil karya ilmiah yang diikuti adek-adek nashirat dan athfal.

Selesai dengan pembagian hadiah kejuaraan. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Bapak Mubaligh Wilayah. Sebelum doa, beliau menyampaikan sekilas kisah mengenai W.R Supratman sang pencipta lagu “Indonesia Raya” yang dahulu beliau pernah sempat aktif dalam kegiatan Jemaat Ahmadiyah. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan. Disamping untuk hiburan juga dapat menumbuhkan rasa cinta kebangsaan kepada generasi muda Indonesia.




Thursday, 9 July 2015

AMSA & MKA Tasikmalaya : Berbagi Di Bulan Suci

Selasa 7 Juli 2015 hari ke-20 Ramadhan AMSA & MKA Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam bagi takjil gratis bersama Komponen Lintas Iman Tasikmalaya (Kompas Iman).
Bagi Takjil Gratis Kompas Iman
Bertempat di bundaran Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya yang melewati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, acara yang dimulai menjelang Maghrib ini mendapat sambutan positif hanya dalam waktu 30 menit paket terdistribusikan dimana kebanyakan yang menerima adalah masyarakat kecil seperti Tukang Becak, pedagang kecil kaki lima dan masyarakat yang tengah beraktivitas di Masjid Agung  dan sedang melewati perempatan jalan depan Masjid Agung.

MKA & AMSA Tasikmalaya bersama Kompas IMan
Kompas Iman sendiri merupakan kelompok komponen pemuda Lintas Agama yang ada di Tasikmalaya dimana selain AMSA dan MKAI dari Jemaat Ahmadiyah ada pula PMII salah satu Organisasi kemahasiswaan NU, Pers Mahasiswa Universitas Siliwangi, Gereja Bethel, Komisariat UNSIL, Hima HMS UNSIL dan banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam wadah ini. 

Rifqi Taufiq Sidqi penggagas Kompas Iman Tasikmalaya menyampaikan bahwa acara bagi takjil tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan Kompas Iman dalam mengkampanyekan keragaman di Kota Tasikmalaya. "Kegiatan ini memberikan satu cerminana bagimana harusnya memberi contoh membangun keragaman/toleransi tidak hanya sebatas lingkup wacana, namun harus dipraktekan dalam bentuk aksi nyata" Ujar Aktivis PMII Kota Tasikmalaya saat diwawancarai. "Kegiatan ini memberi contoh bagaiman kami bersama-sama dengan komunitas agama yang berbeda latar belakang bersama-sama bagi takjil." Lanjut pria yang turut hadir pada Jalsah di Krucil Jawa Tengah akhir Mei 2015 lalu.
Komponen Lintas Iman Kota Tasikmalaya
Jhonson tokoh muda dari Gereja Bethel salah seorang yang turut dalam kegiatan tersebut mengatakan "Sangat setuju dengan kegiatan ini semoga jadi kegiatan rutin tidak hanya pada saat moment lebaran kegiatan ini diadakan namun juga pada kegiatan agama yang lain." pria berbadan tegap yang aktif bersama Jaringan Gusdurian ini menambahkan "Semangat Gusdurian, Semangat Pluralisme harus menjadi gaya hidup anak bangsa."

Ketua Panitia Pelaksana Asep Rifa'i dari PMII Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kampanye plurarisme yang dituangkan dalam bagi takjil, panitia dalam hal ini Kompas Iman yang terdiri pemuda lintas agama setelah kegiatan bagi takjil berlanjut pada buka bersama. "Masih banyak warga yang meminta kedepan kita akan rencanakan lagi untuk kegiatan seperti ini." ungkap Asep Rifai.

 - Doni Sutriana -
Panitia Tajil Gratis Kompas Iman

Thursday, 2 July 2015

Kelas Tarbiyat 2015 : 3 Wilayah 2 Lokasi 1 Semangat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Citeguh - Di bulan ramadhan 1436 H ini Jemaat Ahmadiyah gabungan tiga wilayah besar di Jawas Barat mengadakan kegiatan pesantren ramadhan atau yang lebih dikenal dengan nama Kelas Tarbiyat bagi anak-anak usia Sekolah Dasar kelas 4 hingga mahasiswa. Acara ini diadakan selama seminggu penuh di dua lokasi yang berdekatan yaitu Jemaat Wanasigra dan Jemaat Nagrak yang sama-sama berada di Desa Tenjowaringin.

Kelas Tarbiyat yang dimulai pada hari Senin, 22 Juni 2015 ini diikuti oleh 716 peserta dari wilayah Jabar 5 (Priangan Barat), Jabar 6 (Garut), dan Jabar 7 (Priangan Timur). Selama satu minggu penuh para peserta dibimbing serta diberikan tarbiyat secara khusus. Peserta dibagi ke dalam 4 tingkatan kelas. Karena cukup banyak peserta masing-masing tingkatan dibagi lagi dalam beberapa ruangan. Peserta putra dibagi ke dalam 11 ruangan di Jemaat Wanasigra dan peserta putri 13 ruangan di Jemaat Nagrak.


Setiap harinya para peserta memasuki kelas untuk menerima pelajaran mulai pukul 8 pagi. Pelajaran yang diterima oleh mereka diantaranya yaitu Akhlak Fadhilah, Fiqh, Aqidah, Ilmu Kalam, serta Tarikh Islam dan Ahmadiyah. Kelas Ta’lim ini dilaksanakan hingga pukul 12 siang yang bertepatan dengan waktu Sholat Zuhur.  Watu ba’da Zuhur hingga menjelang magrib diisi dengan berbagai aktivitas seperti perlombaan-perlombaan rohani, games, serta evaluasi yang dilaksanakan oleh para mentor. Malam hari tidak ada kegiatan khusus karena para peserta harus mengikuti sholat tarawih berjama’ah. Kegiatan lain yang rutin dilaksanakan pada kesempatan ini adalah tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan per hizeb setiap selesai melaksanakan Sholat Subuh.
 
Di sela-sela kegiatan kelas tarbiyat ini pun sempat dilaksanakan seminar Rishta Nata yang mengikut sertakan para peserta Khuddam dan Lajnah. Kegiatan yang dibimbing oleh para Muballighin ini menekankan kepada para anggota Khuddam dan Lajnah akan pentingnya pernikahan sesama muslim Ahmadi. Pertemuan ini meningkatkan antusias para peserta karena topik yang diangkat sangat erat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
 
Akhirnya pada hari Minggu, 28 Juni 2015 “kemah rohani” para pemuda Ahmadiyah ini ditutup dengan tanya jawab berhadiah yang dipandu oleh para panitia, muballighin, dan pengajar serta pembagian hadiah bagi para juara kelas dan pemenang perlombaan-perlombaan selama Kelas Tarbiyat ini berlangsung. Diharapkan setelah kelas tarbiyat ini timbul kecintaan yang lebih mendalam pada generasi penerus Jemaat Ahmadiyah khususnya di tiga wilayah di Jawa Barat ini.

Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Tuesday, 24 March 2015

Peringatan Masih Mauud di Malam Khuddam Parakantelu, Cibatu Garut


Garut - Hari Sabtu (21/3) MKAI wilayah Garut melaksanakan Malam Khuddam gabungan tiga majelis yaitu Cibatu, Malangbong dan Sukawening di kelompok Parakantelu yang juga dihadiri oleh Mubaligh Pembina Mln. Syihab Ahmad, Qa’id Wilayah beserta staff serta beberapa perwakilan dari majelis terdekat. Parakantelu, tepatnya berada di kecamatan Cibatu Garut yang merupakan kelompok jemaat di bawah binaan cabang Cibatu.

Malam Khuddam ini diadakan guna menyambut Hari Masih Mau'ud as yang ke 126. Acara diisi dengan tarbiyat dengan narasumber Mln. Syihab Ahmad. Beliau menyampaikan esensi dari syarat bai'at terutama poin menjauhi syirik. Setelah materi selesai disampaikan maka dilanjutkan dengan tanya jawab dan sharing dari para anggota Khuddam. Luar biasa antusiasme yang di tunjukan oleh Khuddam dan Athfal yang hadir dalam kegiatan ini. Bahkan Anshar dari kelompok Parakantelu ini pun ikut serta dalam acara tersebut, bahkan ada juga dua orang simpatisan yang hadir pada kesempatan itu. Total sebanyak 25 orang hadir dalam kegiatan yang diadakan tiap bulan ini. Acara ini berakhir hingga pukul 22.00.

Keesokan harinya kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Tahajud berjamaah. Ada yang unik di pagi hari yaitu ketika hidangan untuk sarapan disuguhkan. Sebuah menu kuliner baru yang diberi nama sayur taraje (tangga dalam bahasa sunda peny.). Hal ini karena bahan utama sayur tersebut yaitu bambu muda atau lebih dikenal dengan nama iwung. Sayur dengan lontong ini benar-benar dilahap oleh khuddam dan athfal yang memang sedang lapar akibat udara pagi hari itu.

Dari Parakantelu rombongan berangkat ke Cibatu karena ada kabar mengenai meninggalnya seorang anggota disana. Bu Idah yang telah berusia lebih dari 70 tahun meninggal pada malam harinya. Rombongan pun kesana untuk menghadiri pemakaman beliau sekaligus mengunjungi rekan Khuddam lain yang tidak dapat hadir pada malam harinya.
Ryan Hidayat

Tuesday, 17 March 2015

MKAI Goes To Singapore : Pengalaman Pelajar Ahmadiyah Indonesia ke Singapura

pelajar-ahmadiyah-ke-singapura
Alhamdulillah saya mendapat kesempatan yang sangat berharga dari PPMKAI untuk mengunjungi Negara Singapura. Saya Muhammad Tahir A, Mohammad Attaussalam, Rizki Septian, Rowahudin Ahmadi, dan Said Ahmad merupakan  5 orang pelajar yang terpilih untuk mengunjungi perguruan tinggi terbaik di Singapura dan mengunjungi pameran Universitas-universitas.
   
pelajar-ahmadiyah-Indonesia-ke-singapura Muhmtamim Ta’lim PPMKAI Bapak Akhmad Riyanto yang membimbing kami selama di Singapura berangkat bersama yang lainnya pada hari Rabu, 11 Maret 2015, karena pada minggu-minggu itu sekolah saya sedang mengadakan Ujian Sekolah tingkat akhir pendidikan masa SMA, sehingga saya harus menunda keberangkatan saya hingga akhirnya pada hari Kamis, 12 Maret saya pergi sendiri menyusul rekan-rekan yang lain.
    
Pesawat take off pukul 10.00 WIB, lama perjalanan 1 jam 45 menit. Sementara Pa Akhmad Riyanto dan yang lainnya mengunjungi Nasional University Singapore, sedangkan saya baru sampai di bandara Changi. Saya menuju mesjid menggunakan transportasi umum yaitu MRT(Mass Rapid Transit), karena kondisi kereta MRT yang sangat nyaman, bersih dan dingin, maka dari itu saya senang jika menggunakan MRT, ditambah lagi biayanya relatif murah dibandingkan trasnportasi umum yang lain. Ketika sampai di mesjid, di sanalah saya baru bertemu Pa Akhmad dan rekan-rekan yang lainnya untuk pertama kali. Kemudian kami berkenalan satu sama lain, setelah itu ada seorang khudam Singapura bernama Razi datang kepada kami, dia bersedia untuk mengantarkan kami selama di Singapura . Dia juga kebetulan baru pulang dari wanasigra selama satu bulan. Setelah shalat asar berjamaah, kami di jamu oleh Bapak Hasan dan istrinya untuk makan sore sebelum berangkat ke pameran Universitas. Sampai di pameran, kami bisa bertanya sesuka hati ke setiap stand-stand bazaar mengenai Universitas yang mereka miliki. Kami sangat antusias dan tertarik.
     
pelajar-ahmadiyah-Indonesia-ke-singapura
Jumat, 13 Maret 2015 kami berencana  untuk mengujungi Science Center. Kami pergi menggunakan MRT, dari mesjid menuju stasiun paya lebar jalan kaki 10-15 menit, sedangkan lamanya perjalanan menggunakan MRT 45 menit.
    
Kali ini ada seorang khudam lagi yang mau menemani kami, bernama Faiz, jadi kita berjumlah 8 orang mengujungi Science Center. Science Center merupakan sebuah tempat yang berisi ilmu-ilmu pengetahuan, bisa dikatakan juga sebagai wadah aplikasi dari ilmu pengetahuan. Dari mulai struktur tubuh kita, bagaimana cara tubuh kita bisa berfungsi yang dikendalikan oleh otak, bahkan hingga teori-teori bagaimana bumi ini bisa terjadi. Semua ini lengkap berada di Science Center, dikemas secara menarik dan tentunya kami sangat tertarik dan enjoy berada disana.
     
pelajar-ahmadiyah-Indonesia-ke-singapura
Kemudian kami melaksanakan shalat Jumat di mesjid Thaha Singapura. Setelah itu, kami pergi ke Esplanade lIbrary, dekat dengan Merlion. Disana kami melihat-lihat dan membaca buku. Dari esplanade library kami jalan menuju iconnya SIngapura, ya Merlion namanya. Rasanya kurang lengkap jika ke Singapura tidak mengunjungi Merlion.
 
Hari terakhir kami acara santai, kami mengujungi Mustofa dan Bugis untuk membeli oleh-oleh. Pada hari ini terasa ada yang beda, karena kami tidak lagi di antar oleh Razi dan Faiz, karena mereka ada keperluan. Yang biasanya jalan kami cepat, hari ini kami jalan santai karena harus melihat petunjuk-petunjuk yang ada.
 
pelajar-ahmadiyah-Indonesia-ke-singapura
Alhamdulillah kami sampai di Indonesia dengan selamat, membawa ilmu-ilmu yang bermanfaat juga kenangan yang sangat berharga.

Saya berterima kasih kepada keluarga saya yang memberi dukungan dan doa, kepada PPMKAI yang merencanakan kegiatan ini juga membiayai kami sepenuhnya sehingga kami tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun, kepada khudam Singapura yang bersedia menemani kami, kepada Bapak Hasan basri juga istrinya yang selalu menjamu kami makanan yang lezat, juga rekan-rekan khudam di Tasikmalaya yang mendukung dan memberikan doa , dan juga kepada seluruh warga jemaat ahmadiyah yang memberikan doa kepada kami. Saya berharap kegiatan ini akan terus berlangsung dari tahun ke tahun, karena banyak manfaat yang bisa diambil. 
 
Muhammad Tahir Abdussalam (MKAI Tasikmalaya)









Wednesday, 4 March 2015

Pelajari Ahmadiyah Pemuda Singapura Live-in di Wanasigra

Wanasigra - Sabtu, 24 januari 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi Razi Uddin, Khuddam asal Singapura yang selalu setia memakai kaca matanya itu, untuk pertama kalinya menapakkan kaki di Kp. Wanasigra, Tenjowaringin-Salawu, Kab. Tasikmalaya. Khuddam yang akrab di panggil Razi ini akan menjalani live-in selama satu bulan di Kp. Wanasigra dan ikut belajar di SMA Plus Al-Wahid. Bapak Mubarik Ahmad, pamannya yang berasal dari Indonesia yang merekomendasikan agar Razi tinggal dan belajar di Wanasigra, khususnya di SMA Plus Al-Wahid.

Tujuan pemuda berperawakan tinggi ini untuk mempelajari ilmu Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan tentunya mempelajari ke-Ahmadiyahan. Selama satu bulan, pria yang lahir pada tanggal 17 oktober 1997 ini, tinggal di rumah Bapak Dodi Kurniawan, salah satu guru SMA Plus Al-Wahid yang rumahnya pun tak jauh dari tempat beliau mengajar. Bapak Dodi, juga adalah guru yang membantu Razi untuk belajar Bahasa Arab. Selain Pak Dodi, ada beberapa guru yang juga membantu, seperti Muballigh Pembina SMA Plus Al-Wahid, Mln. Nur Ahmad Firmansyah, yang mengajarkan tentang ke-Ahmadiyah-an. Penggemar sepakbola ini mengatakan ilmu yang ia dapatkan sangat banyak. Ia menjadi lebih memahami soal Ahmadiyah yang ternyata cukup besar di Indonesia.

Putra ke-3 dari 5 bersaudara ini, memberikan kesan pertamanya saat tiba di Kp. Wanasigra, ia bilang bahwa disini udaranya dingin, suasana alamnya masih alami, berbeda dengan di negeri singa yang udaranya panas. Walaupun sempat sakit tetapi ia akhirnya dapat beradaptasi dengan cuaca disana. Selain itu, Razi pun berkisah bahwa pada awalnya ia merasa takut, jikalau siswa/siswi SMA Plus-Alwahid tidak mau berteman dengannya, tidak mau bergaul dengannya, karena perbedaan budaya, dan tentunya karena mereka dari negara yang berbeda pula. Namun, setelah menjalani live-in selama kurang lebih empat minggu, ternyata justru kebalikan dari apa yang ia pikirkan sebelum nya. Selama disana, ia pun belajar bahasa sunda dari orang-orang di sekitarya. Tamu istimewa ini pun mengaku menyukai Siomay, juga merasa aneh dengan rasa Tempe karena tidak pernah ia makan selama di Singapura.



Di SMA Plus Al-wahid, Razi mempunyai banyak teman. Kebanyakan temannya adalah yang berasal dari Asta (Asrama Tahir Ahmad). Setiap hari ia habiskan bersama teman-teman barunyya. Mereka Tahajud, Shalat berjamaah, mengaji, belajar menghafal Al-Qur’an bersama-sama. Berbagai macam kegiatan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya ia rasakan seperti ngaliwet, ia ikut bersama-sama siswa Al-Wahid lainnya makan bersama di atas daun pisang.

Banyak kenangan yang indah namun ujung pertemuan pun tiba. Apadaya, putra dari Tuan Kamaruddin ini memang harus kembali ke tanah airnya untuk melanjutkan pedidikan. Pada bulan desember tahun lalu (2014) Razi telah menyelesaikan pendidikannya di Yio Chu Kang Secondary School, dan pada bulan April mendatang Razi melanjutkan pendidikan nya di Polytechnic National Singapore.
ahmadiyya-singapore

Razi meninggalkan Wanasigra pada tanggal 19 februari 2015. Di jam-jam terakhir kepulangannya, ia masih sempat mengikuti kegiatan pekan Nasirat dan Athfal di cabang Wanasigra sekaligus memperingati Hari Muslih Mau’ud ra.

Tentu banyak hal yang tak akan ia lupakan dengan mudahnya, "Saya pikir saya tidak akan pernah melupakan ketika saya tinggal di Wanasigra, terutama teman-teman saya, guru-guru yang sudah membimbing saya, serta orang-orang yang ada di sekitar saya.” Itu yang ia sampaikan ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika hendak meninggalkan tempat yang memberikan kenangan selama satu bulan ini.

Pemuda dari negeri jiran ini juga menyampaikan pesan nya untuk teman-temannya di SMA plus Al-Wahid, "Pesan saya untuk teman-teman di SMA Plus Al-wahid, apapun yang terjadi, apapun yang sedang kalian pelajari sekarang, jangan mengeluh, segala sesuatu mempunyai proses, setiap apapun yang kalian lakukan mempunyai konsekuensi, jangan menyerah, tetap kejar impian kalian untuk menuju kesuksesan. Oke?”

Begitulah, setiap pertemuan, ada perpisahan. Setiap ada yang pergi, pasti akan ada yang datang. Semoga perpisahan ini menjadi awal dari pertemuan yang selanjutnya. Kejarlah mimpi-mimpi besar kalian, hingga pada satu titik, ketika Allah mengizinkan, Allah akan mempertemukan kalian lagi. (Tahirah)
ahmadiyya-singapore

Monday, 2 February 2015

Malam Khuddam dan Athfal Wilayah Garut : 4 in 1

 Garut - Malam minggu terakhir di bulan Januari ini digunakan oleh para anggota Khuddamul Ahmadiyah dan Athfalul Ahmadiyah di wilayah Jabar 6 (Garut) ini untuk melaksanakan instruksi dari PPMKAI agar dapat melaksanakan malam Khuddam dan Athfal. Dapat dikatakan ini adalah program 4 in 1. Ada 4 kegiatan yang dilaksanakan pada 1 waktu.

Sebelum kegiatan tarbiyat dilaksanakan, anggota Khuddam dan Athfal digiring dulu ke lapangan futsal. Waktu satu jam tidak sudah cukup menampilkan kegembiraan pada wajah para peserta malam khuddam tersebut. Khuddam dan Athfal digabungkan dalam satu tim untuk menambah keseruan olahraga yang menjadi salah satu olahraga favorit di Indonesia saat ini.

Mln. Tatep Wahyu (kanan)
Malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Malam Khuddam dan Athfal sesuai arahan dari PPMKAI. Anggota Khuddam mengadakan kegiatan yang terpisah. Athfal sendiri dites bacaan Al-Qur'an mereka. Sudah sejauh mana para athfal menguasai ilmu dalam membaca Al-Qur'an dengan baik

Sedangkan di bagian Khuddam, Mln. Syihab Ahmad sebagai pembicara pertama memberikan amanat terlebih dahulu mengenai bagaimana anggota Khuddamul Ahmadiyah ini merupakan motor dari pergerakan Jemaat. Sebuah kendaraan tidak akan dapat melaju jika mesinnya mati. Maka dari itu, semua anggota Khuddam harus bisa menjadi tulang punggung segala macam kegiatan di Jemaat lokalnya masing-masing.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan tarbiyat khusus  anggota Khuddam yang sudah berkeluarga. Materi diberikan oleh Mln. Tatep Wahyu yang menyampaikan bagaimana seorang kepala keluarga harus membimbing dan memberikan contoh bagi anggota keluarga yang lainnya dalam ilmu-ilmu keagamaan.

Kegiatan Athfal
Acara malam itu pun ditutup dengan ritual ngaliwet yang mengobati rasa lapar para peserta di malam yang cukup dingin karena diguyur oleh hujan. Acara malam itu pun ditutup dan para peserta segera beristirahat untuk dapat mengikuti Sholat Tahajud berjama'ah keesokan harinya. (Syihab)
 

Friday, 23 January 2015

Donor Darah Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya telah mengadakan donor darah dalam memperingati Maulid Nabi.
donor-darah-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Jumat 23 Januari 2015 sebanyak 53 labu darah terambil dalam kegiatan donor darah yang baru pertama kali kembali diadakan oleh Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya secara mandiri, sebelumnya kegiatan donor darah selalu bergabung dengan instansi atau LSM lain yang mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh anggota Jemaat Ahmadiyah yang berada di daerah Tasikmalaya yaitu dari Singaparna, Kawalu, Sukapura, Cigunung, Indihiang dan Tasikmalaya sendiri sebagai tuan rumah. Anshar Wilayah menjadi panitia penyelenggara kegiatan ini.

Anggota Jemaat Ahmadiyah yang menjadi peserta terdiri dari berbagai usia baik kaum laki-laki maupun kaum permpuan dari usia minimal sampai mereka yang beusia dibatas maksimal darahnya dapat diambil hadir dalam kegiatan ini. Peserta termuda masih duduk di kelas 2 SMA yang merupakan donor pertamanya dan berhasil diambil oleh petugas PMI UPTD Tasikmalaya.
donor-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Keterangan dari Ade Al Mahdi anggota Ansharullah yang menjadi panitia kegiatan ini menyatakan jumlah yang hadir 85 orang dan darah yang terambil 53 orang, sedikitnya jumlah ini dikarenakan banyak anggota pendonor aktif yang telah diambil sebelumnya karena diminta oleh yang memerlukan darah seperti oleh anggota keluargan yang salah satu anggota keluarganya menderita thalasemia dan yang lainnya banyak yang jadwal donornya telah lebih dulu. Beberapa fakor tidak terambil dikarenakan calon pendonor tidak memenuhi syarat diantaranya usia diatas 60 tahun, tekanan darahnya tinggi, Hb darahnya tidak memungkinkan dan kaum perempuan dikarenakan mereka baru saja dalam masa haid yang dibatasi minimal 1 minggu baru bisa melakukan donor darah.

Salah seorang petugas dari PMI yaitu Yuli mengatakan "Usia minimal untuk donor adalah 17 tahun dan berat badan 45 kg, kadar Hb harus berkisar 12-19. Bila diatas itu darah diambil tapi tidak digunakan untuk donor, dibuang dan itu untuk memperbaiki darah yang terlalu kental dari calon pendonor" beliau menganjurkan agar mereka yang darahnya mendekati skala 19 untuk rutin berdonor demi kesehatannya. Yuli menambahkan "Agar darah bisa diambil istirahat yang cukup tidur harus diatas 5 jam dan banyak makan sayuran dan daging ati sebagai penambah darah." saat ditanya manfaat donor Yuli menjawab "Donor darah itu kalau dalam kendaraan seperti ganti oli yang harus rutin dilakukan agar kendaraan mesinnya baik, berdonor baik bagi sirkulasi darah kita."
jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Dindin Sarifudin salah seorang anggota Ansharullah saat dimintai keterangan menyampaikan "Pihak PMI menyambut baik kegiatan donor darah ini dan menganjurkan agar kegiatan rutin dilakukan" sementara dari keterangan seorang anggota Lajnah Imaillah Kawalu, Ranti Rahimah menyampaikan secara panjang lebar "Ada yang datang meminta darah Golongan A untuk keluarganya yang menderita thalasemia, saat ke PMI ia dianjurkan datang ke kegiatan donor darah Jemaat Ahmadiyah, ia datang sendiri untuk meminta darah yang diinginkan. Ia sangat kagum dengan kebaikan orang ahmadiyah dan baru mengetahui di kota Tasikmalaya ada juga ahmadiyah yang mendonor darah, sebelumnya ia hanya tahu kalau kebanyakan sumber darah berasal dari pendonor anggota Jemaat Ahmadiyah yang berasal dari desa Tenjowaringin."

Ketua Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi dan akan rutin dilakukan selanjutnya sekaligus untuk memberdayakan Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya yang cukup megah dengan kegiatan yang bermanfaat. Ditemui ditempat terpisah Mubaligh Wilayah Jemaat Ahmadiyah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang turut pula mendonorkan darahnya menyampaikan. Bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk Anggota Jemaat Ahmadiyah, beliau mengharapkan semua elemen warga masyarakat dapat ambil bagian menjadi pendonor minimal warga masyarakat yang berada di sekitar lingkungan masjid. Beliau juga meminta agar anggota Jemaat Ahmadiyah kedepannya mengajak warga masyarakat lainnya untuk turut ambil bagian menjadi pendonor darah.
ahmadiyah-tasikmalaya

by: Doni Sutriana


Saturday, 3 January 2015

Clean The City : Tahun Baru dengan Membersihkan Alun-alun Garut




Garut - Mengawali hari pertama di Tahun 2015, sebanyak 120 orang athfal dan nasirat ditambah beberapa mentor Khuddam dan Lajnah turun membersihkan salah satu ikon dari Kabupaten Garut yaitu alun-alun Garut.

Pasukan semut sampah ini membersihkan alun-alun dari sampah yang berserakan sisa dari perayaan Tahun Baru di malam sebelumnya. Anak-anak berbaris membuat sebuah barisan yang panjang kemudian maju perlahan-lahan untuk memungut sampah yang ada di sekitar mereka kemudian membuangnya ke kantong sampah yang dipegang oleh para mentor yang menghabiskan waktu tahun baru mereka bersama anak-anak calon penerus generasi Jemaat ini. 

Petugas kebersihan yang dating kemudian pun merasa terkejut dan senang sekali melihat banyaknya orang yang membantu pekerjaan mereka. “Waktu tadi melihat sampah yang berserakan berat rasanya” saur Umar salah satu petugas kebersihan yang bertugas di sana. Tetapi dengan adanya tangan-tangan mungil yang membantu mereka, pekerjaan mereka pun terasa lebih ringan. 


Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pekan Madrasah yang dilaksanakan oleh wilayah Jabar 6 untuk mengisi pergantian tahun. Hal ini juga merupakan bagian program Clean The City yang diprogramkan oleh PPMKAI dan dilaksanakan serentak di beberapa wilayah. (Syihab)



Pekan Madrasah Jabar 6 : Mengisi Tahun Baru ala Athfal dan Nasirat

 Garut - Penghujung tahun 2014 ini seperti beberapa tahun ke belakang di wilayah Garut selalu diisi dengan kegiatan untuk anak-anak Athfal dan Nasirat. Mengambil tajuk “Mengisi Tahun Baru ala Athfal dan Nasirat”, 120 orang anak-anak dari berbagai Jemaat lokal di wilayah Jabar 6 berkumpul di Mesjid Nasir, Garut.

Kegiatan yang dimotori oleh MKAI Jabar 6 ini cukup mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Jumlah peserta yang hadir pun lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak Ahmadi dalam menyambut pergantian tahun tidak mengisinya dengan kegiatan hura-hura, pesta-pora, bergadang, dan hal-hal negatif yang sering terjadi di malam tahun baru. Anak-anak diarahkan agar menyambut tahun 2015 ini dengan bersyukur, berdoa kepada Allah Ta’ala dalam sholat tahajud serta agar diri mereka dekat dengan mesjid. 


Acara dimulai pukul 16.00 dengan sesi ice breaking dimana anak-anak saling mengenal satu sama lain melalui games yang dikemas menarik oleh para mentor. Setelah makan malam acara dilanjutkan dengan berbagai macam perlombaan rohani seperti MTQ, adzan, hafalan Juz Amma serta Cerdas Cermat. 

Keesokan harinya tidak kalah seru. Setelah Ta’limul Qur’an oleh Muballigh Wilayah, Mln. Ridwan Ahmad, anak-anak dibawa ke alun-alun Garut dalam rangka membersihkan sampah-sampah sisa peringatan tahun baru pada malam sebelumnya. Sangat terlihat sekali bedanya sebelum dan sesudah operasi semut yang dilakoni anak-anak Ahmadi yang penuh semangat memungut sampah dan membuangnya ke dalam trash bag yang sudah disediakan oleh panitia.

Setelah operasi semut di alun-alun Garut para peserta mengikuti perlombaan jasmani seperti membangun menara, melukis wajah, estafet air serta jacket racing yang memancing gelak tawa para peserta maupun pembimbing yang hadir pada acara tersebut.
Pukul 11.00 WIB akhirnya acara pun ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang serta doa yang dipimpin oleh Muballigh Wilayah Jabar 6.  (Syihab)