Ahmadiyya Priangan Timur

.

Sunday, 19 July 2015

Khutbah Jumat: KEBERKATAN ALLAH YANG TAK TERHINGGA

Ringkasan Khotbah Jumat
Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz
tanggal 3 April 2015 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hadhrat Masih Mau’ud (as) suatu kali mengatakan: Allah Ta’ala memberikan penekanan yang besar dalam menciptakan nur kebenaran guna mendukung misi kita namun mata orang-orang ini tidak juga terbuka. Beliau bersabda satu kali seorang penentang menulis kepada saya dengan mengatakan bahwa orang-orang tidak akan menyerah dalam melawan anda namun kami tidak mengerti satu hal, meskipun ditentang anda senantiasa sukses dalam berbagai hal yang anda kerjakan.

Tentu saja hal ini merupakan penggenapan janji Ilahi. Para musuh kita terus menerus berusaha hingga hari ini, namun dengan kasih karunia Tuhan Jemaat ini terus berkembang. Dimana pun Ahmadiyah ditekan atau ada upaya untuk melenyapkannya, Tuhan akan membangkitkan semangat pengorbanan para Ahmdi dari berbagai negara dan Dia akan membuka jalan baru bagi Jemaat di negara-negara yang lainnya.

Tentu saja tidak diragukan lagi bahwa Jemaat ini didirikan oleh tangan Tuhan Sendiri dan akan terus berkembang pesat sesuai dengan janji Tuhan. Berikut ini ada beberapa kisah tentang bagaimana qalbu condong kepada kebenaran akan pesan Jemaat.

Mubaligh kita di Nigeria menulis bahwa satu kali mereka pergi bertabligh dengan menempuh jalan berlumpur. Tiga hari kemudian mereka kembali melakukan perjalan dengan menempuh rute yang sama, pada saat itu penduduk kampung menghentikan mereka seraya mengatakan bahwa mereka telah ditunggu kedatangannya. Para penduduk membawa mereka kehadapan Imam setempat yang meminta formulir bai’at. Mubaligh kita mengatakan kepada mereka agar jangan terburu-buru menyatakan bai’at, namun Imam tersebut mengatakan bahwa Tuhan telah memberikan keyakinan kepada mereka dan mereka tidak lagi ragu dengan kebenaran Ahmadiyah. Ketika ditanyakan kenapa hal itu bisa terjadi, dijawabnya bahwa setelah para Ahmadi pergi sekelompok Wahabi datang ke desa tersebut dan mengatakan kepada para penduduk desa bahwa orang-orang Ahmadi itu kafir bagaimana bisa mereka mengijinkan orang-orang kafir tersebut untuk ceramah! Imam tersebut menjawab bahwa disini lah perbedaannya; Orang-orang Ahmadi tersebut cuma berbicara tentang al-Quran dan Hadis, sementara para Wahabi malah mengatakan orang lain itu kafir. Ulama Wahabi tersebut pulang dengan kegagalan sementara bai’at dilaksanakan di desa tersebut.

Mubaligh kita dari Tanzania (Afrika Timur) menulis bahwa sebuah Jemaat besar didirikan diluar wilayah Tabora oleh seorang Ahmadi yang bernama Sulaiman Jummah Sahib. Beliau telah menyebarkan selebaran-selebaran (pamflet) di wilaya tersebut yang diikuti dengan Tabligh dan menghasilkan orang-orang yang bai’at. Dengan rahmat Allah Ta’ala jumlah orang-orang Ahmadi meningkat di wilayah tersebut. Meski mereka adalah orang-orang yang miskin dari segi duniawi namun mereka penuh dengan keimanan. Bahkan mereka telah membangun sebuah masjid dari tanah liat.

Amir dari Mali (Afrika Barat) menulis bahwa seorang Imam dari golongan lain telah bai’at dan berkata bahwa ia mendengarkannya melalui rekaman Audio Jemaat dan stasiun radio Jemaat dalam waktu yang lama. Ia mengatakan bahwa ayahnya juga seorang Imam yang telah mengubah banyak desa yang tak ber-Tuhan kedalam Islam. Ayahnya berkata kepadanya dalam mimpi bahwa Ahmadiyah adalah jalan kebenaran. Melalui Imam tersebut ribuan lebih orang menyatakan bai’at. Mereka pergi ke desa-desa lainnya untuk bertabligh. Orang-orang berdatangan dan beberapa dari mereka pulang ke rumah dan kembali dengan foto Hahdrat Masih Mau’ud (as), Huzur dan beberapa selebaran (pamflet). Mereka berkata bahwa mereka meyakini jika ini adalah komunitas yang sama dengan yang dikatakan almarhum saudara mereka. Mereka mengatakan bahwa saudara mereka bekerja di Ghana namun jatuh sakit saat berkunjung dan meninggal di tempat tersebut. Seribu orang pun berbaiat di tempat tersebut.

Mualim kita dari Mali menulis bahwa seorang Ahmadi pergi ke sebuah desa terdekat dimana orang-orang berkata kepadanya jika daerah tersebut sudah lama tidak turun hujan. Mereka berkata bahwa jika Jemaat ini adalah benar ia harus berdoa agar turun hujan maka mereka pun akan meyakini kebenarannya. Mualim tersebut melaksanakan shalat sunah nawafil dan berdoa dengan kerendahan hati yang mendalam agar tanda kebenaran Jemaat ini ditunjukan. Seketika hujan turun dengan derasnya dan penduduk desa tersebut berkata bahwa mereka mengakui jika Jemaat ini benar dan mereka seluruhnya masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah.

Seorang Mubaligh dari Ghana yang telah wafat menulis bahwa satu kali seorang Ahmadi yang sedang bertabligh diminta berdoa agar turun hujan. Ia berkata bahwa sejak itu setiap kali ia ceramah guna menyebarkan pesan Ima Mahdi (as) pasti akan minta hujan. Dengan rahmat Allah Ta’ala hujan turun dan sejumlah besar orang tersebut menerima Ahmadiyah.

Seorang wanita Mubayyin baru bernama Fatimah berasal dari Pantai Gading berkata bahwa ia menyadari apa itu Islam hakiki setelah bai’at. Ia meninggalkan semua bentuk amalan yang merugikan yang diikuti umat Islam lainnya.

Mubayin baru yang lainnya yang berasal dari Pantai Gading berkata bahwa kerohaniannya meningkat setelah baiat. Mengerjakan shalat adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan sekarang ini dan ia telah jauh lebih baik dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menjadi seorang Ahmadi kini mudah baginya untuk mengamalkan ajaran Islam yang sesunggunya dan ia pun lebih maju dalam hal wawasan dan pengetahuannya.

Raisuttabligh Republik Guinea (Guinea Conakry, Afrika Barat) menulis bahwa seseorang datang ke rumah misi meminta bantuan kepada Jemaat agar mendirikan sebuah masjid di desanya. Sebuah pengantar mengenai Jemaat diberikan kepadanya dan ia diberitahukan tentang kedatangan Isa yang dijajikan. Ia sangat puas setelah melewati sesi yang begitu panjang dimana segalanya dijelaskan kepadanya dan dikatakan bahwa kedua matanya kini telah terbuka. Ia menyarankan Jemaat untuk berkunjung ke desanya sehingga pesan tersebut tersampaikan ke semua orang. Ia mengatakan bahwa semenjak baiat ia merasakan perubahan ruhani di dalam dirinya yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Mubaligh dari Benin (Afrika Barat) menulis bahwa beberapa waktu yang lalu saat Masjid kita dibangun seorang pendeta Kristen lewat dan memuji keindahan bangunan tersebut dan bertanya Masjid apakah ini. Ketika dijelaskan bahwa itu adalah Masjidnya Ahmadiyah ia mengatakan bahwa ia akrab dengan pesan Muslim Ahmadiyah dan merasa jika orang-orang Ahmadiyah itu adalah orang-orang yang benar. Mubaligh kita bertanya bahwa jika ia yakin mereka itu orang-orang yang benar mengapa ia tidak menerima Ahmadiyah. Pendeta tersebut menjawab bahwa tentu saja Ahmadiyah adalah Islam yang benar dan ia berada dalam kondisi dimana karena alasan tertentu hal tersebut diluar dari kemampuannya.

Seorang Pendeta Kristen di Kongo (Afrika Tengah) menjadi Ahmadi dan mengatakan bahwa meskipun ia telah menjadi pendeta bertahun-tahun pada akhirnya ia tidak merasakan kepuasan batin dan kedekatan dengan Tuhan sebagaimana yang ia rasakan setelah menerima Ahmadiyah.

Seorang kawan dari Aljazair (Afrika Utara, Magribi) menulis bahwa ibunya bermimpi bahwa seorang Syeikh datang ke rumah mereka dan mengajarkan anak-anaknya ajaran Islam yang begitu positif dampaknya. Anak perempuannya menemukan MTA saat saluran televisinya diganti-ganti dan ketika wanita itu melihat foto Huzur ia begitu histeris (gembira) dan berkata bahwa orang yang ada di foto itu adalah orang yang sama yang dilihatnya dalam mimpi. MTA mengabarkan kepada mereka tentang kedatangan Imam Mahdi (as). Wanita itu menulis bahwa setelah mengambil baiat semua penderitaannya berubah menjadi kegembiraan (dengan mengamalkan ajaran Islam yang hakiki).

Mubaligh Kongo menulis bahwa seorang Ahmadi setempat telah bermimpi dimana ia mendapati dirinya sedang menghadap ke arah yang berbeda saat Shalat. Ia tidak mengerti arti dari mimpi tersebut. Kemudian, beberapa selebaran (pamflet) dari Jemaat diterimanya di tempat tersebut dan pria itu menempuh perjalanan sejauh 260 km untuk mengetahuinya lebih banyak lagi. Seorang Mualim Ahmadiyah dipanggil untuk menyampaikan pesan tersebut. Saat ditablighi oleh sang mualim orang itu pun menerima Ahmadiyah. Lalu ia menyadari bahwa mimpinya tersebut merupakan indikasi untuk menerima Islam Ahmadiyah. Banyak orang-orang yang lainnya pun yang baiat. Seorang mahasiswa kedokteran menyumbangkan sebidang tanah untuk pembangunan Masjid.

Arah kiblat semua umat Islam ketika Shalat adalah sama, jadi arti dari merubah arah shalat dalam mimpi tersebut adalah bahwa arah lahiriah bukan lah segalanya, kita harus merubah arah ruh yang ada didalam hati dan pikiran kita.

Mubaligh kita dari Republik Guinea (Guinea Conakry) menulis bahwa dengan rahmat Allah Ta’ala sebuah perkampungan yang besar yang terletak 200 km jauhnya serta beberapa desa yang berdampingan dengannya telah menerima Ahmadiyah. Pada saat Jemaat bermaksud untuk mengukuhkan keberadaannya di tempat tersebut kepala desa setempat berkata bahwa seluruh sumber daya manusia di desanya telah menyeberang ke Jemaat. Ia berkata bahwa mereka sangat bahagia telah bergabung dengan Jemaat Ahmadiyah, Islam hakiki yang telah membuka mata mereka.

Amir Kongo menulis bahwa tabligh Ahmadiyah melalui selebaran-selebaran mencapai daerah yang jauh terpencil, hal ini mendorong orang-orang untuk bisa berhubungan langsung dengan Jemaat via email. Seorang mualim dikirim ke daerah tersebut kemudian menetap disana selama tiga bulan dan menyampaikan pertablighan kepada mereka. Banyak sekali pertemuan yang dilaksanakan dan dengan rahmat Allah Ta’ala lebih dari 60 orang menerima Ahmadiyah. Mereka adalah orang-orang yang mulia dalam ketulusan dan keikhlasannya bahkan salah seorang dari mereka menempuh perjalan sejauh 600 km untuk menghadiri Jalsah pada tahun 2013. 300 km ditempuh dengan perahu dan sisanya dengan sepeda tua reot yang dipinjamnya dari seorang teman. Ketika mubaligh kita mendengar kisah pengayuh sepeda tersebut yang telah menempuh perjalanan sejauh 300 km untuk menghadiri Jalsah ia seakan tidak percaya.

Mubaligh kita dari Lungi (Sierra Leon) menulis bahwa beberapa orang telah ditablighi dan mereka ingin sekali masuk kedalam Ahmadiyah. Namun, seorang Imam ghair Ahmadi yang belajar di Arab Saudi memberitahukan mereka hal-hal yang berlawanan tentang Jemaat yang kemudian membuat mereka menjauh. Mereka dan Imam tersebut diundang ke Jalsah. Pada hari kedua Jalsah sang Imam menghampiri mubaligh kita dan berkata ‘Demi Tuhan Jemaat Ahmadiyah adalah Islam yang benar, saya tidak akan menentangnya dan jika siapa saja yang ingin bergabung dengan Ahmadiyah saya akan katakan kepada mereka agar melanjutkan dan melakukannya.’

Seorang Ahmadi dari Italia menulis bahwa program siaran langsung MTA yang disiarkan dari Kababir (Haifa, Israel) amat mengesankan bagi dirinya, dan selama kurang lebih enam bulan ia menyatakan bai’at di dalam hatinya, meskipun ia belum menandatangani formulirnya. Ia mengatakan jika ia tinggal sendiri dan kegembirannya dalam menemukan kebenaran Islam Ahmadiyah tak terhingga. Ia menganggap jika dirinya merupakan tanda kebenaran Ahmadiyah tersebut. Ia katakan bahwa ia pertama kali menonton MTA tahun 2008 pada waktu itu ia tidak memiliki pengetahuan tentang Jemaat sama sekali. Ia terus menyaksikan program-program MTA karena sangat menyukainya dan secara bertahap ia menerima kebenaran Ahmadiyah. Ia bai’at pada tahun 2013.

Seorang Ahmadi menulis dari Aljazair bahwa pada tahun 1990’an ia bergabung dengan Pasukan Pertahanan Sipil hal ini disebabkan karena kelompok Islam radikal yang membawa kekejaman teroris telah mengatas-namakan Islam, dan Pasukan tersebut bertugas melindungi para penduduk dari mereka. Ia berkata bahwa ia menjauh dari Islam sejak itu dan tak habis pikir melihat orang Islam membunuh orang Islam atas nama Jihad dan Islam. Ia terkejut ketika tahu bahwa Imam Mahdi pun datang untuk memerintahkan pembunuhan tersebut. Kawannya yang merupakan seorang Ahmadi berbicara kepadanya dan menjelaskan tentang perkara tersebut dan menyampaikan kepadanya tafsir al-Quran tentang perkara tersebut yang memuaskan dirinya. Ia diberitahu bahwa Tuhan telah mengutus Imam Mahdi satu abad yang lalu di India dan beliau mempunyai sebuah Jemaat yang sudah didirikannya. Mendengar hal tersebut, ia merasa seakan Tuhan telah mendengarkan doanya dan ia pun mengisi formulir bai’at!

Tak lama setelah itu ia bermimpi. Seseorang yang suci menarik dirinya dengan tangannya dari tempat yang gelap dan berjalan ke tepi laut dimana sebuah perahu menunggu. Seorang suci yang lainnya juga berada di sana, dan ketiganya naik ke atas perahu. Orang suci tersebut berkata kepadanya bahwa ia adalah Rasulullah (saw) dan orang yang satunya itu adalah Imam Mahdi, Masih Mau’ud (as). Perahu tersebut mencapai kapal yang besar dan kedua orang suci tersebut menyuruhnya untuk naik ke Kapal tersebut dan bergabung dengan orang-orang yang ada diatasnya.

Seorang Mubayyin Baru menulis dari Maroko bahwa ia adalah seorang guru sejarah dan geografi, dan meskipun dlimpahi keberkatan dari segi duniawi, namun ia terjerat dalam keangkuhan dan keburukan. Ia diperkenankan untuk mengambil bai’at yang menuntunnya membaca buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud (as) yang mana telah memurnikan ruhaninya.

Ketua Jemaat Nasional kita di Jepang menulis bahwa seorang yang berasal dari Jepang yang telah berhubungan selama enam bulan terpanggil setelah Huzur menyampaikan masalah kesyahidan para Ahmadi yang terjadi di Shiekupura, Pakistan pada saat khutbah Jumaat. Orang Jepang itu menyatakan keinginannya untuk menerima Ahmadiyah setelah mendengar berita kesyahidan tersebut.

Amir Yadgir, India menulis bahwa seorang pelajar Hindu melihat motto ‘Love for all harted for none’ pada buku catatan temannya yang Ahmadiyah. Motto tersebut membawa dampak yang dalam bagi dirinya dan ia meminta informasi lebih lanjut. Ia diberikan buku-buku dan literature-literatur untuk dibaca. Setelah mempelajarinya dengan mendalam dan menyaksikan pengkhidmatan Jemaat bagi kemanusiaan, ia merasa yakin dan baiat pada bulan Maret 2014.

Seorang kawan dari Mesir menulis bahwa ‘Demi Allah Jemaat ini benar’ dan berkata bahwa semoga seluruh dunia mengikuti ajaran Jemaat ini. Ia amat bersyukur bahwa ayahnya dan kemudian berangsur-angsur seluruh keluarganya menyatakan baiat.

Mubaligh kita dari Bosnia menulis bahwa setelah mengikuti rangkaian khutbah Jumaat Huzur mengenai reformasi amalan, terjadi peningkatan jumlah yang hadir pada waktu Shalat Subuh berjamaah. Kendati cuaca sangat dingin sekali, turun salju dan sebagainya para Mubayyin baru rela melakukan perjalanan hingga 10 km demi melaksanakan Shalat berjamaah.

Seorang Ahmadi menulis dari Macedonia (Eropa Selatan) bahwa istrinya tidak memperhatikan Pardah. Ia mengutarakan rasa terimakasinya bahwa setelah mendengar ceramah Huzur di tempat kaum Ibu pada saat Jalsah Jerman, Istrinya kini telah mengenakan pardah dan semakin meningkat dalam hal keimanan.

Semua cerita-cerita diatas hanyalah beberapa kilasan dari sekian banyak kisah yang tak terhitung jumlahnya yang diterima dalam laporan Huzur mengenai bagaimana Tuhan membimbing orang-orang tersebut kepada Kebenaran Ahmadiyah, Islam hakiki. Itu adalah tanda kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud (as). Kisah-kisah tersebut adalah bukti tentang nubuatan Rasulullah (saw) akan kebenaran dan kesempurnaan agama yang dibawah oleh beliau (saw). Amat sangat disesalkan bahwa umat Islam tertarik dengan apa yang mereka sebut ulama dan menolak untuk menerima kebenaran. Doa harus dipanjatkan untuk seluruh umat Islam. Dunia Islam ada dalam keadaan sangat menyedihkan. Para pemimpin Islam menindas rakyatnya dan akibat tidak adanya ruh kepemimpinan rakyat pun melawan pemimpinnya. Pembunuhan sekte (kelompok) sedang terjadi. Pada masa dahulu pemerintahan Islam dipenuhi dengan aksi kekerasan antar sekte (kelompok) yaitu antara kelompok Suni dan Syiah. Pada masa sekarang pemerintah Islam sendiri yang melibatkan diri dalam perselisihan tersebut. Situasi di Irak, Syiria dan Libiya semakin bertambah buruk beberapa tahun belakangan ini. Kini situasi antara Arab Saudi dan Yaman pun memanas dan bahaya besar akan meletusnya peperangan pun meluas. Lasykar-lasykar setan sukses dalam melemahkan umat Islam. Awalnya serangan dilancarkan secara langsung namun kini mereka menggunakan kekuatan mereka guna menyulut pertikaian dan umat Islam tidak berhenti dan berpikir mengapa para pengikut nabi terakhir ini ada dalam kadaan kacau balau seperti ini! Ada satu cara bagi mereka untuk menghindari terjadinya keburukan tersebut yaitu dengan menerima al-Masih yang diutus Tuhan. Semoga Allah Ta’ala meridhoi mereka agar dapat melakukannya dan semoga Allah Ta’ala meridhoi kita untuk mendoakan mereka!

Dua Shalat Jenazah diumumkan.

Shalat Jenazah bagi Intisar Ahmad Ayaz Sahib yang wafat pada tanggal 28 Maret pada usia 50 tahun di Boston, Amerika Serikat. Beliau adalah cucu dari pihak ibunya Maulana Abu Ata Jalundhri. Beliau lahir di Tanzania (Afrika Timur). Beliau adalah orang yang saleh, dawam membaca al-Quran dan melaksanakan Tahajud. Beliau mengabdikan (mewaqafkan) dirinya bagi Nizam Jemaat dan Khilafat serta telah berkhidmat di Jemaat dalam berbagai posisi. Beliau sangat gencar bertabligh dan membaitkan. Beliau adalah anak, adik, suami dan ayah yang teladan. Beliau meninggalkan orang tua, saudara perempuan, istri dan seorang putra yang berusia sepuluh tahun. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya dan menaikan derajatnya serta memberikan ketabahan bagi yang ditinggalkan.

Shalat Jenazah gaib untuk Waseem Ahmad, mahasiswa Jamiah Qadian. Beliau tenggelam di sungai Beas, India. Jasadnya ditemukan setelah empat hari pencarian, namun tidak ada bekas pada tubuhnya dan tubuhnya nampak biasa tidak seperti orang yang mati tenggelam. Beliau adalah mahasiswa yang pintar dan pekerja keras yang selalu terdapan dalam hal Shalat Tahajud. Beliau meninggalkan ibu, dua kakak laki-laki dan dua adik perempuan. Semoga Allah Ta’ala mengangkat derajatnya!

Mutiara-Mutiara Hikmah dari Khalifatul Masih II ra

Ringkasan Khotbah Jumat
Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz
tanggal 27 Maret 2015 di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hadhrat Masih Mau’ud as telah menyebutkan 5 cabang tujuan kedatangan beliau as yang salah satunya ialah penerbitan dan penyebarluasan selebaran (informasi, pemberitahuan) dalam rangka tabligh, dakwah dan itmaamul hujjah (penyempurnaan hujah). Beliau as bersabda: “Saya telah memutuskan untuk menerbitkan 40 selebaran pada hari ini sebagai penyempurnaan bukti bagi orang-orang yang menentang dan yang menolak. Jadi pada hari kiamat, saya dapat menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala bahwa saya telah memenuhi tugas yang untuk itu saya diutus.”

Hadhrat Masih Mau’ud as telah menerbitkan banyak selebaran bahkan sebelum beliau mendakwakan diri serta terus menerbitkannya hingga beliau wafat. Semua selebaran ini merupakan khazanah bagi dunia keagamaan. Ini merupakan keinginan yang mendalam dan yang sangat kuat dari diri beliau untuk menyelamatkan umat Islam, Kristen dan para pengikut agama lain dari kehancuran. Dan beliau sendiri bekerja dengan sangat rajin demi tercapainya tujuan ini. Bahkan selebaran beliau yang lebih kecil memperlihatkan perhatian serta kasih sayang beliau yang begitu mendalam bagi umat manusia dan untuk perbaikannya. Saat ini para Ahmadi harus mengekalkan dalam diri mereka keprihatinan dan kepedihan hati serta kepedulian terus hidup dan berlanjut untuk membuat perbaikan bagi sesama makhluk dan semuanya menaruh perhatian akan hal ini.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra meriwayatkan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as terus bekerja siang dan malam meskipun sedang dalam keadaan sakit. Beliau akan menerbitkan suatu selebaran dan akan terus menerbitkan selebaran lainnya selama para penentang belum reda melakukan aksinya. Beberapa orang berfikir bahwa dengan sering menerbitkan selebaran-selebaran maka dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan atau merusak. Namun Hadhrat Masih Mau’ud as mengatakan, “Besi yang panas akan mudah diolah dan dicetak. Oleh karena itu, saat besi sedang panas-panasnya, seseorang harus mengolahnya dalam suatu cetakan.” Setiap kali penentangan mereka mereda, beliau buat lagi selebaran lain. Selebaran beliau itu akan menimbulkan badai protes lagi. Namun, beliau tetap terus melakukan pekerjaan beliau siang dan malam. Inilah rahasia kesukesan beliau.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra meriwayatkan bahwa pada masa Hadhrat Masih Mau’ud as, tabligh dilaksanakan melalui selebaran-selebaran yang terdiri dari 2 hingga 4 halaman. Penerbitannya menciptakan kehebohan di seluruh negeri. Sejumlah 1.000 atau 2.000 selebaran diterbitkan.
Hadhrat Mushlih Mau’ud ra bersabda bahwa karena Jemaat telah tumbuh berkembang secara luas, maka mungkin diperlukan 100.000 selebaran untuk diterbitkan.

Beberapa tahun yang lalu (tiga atau empat tahun lalu), saya (Hadhrat Khalifatul Masih V aba) menginstruksikan kepada Jemaat untuk mempersiapkan serta mendistribusikan selebaran kecil sehingga dunia dapat mengetahui Islam yang sebenarnya dan juga diberitahukan bahwa Allah Ta’ala telah mengirim Hadhrat Masih Mau’ud as pada zaman ini untuk menghidupkan kembali ajaran Islam. Distribusi selebaran di seluruh dunia berjalan sangat sukses. Saya telah mengirim para Mahasiswa Jamiah ke Spanyol untuk bertanggung jawab atas tugas ini. Para mahasiswa Jamiah Canada mendistribusikannya di negara-negara Amerika Tengah yang memperluas tabligh dan walhasil banyak yang baiat. Selebaran yang hanya satu atau dua halaman ini hendaknya secara dawam diterbitkan dan disebarkan.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra memperingatkan tentang selebaran yang dipersiapkan secara pribadi karena hal tersebut dapat menimbulkan unsur ‘ujub (Narsisme, kemenonjolan diri). Hadhrat Masih Mau’ud as biasa meriwayatkan sebuah kisah berkenaan dengan hal ini. Seorang wanita memiliki cincin yang sangat indah namun tidak satupun sahabatnya yang mengagumi cincin itu. Wanita tersebut kemudian membakar rumahnya dan segalanya menjadi terbakar. Ketika semua orang berkumpul, wanita ini berkata kepada mereka, segalanya telah hancur karena terbakar api kecuali cicinnya ini yang selamat. Seseorang bertanya kepadanya kapan dia membuat cincin itu. Wanita itu menjawab jika saja ada orang yang telah menanyakan hal tersebut sebelumnya, maka rumahnya bisa terselamatkan.

Seraya menceritakan berbagai macam riwayat Hadhrat Masih Mau’ud as dan para sahabat beliau, Hadhrat Mushlih Mau’ud ra bersabda bahwa ketika para syuhada Afganistan sedang dilempari batu, mereka menghadapi situasi tersebut dengan gagah berani. Mereka hanya berdoa meminta petunjuk bagi mereka yang melempari batu itu. Kecintaan yang menggelora terhadap Allah Ta’ala mengubah cara berfikir seseorang. Kata-katanya memiliki pengaruh yang luar biasa dan wajahnya memancarkan cahaya rohani. Ribuan orang datang untuk melihat Hadhrat Masih Mau’ud as di Qadian dan seraya melihat wajah beberkat beliau as, mereka berkata bahwa ini bukanlah wajah seorang pendusta dan mereka menerima beliau as tanpa mendengarkan beliau as berkata satu patah kata pun. Bahkan sekarang orang-orang melihat foto beberkat Hadhrat Masih Mau’ud as dan kemudian berbaiat.

Hadhrat Masih Mau’ud as biasa bersabda bahwa pada saat itu ada 3 jenis orang di dalam Jemaat beliau as. Mereka yang telah mendengar pendakwaan beliau as serta telah berusaha untuk memahaminya dan kemudian menjadi seorang Ahmadi. Mereka mengetahui tujuan kedatangan beliau as dan mereka juga mengetahui bahwa mereka harus memberikan pengorbanan karena Jemaat para nabi sebelumnya juga harus memberikan pengorbanan.

Kemudian ada beberapa orang yang telah bergabung ke dalam Jemaat ini hanya karena Hadhrat Nuruddin ra, yang merupakan pembimbing mereka dan mereka menganggap beliau sebagai seorang wujud yang terhormat dan bijaksana, sehingga mereka berbaiat karena beliau ra sendiri telah berbaiat. Mereka tidak memahami hikmah di balik kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as dan tujuan dari misi beliau as.

Kemudian ada beberapa anak muda yang telah bergabung ke dalam Jemaat karena mereka sangat ingin menjadi bagian dari sebuah Jemaat Islam dan itulah alasan mereka bergabung ke dalam Jemaat. Ketika mereka menyadari bahwa tujuan utama dari Jemaat adalah agama, maka mereka pun pergi. Mereka hanya antusias untuk menjadi bagian dari sebuah organisasi. Dan karena tidak mungkin bagi mereka untuk menjalankan rencana seperti ini di kalangan muslim lainnya, maka mereka masuk Jemaat.

Mereka kira, misi Hadhrat Masih Mau’ud as adalah mendirikan sebuah organisasi saja bukan sebuah Jemaat rohani. Memang, banyak organisasi berkembang dengan cara yang berbeda dalam hal keimanan. Kemajuan dalam hal keimanan membutuhkan akhlak yang tinggi, rasa pengorbanan, shalat, puasa, ketergantungan dan ketaatan kepada-Nya. Dunia mungkin memandang hal-hal ini sebagai sesuatu yang gila namun dalam pandangan Allah Ta’ala, orang-orang yang mengikuti berbagai hal ini semua adalah orang-orang yang paling bijaksana.

Bahkan, pada saat ini, ada anak-anak muda di kalangan umat Islam yang memiliki semangat yang tidak terarah dan hanya antusias untuk bergabung ke dalam sebuah kelompok di kalangan umat Islam yang akan memberikan mereka identitas sebagai seorang Muslim. Berbagai laporan mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang agama.

Jika kita mengira bahwa kita dapat berbohong setiap kali perlu untuk berbohong, menipu dan mengelabui orang lain di manapun jika perlu, dan bergunjing serta mendengki kapanpun diperlukan, maka kita hendaknya ingat bahwa kita tidak akan pernah memperoleh kemajuan yang dijanjikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as. Dalam hal keimanan, segala aspek tersebut tidak mengandung sedikit pun keberkatan namun sebaliknya malah akan menarik laknat ilahi.

Perihal latar belakang dan keharusan berdirinya sekolah Talimul Islam di Qadian. Seraya mengkisahkan riwayat-riwayat masa-masa permulaan ketika para guru sekolah menengah (kelas 7 dan 8) di Qadian hampir semua beragama Arya (Hindu) karena sekolah tersebut milik kalangan mereka, Hadhrat Mushlih Mau’ud ra bersabda guru-guru beragama Arya ini akan mengajarkan anak-anak untuk tidak makan daging. Mereka juga menentang terhadap ajaran Islam. Anak-anak akan pulang dan menceritakannya kepada keluarga mereka.

Beliau ra berkata bahwa pada hari pertama di Sekolah Dasar Negeri yang mayoritas gurunya ialah orang Arya, beliau dikirimi bekal makanan dari rumah. Beliau pergi dan duduk di bawah sebuah pohon untuk menyantap bekal yang isinya hati. Anak yang lain yang beragama Islam yang sedikit lebih tua datang menghampirinya dan terkejut bahwa beliau sedang makan ‘maas’ (daging, istilah yang digunakan untuk menyebut daging oleh guru-guru Arya). Anak itu mengatakan bahwa para guru telah melarang para murid untuk memakan daging karena itu adalah hal yang kejam dan sangat buruk.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra bersabda, ini merupakan pertama kalinya beliau mendengar istilah ‘maas’ dan beliau tidak tahu apa artinya. Para murid Muslim selalu saja mendengar dari para guru mereka yang Arya perihal ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Islam. Setelah pulang, mereka menceritakannya kepada orangtuanya.

Ketika kisah ini sampai ke Hadhrat Masih Mau’ud as, beliau bersabda, “Walau bagaimana pun, yang jelas Jemaat harus melakukan pengorbanan dan Sekolah Dasar milik kita sendiri hendaknya dibuka.” Sekolah Dasar pun berhasil didirikan. Kemudian, Nawab Muhammad Ali Khan Sahib, suami saudari Hudhur II ra, sangat antusias untuk membuka sekolah. Dan ketika beliau pindah ke Qadian, beliau membuka Sekolah Menengah di sana. Sekolah Tinggi pun menyusul dibangun yang memakan waktu untuk berkembang.

Pada waktu Hadhrat Mushlih Mau’ud ra menulis, bersabda, saat ini ada sekitar 1700 siswa di Qadian, dan jika dihitung dengan siswa perempuannya, maka ada sekitar 3000 siswa. (padahal, sebelumnya hanya 170, 200, 300, 400, dan seterusnya) Kemudian Madrasah Ahmadiyya dibentuk dan para mubaligh lulus setiap tahunnya.

Pada masa-masa permulaan, anggota Jemaat kebanyakan adalah berasal dari kalangan orang-orang yang berpenghasilan kecil dan hanya ada sedikit di antara mereka yang sejahtera. Begitu banyaknya sehingga Hadhrat Khalifatul Masih I ra mengatakan bahwa sesuai dengan Al-Quran dan Hadits, pada awalnya, umumnya orang-orang penting dan terkemuka tidak beriman kepada para nabi Allah sehingga ini pun merupakan tanda kebenaran dari Hadhrat Masih Mau’ud as.

Pada hari ini, dengan karunia Allah Ta’ala, Jemaat menjalankan ratusan sekolah dan kampus di seluruh dunia. Anggota Jemaat sekarang termasuk dari kalangan para ahli terkemuka dan orang-orang penting. Di sini, para Ahmadi merupakan anggota parlemen nasional sedangkan di Afrika, banyak Ahmadi yang menduduki posisi kementrian yang tinggi. Tidak hanya meraih kedudukan yang tinggi secara duniawi namun mereka juga memiliki ketinggian rohani.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra kemudian menjelaskan perihal para Ahmadi menghadapi segala kekerasan di depan mereka pada masa permulaan lalu turunlah karunia-karunia Ilahi setelahnya. Diantara sikap kekerasan dimaksud adalah para Maulwi mengeluarkan fatwa terhadap orang-orang Ahmadi. Fatwa tersebut berupa dorongan agar membunuh orang-orang Ahmadi, merampas rumah-rumah mereka dan menikahi para wanita Ahmadi tanpa diceraikan oleh suami mereka, yang seharusnya haram di kalangan mereka, itu malah berpahala dan baik bagi kalangan mereka (laki-laki Muslim) yang dihasut para ulama tersebut.

Orang-orang yang bertabiat buruk menggunakan fatwa-fatwa tersebut sebagai tipu muslihat untuk menjalankan keburukan mereka. Waktu itu para Ahmadi diusir dari rumah mereka dan dipecat dari pekerjaan mereka. Harta benda mereka dirampas. Banyak yang terpaksa pindah ke Qadian dan hal ini memberikan tekanan yang besar pada sumber daya yang sedikit di Qadian.

Namun mengherankan,  ratusan orang di antara mereka malah diberi makan dua kali sehari dan orang-orang Qadian membuka pintu rumah mereka bagi mereka yang telah pindah dan seluruh keluarga menempati satu  ruangan yang disediakan oleh tuan rumah. Setiap pagi akan membawa persoalan dan tanggung jawab yang baru seperti yang dihadapi pada malam setiap malam. Bagaimanapun juga, keyakinan teguh mereka terhadap "أليس الله بكاف عبده"  “Tidak cukupkah Tuhan bagi hamba-Nya” senantiasa mengurangi semua kesulitan yang dihadapi.

Sekarang para Ahmadi dianiaya di dunia, namun sebagian besar situasi di Pakistan tidaklah seperti dahulu. Para Ahmadi telah pindah ke seluruh belahan dunia. Ketika dihadapkan dengan berbagai kesulitan, maka Firman Ilahi senantiasa bekerja sebagai pendukung bahkan pada hari ini. Hari ini, Langgar Khana Masih Mau’ud as berjalan di seluruh belahan dunia. Allah Ta’ala tidak pernah meninggalkan kita dan jika kita tetap menjalin hubungan dengan-Nya, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita di kemudian hari. Memang, perlu adanya pengorbanan yang siap diberikan oleh para Ahmadi dan dengan karunia Allah Ta’ala, setiap pengorbanan senantiasa membuka jalan-jalan baru.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra meriwayatkan bahwa seorang Hindu memiliki hubungan yang begitu tulus dengan Hadhrat Masih Mau’ud as sehingga Hadhrat Masih Mau’ud as bahkan setiap kali memerlukan uang beliau meminjam uang darinya. Alasan atas sikap tulusnya adalah bahwa dia telah melihat beberapa tanda Hadhrat Masih Mau’ud as jauh sebelum beliau mendakwakan diri. Pada waktu itu, mereka menginap di Sialkot. Pada suatu malam Hadhrat Masih Mau’ud as terbangun dan terlintas di hati beliau bahwa rumah tersebut sedang dalam bahaya. Jadi, beliau as membangunkan teman-teman beliau dan menyarankan agar keluar dari rumah. Teman-teman beliau mengeluh karena merasa tidur mereka terganggu. Mereka berkata bahwa tidak akan terjadi apa-apa, itu hanya khayalan beliau as saja, kemudian mereka kembali tidur. Sementara itu, perasaan Hadhrat Masih Mau’ud as semakin kuat dan beliau sekali lagi mengatakan kepada teman-teman beliau bahwa beliau mendengar suara mencicit dari langir-langit rumah dan mereka harus segera keluar. Beliau as begitu memaksa teman-temannya sehingga tidak ada lagi pilihan bagi mereka kecuali menyetujuinya. Hadhrat Masih Mau’ud as yakin bahwa rumah tersebut aman sejauh ini karena beliau masih berada di dalamnya dan beliau sendiri dilindungi oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, beliau meminta teman-temannya agar keluar dari rumah terlebih dulu. Ketika teman-teman beliau sudah keluar dan tepat ketika beliau melangkahkan kaki keluar dari rumah, atap rumah tersebut ambruk.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra biasa meriwayatkan sebuah kisah bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as suatu kali berpergian dengan kereta kuda dari Amritsar. Seorang Hindu berbadan besar bergegas ke atas kereta dan duduk dengan kaki yang dilunjurkan. Hadhrat Masih Mau’ud as duduk di tempat sempit yang tersisa. Hari itu adalah musim panas dan panasnya sungguh tak tertahankan. Allah Ta’ala begitu menghendaki adanya sekumpulan awan yang menaungi dan memberikan keteduhan di atas kereta beliau sepanjang jalan hingga kota Batala. Orang Hindu itu berkata, “Anda tampaknya merupakan seorang suci yang istimewa dari Allah Ta’ala.”

Memang, perlakuan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya dapat menjadi hal yang mengherankan jika diperhatikan oleh orang lain. Namun, syaratnya adalah kecintaan dan penghambaan yang sempurna kepada-Nya. Tidak diragukan lagi, orang-orang yang seperti ini akan dalam kondisi akhir yang baik. Secara duniawi, orang-orang yang berasal dari Allah Ta’ala mungkin tidak dihargai di mata dunia namun pada akhirnya mereka dihargai. Hal ini awalnya ialah dengan kecintaan dan penghambaan terhadap Allah Ta’ala yang pada akhirnya diganjar dengan pertolongan Allah Ta’ala.

Ada seseorang yang mendukung Hadhrat Masih Mau’ud as bernama Munshi Ahmad Jan Sahib. Beliau meninggal dunia sebelum pendakwaan Hadhrat Masih Mau’ud as. Namun, dengan wawasan kerohaniannya, beliau mengakui kualitas Al-Masih yang dimiliki Hadhrat Masih Mau’ud as. Sebelum meninggal, beliau menasehati anak-anaknya bahwa beliau akan meninggalkan dunia namun mereka hendaknya memperhatikan bahwa Mirza Sahib pasti akan menyampaikan pendakwaan dan beliau menasehatkan kepada anak-anaknya untuk menerima beliau as. Sewaktu muda, Munshi Sahib telah mengkhidmati seorang suci selama 12 tahun dengan menggerakkan sebuah treadmill yang ditarik oleh sapi (penggilingan untuk mendapatkan tepung) sebelum orang suci itu memberikan ilmu rohaninya kepada beliau.

Orang-orang yang dianggap memiliki kerohanian tinggi sangat kikir memberikan pengetahuan rohani mereka kepada yang lain. Hadhrat Masih Mau’ud as tidak hanya memberikan semua pengetahuan rohani kepada dunia namun juga menyingkapkan segala persoalan yang hingga saat ini belum diketahui dan menyebarluaskannya. Akan tetapi, kendati pun demikian, seperti yang dinubuatkan oleh banyak hadits, orang-orang tidak menghargainya dengan penghargaan yang semestinya atas beliau as.

Senyatanya, orang-orang yang dipandang sebagai rohaniawan oleh para penduduk dunia tidak dapat bersaing dengan atau tidak dapat mencapai keluhuran mereka yang telah dikirim oleh Allah Ta’ala khususnya dengan tugas untuk mengadakan perubahan di dunia, untuk meningkatkan kerohaniannya dan membawanya semakin dekat dengan-Nya.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa Allah Ta’ala telah mengirim beliau untuk menghilangkan segala kepahitan yang telah berkembang di dalam hubungan antara Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya dan menggantinya sekali lagi dengan kecintaan dan ketulusan. Untuk menyingkapkan kebenaran agama yang telah tersembunyi dari mata dunia dan menunjukan teladan kerohanian yang telah dikubur di bawah kegelapan keinginan pribadi! Dan lebih dari segalanya adalah sekali lagi untuk menaburkan benih-benih Ketauhidan Ilahi  yang gilang-gemilang yang telah dimiliki dunia namun telah ditinggalkannya.

Kita berdoa kepada Allah supaya Dia memberi taufik kepada kita untuk menunaikan hak baiat, menikmati perjumpaan Ilahi, mengetahui hakikat-hakikat agama dan mengamalkannya, kita menambah kerohanian, meraih bagian dari kilau tauhid hakiki. Begitu juga kita berdoa semoga Allah memberi taufik kepada penduduk dunia supaya mengetahui hal-hal itu, memberi taufik kepada umat Islam khususnya agar memahami apa yang ada di hati Hadhrat Masih Mau’ud dan Mahdi Ma’hud as berupa keprihatinan atas Islam dan mereka masuk kedalam baiat kepada beliau as.

Hudhur mengumumkan akan melaksanakan 2 shalat jenazah ghaib. Pertama, Noman Ahmad Anjum dari Karaci disyahidkan pada tanggal 21 Maret ketika ada penyerang bersenjata menembaknya ketika sedang berada di toko. Segera pemilik toko memberi tahu saudaranya agar segera datang ke tempat kejadian. Ambulans telah dipanggil namun Noman Ahmad Anjum meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Beliau lahir di Rabwah pada tahun 1985 dan merupakan seorang Musi. Beliau merupakan seorang Ahmadi muda yang setia. Para penentang telah mengancamnya sebelumnya dan beliau senantiasa berkata kepada adiknya untuk berhati-hati. Semoga Allah Ta’ala meninggikan derajat beliau.

Kedua, seorang insinyur, Farooq Ahmad Khan Sahib, seorang Naib Amir wilayah Peshawar, meninggal dunia pada kecelakaan mobil. Beliau lahir pada tahun 1954 dan meskipun keluarga beliau telah masuk Jemaat Ahmadiyah pada masa permulaan, namun kemudia mereka masuk ke Jemaat Lahore. Farooq Sahib baiat pada tahun 1989 dengan kembali ke Jemaat Ahmadiyah. Beliau merupakan seorang musi. Semoga Allah Ta’ala mengampuni beliau serta menurunkan berkat kepada beliau.

Penerjemah: Hafizurrahman; editor: Dildaar Ahmad

Friday, 17 July 2015

Perayaan Idul Fitri Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya

Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada hari Jumat sesuai dengan keputusan pemerintah Republik Indonesia.
Perayaan-Idul-Fitri-Jemaat-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Khutbah Idul Fitri Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya
Tepat pukul 6.30 WIB shalat Id didirikan 300 jamaah yang memenuhi 2 lantai bangunan masjid Mubarak di jalan Nagarawangi Tasikmalaya. Mln. Yahya Sumantri mubaligh lokal Jemaat Ahmadiyah Cabang Singaparna menjadi imam dan yang menyampaikan khutbah pada shalat Idul Fitri tahun ini.

Dalam khutbahnya beliau menyampaikan inti sari khutbah Idul Fitri Hazrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad tanggal 30 Juli 2014 di Masjid Baitul Futuh, London. Dalam khutbah tersebut Khalifah mengingatkan jemaat tentang hakikat Id yang hakiki, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa selain Idul Fitri dan Idul Adha hari jumat juga merupakan hari Id namun banyak yang melalaikan Id ini dan tidak menaruh perhatian serta tidak terbiasa menghadirinya.
Perayaan-Idul-Fitri-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Mln Yahya Sumantri khutbah idul fitri
di Jemaat Ahmadyah Tasikmalaya
Mengutip sabda khalifah, Mln Yahya Sumantri menyampaikan "Janganlah mengira dengan menunaikan shalat jumat ataupun shalat Id, kalian telah merayakan Id hakiki dan mencapai maqam keruhanian yang kalian rindu-rindukan." seraya menagaskan kutipan sabda "Sebenarnya Id-Id itu datang supaya menarik perhatian kita bahwa maqam-maqam ruhani juga bersifat relatif. Jika seseorang tidak menjadikan setiap jumat dan setiap Id sebagai sebab untuk meningkatkan maqam keruhanian tentu kesempatan-kesempatan ini akan menjadi sebab kehancurannya bukan menjadi sebab kebahagiaannya."

Dalam khutbah yang dibacakan oleh Mln Yahya Sumantri ditegaskan oleh sabda khalifah bahwa Id hakiki adalah yang didalamnya insan merasakan kelezatan dalam beramal, maksudnya ia merasa bahagia ketika mempersembahkan pengorbanan-pengorbanan dan ia bersedia untuk mati di dalam api serta selamanya tidak berfikir untuk meninggalkan beramal.

Pada akhir khutbah disampaikan mengenai sunnah Rasulullah yang harus diikuti oleh para jemaah yaitu puasa 6 hari di bulan syawal, dimana mengutip hadits Mln Yahya Sumantri menyampaikan bahwa barangsiapa mengerjakan puasa di bulan ramadhan dan diikuti 6 hari selanjutnya puasa di bulan syawal ia seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.
Idul-Fitri-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Musafahah setelah shalat Id
Pesan terakhir yang diingatkan kepada Jamaah yang hadir adalah mengingatkan untuk membayarkan zakat Mal, Mln. Yahya Sumantri menegasakan kepada Jamaah harta yang mengendap selama 1 tahun baik itu tabungan, harta berupa emas, perak maupun pertanian harus segera dibayarkan zakatnya sebagai pensucian dari harta tersebut.

Seselai khutbah seluruh jemaah yang banyak diantaranya merupakan perantau yang tengah pulang ke kampung halaman saling bersilaturahmi, puluhan anak berusia athfal dan Nashirat mendapat hadiah lebaran dari Jemaat Ahmadiyah yang diberikan langsung oleh seorang pengurus. <Doni Sutriana>

Idul-Fitri-Ahmadiyah
Athfal tengah mendapat THR

Thursday, 9 July 2015

AMSA & MKA Tasikmalaya : Berbagi Di Bulan Suci

Selasa 7 Juli 2015 hari ke-20 Ramadhan AMSA & MKA Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam bagi takjil gratis bersama Komponen Lintas Iman Tasikmalaya (Kompas Iman).
Bagi Takjil Gratis Kompas Iman
Bertempat di bundaran Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya yang melewati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, acara yang dimulai menjelang Maghrib ini mendapat sambutan positif hanya dalam waktu 30 menit paket terdistribusikan dimana kebanyakan yang menerima adalah masyarakat kecil seperti Tukang Becak, pedagang kecil kaki lima dan masyarakat yang tengah beraktivitas di Masjid Agung  dan sedang melewati perempatan jalan depan Masjid Agung.

MKA & AMSA Tasikmalaya bersama Kompas IMan
Kompas Iman sendiri merupakan kelompok komponen pemuda Lintas Agama yang ada di Tasikmalaya dimana selain AMSA dan MKAI dari Jemaat Ahmadiyah ada pula PMII salah satu Organisasi kemahasiswaan NU, Pers Mahasiswa Universitas Siliwangi, Gereja Bethel, Komisariat UNSIL, Hima HMS UNSIL dan banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam wadah ini. 

Rifqi Taufiq Sidqi penggagas Kompas Iman Tasikmalaya menyampaikan bahwa acara bagi takjil tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan Kompas Iman dalam mengkampanyekan keragaman di Kota Tasikmalaya. "Kegiatan ini memberikan satu cerminana bagimana harusnya memberi contoh membangun keragaman/toleransi tidak hanya sebatas lingkup wacana, namun harus dipraktekan dalam bentuk aksi nyata" Ujar Aktivis PMII Kota Tasikmalaya saat diwawancarai. "Kegiatan ini memberi contoh bagaiman kami bersama-sama dengan komunitas agama yang berbeda latar belakang bersama-sama bagi takjil." Lanjut pria yang turut hadir pada Jalsah di Krucil Jawa Tengah akhir Mei 2015 lalu.
Komponen Lintas Iman Kota Tasikmalaya
Jhonson tokoh muda dari Gereja Bethel salah seorang yang turut dalam kegiatan tersebut mengatakan "Sangat setuju dengan kegiatan ini semoga jadi kegiatan rutin tidak hanya pada saat moment lebaran kegiatan ini diadakan namun juga pada kegiatan agama yang lain." pria berbadan tegap yang aktif bersama Jaringan Gusdurian ini menambahkan "Semangat Gusdurian, Semangat Pluralisme harus menjadi gaya hidup anak bangsa."

Ketua Panitia Pelaksana Asep Rifa'i dari PMII Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kampanye plurarisme yang dituangkan dalam bagi takjil, panitia dalam hal ini Kompas Iman yang terdiri pemuda lintas agama setelah kegiatan bagi takjil berlanjut pada buka bersama. "Masih banyak warga yang meminta kedepan kita akan rencanakan lagi untuk kegiatan seperti ini." ungkap Asep Rifai.

 - Doni Sutriana -
Panitia Tajil Gratis Kompas Iman

Thursday, 2 July 2015

Kelas Tarbiyat 2015 : 3 Wilayah 2 Lokasi 1 Semangat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Citeguh - Di bulan ramadhan 1436 H ini Jemaat Ahmadiyah gabungan tiga wilayah besar di Jawas Barat mengadakan kegiatan pesantren ramadhan atau yang lebih dikenal dengan nama Kelas Tarbiyat bagi anak-anak usia Sekolah Dasar kelas 4 hingga mahasiswa. Acara ini diadakan selama seminggu penuh di dua lokasi yang berdekatan yaitu Jemaat Wanasigra dan Jemaat Nagrak yang sama-sama berada di Desa Tenjowaringin.

Kelas Tarbiyat yang dimulai pada hari Senin, 22 Juni 2015 ini diikuti oleh 716 peserta dari wilayah Jabar 5 (Priangan Barat), Jabar 6 (Garut), dan Jabar 7 (Priangan Timur). Selama satu minggu penuh para peserta dibimbing serta diberikan tarbiyat secara khusus. Peserta dibagi ke dalam 4 tingkatan kelas. Karena cukup banyak peserta masing-masing tingkatan dibagi lagi dalam beberapa ruangan. Peserta putra dibagi ke dalam 11 ruangan di Jemaat Wanasigra dan peserta putri 13 ruangan di Jemaat Nagrak.


Setiap harinya para peserta memasuki kelas untuk menerima pelajaran mulai pukul 8 pagi. Pelajaran yang diterima oleh mereka diantaranya yaitu Akhlak Fadhilah, Fiqh, Aqidah, Ilmu Kalam, serta Tarikh Islam dan Ahmadiyah. Kelas Ta’lim ini dilaksanakan hingga pukul 12 siang yang bertepatan dengan waktu Sholat Zuhur.  Watu ba’da Zuhur hingga menjelang magrib diisi dengan berbagai aktivitas seperti perlombaan-perlombaan rohani, games, serta evaluasi yang dilaksanakan oleh para mentor. Malam hari tidak ada kegiatan khusus karena para peserta harus mengikuti sholat tarawih berjama’ah. Kegiatan lain yang rutin dilaksanakan pada kesempatan ini adalah tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan per hizeb setiap selesai melaksanakan Sholat Subuh.
 
Di sela-sela kegiatan kelas tarbiyat ini pun sempat dilaksanakan seminar Rishta Nata yang mengikut sertakan para peserta Khuddam dan Lajnah. Kegiatan yang dibimbing oleh para Muballighin ini menekankan kepada para anggota Khuddam dan Lajnah akan pentingnya pernikahan sesama muslim Ahmadi. Pertemuan ini meningkatkan antusias para peserta karena topik yang diangkat sangat erat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
 
Akhirnya pada hari Minggu, 28 Juni 2015 “kemah rohani” para pemuda Ahmadiyah ini ditutup dengan tanya jawab berhadiah yang dipandu oleh para panitia, muballighin, dan pengajar serta pembagian hadiah bagi para juara kelas dan pemenang perlombaan-perlombaan selama Kelas Tarbiyat ini berlangsung. Diharapkan setelah kelas tarbiyat ini timbul kecintaan yang lebih mendalam pada generasi penerus Jemaat Ahmadiyah khususnya di tiga wilayah di Jawa Barat ini.

Saturday, 27 June 2015

Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Tasikmalaya Segera Buka Segel Masjid

Dalam surat tanggapan tersebut Jemaat Ahmadiyah menyatakan penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Tasikmalaya sama sekali tidak mempertimbangkan konstitusi UUD 1945 dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Penyegelan Masjid oleh Bakorpakem dianggap cacat hukum karena tidak melalui proses pengadilan sebagaimana mestinya.

Menurut Ketua Jemaat Ahmadiyah Kersamaju dalam surat tanggapan tersebut hanya 4 orang warga dusun yang kontra dengan pembangunan Masjid Ahmadiyah di dusunnya, sebagian besar warga yang pernah menandatangani surat penolakan pembangunan tidak mengetahui jika tanda-tanganya dinyatakan sebagai penolakan pembangunan masjid. Terkait IMB Masjid yang dipermasalahkan pihak Jemaat Ahmadiyah sendiri telah mengurusnya dan sedang dalam proses pembuatan. 

Atas dasar itu Jemaat Ahmadiyah meminta Bakorpakem untuk membuka segel masjid atau Jemaat Ahmadiyah sendiri yang akan membuka segel tersebut. Berikut poin yang disampaikan pihak Jemaat Ahmadiyah dalam surat tanggapan kepada Bakorpakem
  • Indonesia adalah Negara Hukum. Sumber hukum tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. UUD dan Peraturan lain dibawahnya semuanya harus merujuk kepada Pancasila dan UUD 1945, dua sumber hukum tertinggi di NKRI tersebut. 
  • Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan: Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. (Pasal 28 E ayat (1), (2), (3), UUD 1945). Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. (Pasal 29 ayat (1), (2), UUD 1945). 
  • Kebebasan beragama yang dijamin Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi semua warga negara tidak terkecuali bagi warga/anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi (non derogable rights) dalam keadaan apapun (Pasal 28I ayat (1), UUD 1945)
  • Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi legal formal berbadan hukum, dengan SK Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953. Artinya, Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi yang mempunyai hak untuk hidup diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. 
  • Benar Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, telah menerbitkan SKB Nomor : 3 Tahun 2008, Nomor : KEP-033/A/JA/6/2008, Nomor : 199 Tahun 2008, tentang: Peringatan dan Perintah  Kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan Warga Masyarakat. Tetapi, SKB tidak melarang Jemaat Ahmadiyah secara organisasi. Dan SKB tidak hanya ditujukan kepada warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia tetapi ditujukan kepada warga masyarakat dan juga kepada aparat pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan: Negara tidak Melarang Ahmadiyah, tapi negara mengatur”. (Terlampir, Pernyataan Presiden SBY yang dikutip media: inilah.com, edisi Rabu, 15 Februari 2012, dan Warta Jateng, edisi Kamis, 16 Februari 2012)
  • Benar Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan Pergub Jabar Nomor: 12 Tahun 2011 Tentang: Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat. Tetapi, Pergub Jabar tidak melarang Jemaat Ahmadiyah secara organisasi. Pula Pergub Jabar tidak melarang warga Jemaat Ahmadiyah membangun masjid dan mendirikan shalat. (Terlampir, Pernyataan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan tentang Pergub tidak melarang warga Ahmadiyah Shalat). Pergub Jabar hanya melarang Jemaat Ahmadiyah melakukan kegiatan: (a) penyebaran ajaran Ahmadiyah secara lisan, tulisan, ataupun melalui media elektronik; (b) pemasangan papan nama organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia di tempat umum; (c) pemasangan papan nama pada rumah peribadatan, lembaga pendidikan dan lain sebagainya dengan identitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia; dan (d) penggunaan atribut Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam bentuk apapun. (Pergub Jabar Bab III Pasal 3 ayat 2). 
  • Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat Bab VI Penyelesaian Perselisihan Pasal 21, berbunyi: (1) Perselisihan akibat pendirian rumah ibadat diselesaikan secara musyawarah oleh masyarakat setempat. (2) Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dicapai, penyelesaian perselisihan dilakukan oleh bupati/walikota dibantu kepala kantor departemen agama kabupaten/kota melalui musyawarah yang dilakukan secara adil dan tidak memihak dengan mempertimbangkan pendapat atau saran FKUB kabupaten/kota. (3) Dalam hal penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dicapai, penyelesaian perselisihan dilakukan melalui Pengadilan setempat. 
  • Kapolri Jendral Polisi Sutarman dihadapan para Kapolda, Kapolres/ta/tabes, dan pejabat utama Polri dalam Apel Kasatwil yang digelar di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, yang ditutup Jumat (5/12/2014), menyatakan: Di tahun 2015 Tidak boleh lagi ada pengusiran, pemaksaan, penyegelan, dan kekerasan lain terhadap segala bentuk aliran keagamaan, sebagaimana dijamin Pasal 29 UUD 1945". (Terlampir, pernyataan Kapolri yang dikutip berbagai media: Berita Satu.com, edisi Minggu, 7 Desember 2014, Brita indo.com, edisi Minggu, 7 Desember 2014, dan detik Forum, edisi Rabu, 10 Desember 2014)
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto menyatakan: melarang jajarannya untuk melakukan penyegelan rumah ibadah apabila ada sengketa terkait rumah ibadah, karena yang berwenang melakukan penyegelan adalah pemerintah daerah melalui putusan pengadilan. (Terlampir, pernyataan Kapolda yang dikutip berbagai media: Pikiran Rakyat, Edisi Sabtu, 20 Juni 2015, hal 3, antaranews.com/berita/502370/kapolda-jabar-larang-penyegelan-rumah-ibadah-Jumat, 19 Juni 2014 14:20 WIB, detiknews/berita/jawa-barat, Jumat 19 Juni 2015, 12:48 WIB, tempo.co/read/news/2015/06/19/151676584/Polisi-Dilarang-Segel-Rumah-Ibadah-Ahmadiyah-dan-Syiah, Jumat, 19 Juni 2015 16:18 WIB, republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/06/19/nq6ych-kapolda-jabar-larang-penyegelan-rumah-ibadah, Jumat, 19 Juni 2015 19:21 WIB)
  • BAKORPAKEM menutup Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Maret 2015, sama sekali tidak mempertimbangkan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak memperhatikan Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat, khususnya Bab VI Pasal 21 ayat (1), (2), dan (3). Dari tiga petunjuk dalam peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI tersebut, tidak satupun ayat yang digunakan dalam menyikapi kasus Masjid Jemaat Ahmadiyah di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Tidak ada musyawarah ditingkat masyarakat, tidak ada musyawarah ditingkat Kabupaten, tidak ada proses di pengadilan. Tanpa pemberitahuan lebih dulu, tanpa uluk salam, tanpa berita acara, Bakorpakem langsung saja menutup/menyegel Masjid, dengan Satpol-PP sebagai eksekutor bersama-sama dengan Kepolisian dipimpin langsung Kasatpol-PP dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Susnadi SIK, M.Si, dan Kapolsek Cigalontang. Oleh karena itu, penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, dalam pandangan kami, adalah inkonstitusional, ilegal, dan cacat hukum. 
  • Surat Jawaban Bakorpakem tanggal 12 Juni 2015 Perihal Penolakan Permohonan Pembukaan Segel Sarana Ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Cabang Kersamaju di Desa Kersamaju Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, juga sama sekali tidak mempertimbangkan dan tidak merujuk pada Pancasila dan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, dan perundang-undangan serta peraturan lainnya yang berlaku. Dasar penolakan hanya hasil rapat Bakorpakem tanggal 11 Juni 2015. Sekedar untuk diketahui warga masyarakat Kersamaju yang kontra pembangunan Masjid di Dusun Gadel, hanya 4 (empat) orang, dan empat orang itupun bukan warga Dusun Gadel. Jika ada pernyataan masyarakat yang menolak renovasi/pembangunan Masjid di Dusun Gadel yang dibubuhkan dalam bentuk tandatangan, sebagian besar mereka yang membubuhkan tanda tangan tidak tahu jika tanda tangannya akan digunakan untuk menyatakan menolak pembangunan Masjid di Dusun Gadel. Beberapa diantara meraka, bahkan ada yang sama sekali tidak tahu dan tidak pernah tanda tangan tetapi namanya terdaftar dalam daftar yang menolak/keberatan dengan renovasi/pembanguan Masjid di Dusun Gadel. 
  • Karena penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, adalah inkonstitusional, ilegal, dan cacat hukum, dan karena penolakan membuka segel masjid juga sangat jauh dari pertimbangan-pertimbangan konstitusi UUD 1945, Perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berlaku, maka dengan ini kami meminta BAKORPAKEM KABUPATEN TASIKMALAYA, segera membuka segel penutup Masjid. Kami memberi waktu kepada BAKORPAKEM untuk membuka segel penutup masjid tersebut, dalam waktu 4 x 24 jam sejak tanggal surat ini dibuat dan diterima oleh BAKORPAKEM. Jika dalam waktu 4 x 24 jam BAKORPAKEM tidak membuka segel penutup Masjid, berarti BAKORPAKEM setuju dan mengiizinkan kami membuka segel penutup Masjid, dan kami akan membukanya sendiri.
  • Masalah IMB, kami bukan tidak mengurusnya. Kami telah mengurusnya tetapi Kepala Desa Kersamaju, Bpk. Cali Budi Rahmat, tidak mau menandatangani berkasnya hingga beliau menghadap-Nya. (Terlampir, berkas yang tidak ditandatangi oleh Kepala Desa)
  • Jika kami membuka dan menggunakan Masjid ternyata ada pihak yang merasa keberatan dan bersikap serta berperilaku intoleransi, tugas dan tanggungjawab BAKORPAKEM menyadarkan dan memahamkan mereka bagaimana seharusnya mereka hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk dalam segala aspek: suku, bahasa, adat istiadat, agama, aliran agama dan kepercayaan. Mereka setuju menjadi warga Negara Indonesia, ia harus menerima dan setuju dengan kemajemukan Bangsa Indonesia dalam segala aspeknya. Saat ini, yang harus dihentikan dan ditutup Pemerintah Daerah dan Bakorpakem bukan pembangunan Masjid, tetapi yang harus dihentikan dan harus ditutup itu adalah sikap dan prilaku-prilaku intoleransi yang menganggu kemanan, dan ketertiban masyarakat dan Bangsa Indonesia. 

Thursday, 18 June 2015

Jalsah Salanah Wilayah Garut : Meningkatkan Kecintaan Kepada Allah


Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad

Garut - Jum’at terakhir sebelum memasuki bulan ramadhan (12/6) wilayah Garut membuka Jalsah Salanah untuk 12 jemaat lokal di wilayah Garut. Kegiatan rutin tahunan Jemaat Ahmadiyah ini dilaksanakan selama 3 hari. Hadir sebanyak 615 orang peserta selama berjalanya acara yang mengambi tema “Meningkatkan Kecintaan Kepada Allah Ta’ala Dengan Mengikuti Suri Teladan Rasulullah SAW.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Mln. Ahmad Hidayatullah yang hadir sebagai perwakilan dari Amir Nasional yang berhalangan hadir. Beliau memberikan ceramah mengenai bagaimana hubungan kita dengan Khilafat. Selain beliau para pembicara lain yang terdiri dari para Muballighin, Amir Daerah, serta tokoh-tokoh Jemaat di Wilayah Garut ini pun menyampaikan ceramah-ceramah yang sangat menarik yang memang sangat khas disampaikan pada saat Jalsah Salanah seperti Nizam Al-Wasiat, Da’i Ilallah, Sholat Berjamaah serta makna daripada Jalsah Salanah yang menjadi air rohani bagi para peserta yang hadir pada kesempatan itu.

Selain ceramah-ceramah kegiatan Jalsah Salanah ini juga diisi dengan menyaksikan Khutbah dari Hadhrat Khalifah Waqt secara live via MTA. Khutbah diterjemahkan dengan bantuan kemajuan teknologi dan media sosial seperti adanya live twit yang mempermudah proses penterjemahan Khutbah ini. 

Drs. Pitoyo M.Ikom
Di malam terakhir Jalsah juga diputar sebuah video dokumenter yang menceritakan perjalanan Jemaat Ahmadiyah sejak 1889 hingga sekarang. Melihat perkembangan Jemaat ini dengan karunia Allah membuat semangat kecintaan kepada Jemaat ini pun semakin bertambah. Selain itu sebuah video footage mengenai Bai’at yang diambil dari mtaonline pun membuat para peserta sangat antusias dan betah melihat penjelasan yang diberikan secara virtual ini.

Akhirnya di penghujung acara tahunan ini seorang undangan khusus memberikan kesan mengenai Jalsah ini. Beliau adalah Drs. Pitoyo M.Ikom Kepala Redaksi Harian Tribun Jabar. Beliau baru saja mendapatkan gelar doktoral setelah mengadakan penelitian terhadap Jemaat Ahmadiyah. Untuk keperluan penelitian ini beliau sampai mengunjungi Qadian dan Kashmir untuk melihat tempat bersejarah Jemaat Ahmadiyah dan makam Nabi Isa as. di Srinagar, Kashmir. Beliau melihat banyak contoh-contoh yang bisa didapatkan dari Jalsah ini. Diantaranya adalah Sholat Tahajud bersama yang menjadi ciri khas dalam setiap pelaksanaan Jalsah.