Ahmadiyya Priangan Timur

.

Friday, 29 May 2015

Hari Khilafat Ahmadiyah Tasikmalaya : Penantian 10 Tahun

Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya rabu 27 Mei 2015 telah memperingati 107 tahun Khilafah'alaa Minhaajin Nubuwwah.
Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah GOR Gunung Gadog hadir kurang lebih 100 anggota Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dan sekitarnya untuk memperingati hari yang bersejarah dalam perjalanan Jemaat Ahmadiyah.
Acara yang diadakan selepas Maghrib ini merupakan acara kerohanian pertama kalinya yang diadakan di tempat Gedung yang dulunya sebelum dibeli oleh Jemaat Ahmadiyah merupakan bangunan kelenteng, pasca penyerangan Parung 2005 oleh kelompok yang kontra Jemaat Ahmadiyah ke Markaz Jemaat gedung ini tidak di fungsikan untuk kegiatan kerohanian. Gedung sendiri lebih banyak digunakan untuk kegiatan olahraga dan kini setelah 10 tahun Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya kembali dapat menggunakan gedung untuk kegiatan kerohanian.
Acara hari khilafat sendiri berlangsung lancar hingga selesai pada pukul 21.00 WIB, acara yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan pembacaan syair, diisi oleh penceramah tunggal oleh Mln. Syaiful Uyun.
Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Priangan Timur ini menguraikan secara singkat silsilah khilafat yang di mulai setelah kewafatan Rasulullah, muncul Dinasti Kerajaan Islam hingga berdirinya Khilafat berdasar Nubuwwah dengan diutusnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi dan Nabi Isa yang dijanjikan.
(Baca :  107 TAHUN KHILAFAH ‘ALAA MINHAAJIN-NUBUWWAH AHMADIYAH 27 MEI 1908 ~ 27 MEI 2015)
Setelah uraian singkat 3 pertanyaan diajukan oleh anggota yang hadir, pertanyaan pertama diajukan mengenai kenapa khalifah setelah Rasulullah SAW hanya sampai empat Khalifah, penanya kedua mengajukan pertanyaan mengenai adakah mujadid setelah kedatangan Imam Mahdi as dan pertanyaan terakhir mengenai kedudukan mujadid dalam pengakuan umat muslim seluruh dunia.
Menjawab pertanyaan pertama Mln. Syaeful Uyun menjelaskan secara singkat bahwa nikmat khalifat dicabut setelah kewafat Hazrat Ali bin Abi Thalib ra, peristiwa kewafatan 3 khalifat yang terjadi karena usaha pembunuhan dan pembunuhan yang membuat Allah SWT mencabut nikmat khalifah bagi umat muslim adapun Kerajaan yang timbul setelahnya bukan merupakan khalifah sesuai Islam seakan umat muslim saat itu kembali ke masa jahiliyah.
Mengenai pertanyaan kedua Mln. Syaeful Uyun menjawab bahwa adanya mujadid karena ketidak-adaan khalifah sehingga setelah mangkatnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as yang diikuti oleh khalifahnya maka kedatangan mujadid baru tidak akan ada lagi. Khalifah sendiri merupakan mujadid yang datang membawa pembaharuan-pembaharuan pada masanya.
Mengenai kedudukan mujadid sendiri umat muslim tentu mengikuti ajaran sesuai dengan masanya dan pengakuan kepada mujadid oleh umat muslim dilakukan dengan mengikuti apa yang diajarkan oleh para Imam atau mereka yang menjadi mujadid.
Sebelum ditutup dengan doa bersama H. Encang Jarkasih yang menjadi pembawa acara memberikan waktu bagi Basharat Ahmad warga Qadian India yang sedang berkunjung ke Tasikmalaya untuk menceritakan pengalaman beliau saat kunjungan Khalifatul Masih V Hazrat Mirza Masroor Ahmad aba ke Qadian.
Panitia acara juga memberikan hadiah bagi peserta Madrasah athfal dan nashirat yang aktif dan berprestasi dalam kegiatan kejemaatan.

Reportse : Doni Sutriana
(Tonton Video Hari Khilafat Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dibawah ini)

Thursday, 28 May 2015

107 TAHUN KHILAFAH ‘ALAA MINHAAJIN-NUBUWWAH AHMADIYAH 27 MEI 1908 ~ 27 MEI 2015

hari-khilafat
Disajikan Sebagai siraman rohani dalam Peringatan 107 Tahun Khilafah ‘Alaa Minhaajin-Nubuwwah Ahmadiyah Jemaat Ahmadiyah Kota Tasikmalaya di GOR Gunung Gadog-Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Kota Tasikmalaya (27/5/2015)
 
Oleh: H.M. Syaeful Uyun

NUBUWWAT BERDIRINYA KHILAFAT 

Menurut Al-Qura’an:

khilafah
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, Dia pasti akan menjadikan bagi mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah-khalifah kepada orang-orang yang sebelum mereka, dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka, dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang fasik” (Al-Quran, Surah An-Nur, 24:56)

Menurut Hadits:

khilafah
“Dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a., berkata: Rasulullah SAW., bersabda: Adalah masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah ‘ala minhajin-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menggigit (mulkan ‘adhan), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menyombong ((mulkan jabbariyyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Kemudian (Nabi), diam”.(HR. Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid  4:273)

NUBUWAT DIBANGKITKANNYA MUJADDID

“Innallaaha yab’atsu lihaadihil ummati ‘alaa ra’si kulli miatin sanatin mayujaadi laha diinaha” – sesungguhnya Allah berjanji kepada umat ini bahwa pada setiap permulaan abad, Dia akan membangkitkan seorang mujaddid yang akan memperbaharui bagi mereka agama mereka. (HR. Abu Dawud)

Sabda Pendiri Jemaat Ahmadiyah

“Sebab itu, wahai saudara-saudara! Karena sejak dahulu begitulah sunnatullah (adat-kebiasaan Allah), bahwa Allah menunjukan dua Kudrat-Nya, supaya diperlihatkan-Nya bagaimana cara menghapuskan dua kegirangan yang bukan-bukan dari musuh, maka sekarang tidak mungkin Allah Ta’ala akan meninggalkan sunah-Nya yang tidak berobah-robah itu. Maka janganlah kamu bersedih hati karena uraianku yang aku diterangkan dimukamu ini. Jangan hendaknya hatimu menjadi kusut, karena bagimu perlu pula melihat Qudrat Yang Kedua”. (Al-Wasiat, Jemaat Ahmadiyah 2006 : 14)

“Sebagaimana telah terjadi di waktu Hadhrat Abu Bakar Siddiq r.a., ketika Rasulullah SAW., wafat yang disangka orang bukan pada waktunya, dan banyak diantara orang-orang dusun yang bodoh balik murtad dan sahabat-sahabat r.a., pun karena terlampau sedihnya – hampir-hampir seperti gila rupanya, pada ketika itulah Allah Ta’ala menegakan Hadhrat Abu Bakar Siddiq r.a., untuk memperlihatkan Qudrat-Nya Kedua kali, dan Islam yang hampir-hampir akan tumbang itu ditopang-Nya kembali. Dan janji yang di Firmankan-Nya: “Akan Kami teguhkan langkah-langkah kaki mereka bagi mereka, sesudah kecemasan dan ketakutan meliputi mereka (24:55), ditepati-Nya”. (Al-Wasiat, Jemaat Ahmadiyah 2006:12-13)

EMPAT KEPEMIMPINAN YANG DI NUBUWWATKAN NABI MUHAMMAD Saw

  • Era Nubuwwah – kenabian, berlangsung selama kurang lebih 22 tahun (610-632).
  • Era Khilafah ‘ala Minhaajin-Nubuwwah – khilafah yang mengikuti jejak kenabian, berlangsung selama kurang lebih 30 tahun (632-661)
  • Era Mulkan ‘Adhan dan Mulkan Jabbariyatan – kerajaan yang menggigit dan menyombong, berlangsung selama lebih kurang 1263 tahun (661M – 1924M)
  • Era Khilafah ‘Ala Minhajin-Nubuwwah

 Kerajaan/Dinasti Yang Mengklaim Khilafah  Dalam Sejarah Islam

khilafah

DINASTI UMAYYAH (661-750)
  • Mengembangkan tapal batas negeri Islam dan konsolidasi Internasionl
  • Umar bin Abdul Aziz disebut sebagai Mujadid Abad Pertama
  • Secara keseluruhan: BAIK (Kecuali Yazid)

DINASTI ABBASIYAH (1261-1258)

  (Ada 55 Penguasa)
  • Sebagian Mukhlis dan takut kepada Allah
  • Banyak melakukan penumpahan darah, berbuat zhalim dan tiran. 
  • Ulama-Ulama dan Imam  dihinakan;, dipenjara bahkan dibunuh.
  • 7 Raja Abbasiyah diturunkan dari tahta, tiga dibutakan, lima dibunuh

DINASTI UTSMANIYAH (1517-1924)
   (Ada 36 Penguasa)
  • 1 digantung
  • 2 dubunuh
  • 7 dilengserkan
  • 3 dipaksa turun tahta
  • Penguasa Utsmaniyah ke-5, memerintahkan membunuh saudaranya Untuk alasan kestabilan politik

MUJADDID DALAM 14 ABAD TERAKHIR

Nawwab Siddiq Hasan Khan, ‘Ulama kenamaan asal Hindustan, dalam bukunya berjudul al-Hujaj al-Kiromah, mengemukakan, sepanjang 13 abad terakhir telah bangkit 13 Mujaddid  sesuai dengan janji-Nya:
Abad I       :  ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, rha.
Abad II     : Imam Syafi’i, rha
Abad III    : Imam Abu Syarah atau Abu Hasan ‘As’ari, rha
Abad IV    : Imam Abu Ubaidullah & Qadi Abubakar Baqlani, rha
Abad V     : Imam Al-Ghazali, rha
Abad VI    : Imam Abdul Qadir Al-Jailani, ra
Abad VII     : Imam Ibnu Taimiyah dan Chawaja Mu’inuddin Chisti, rha
Abad VIII    : Imam Hafiz Ibnu Hajar Asqalani dan Saleh Ibnu ‘Umar, rha
Abad IX     : Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, rha
Abad X      : Imam Muhammad Tahir Gujrati, rha
Abad XI     : Imam Mujaddid Alfi Sarhindi, rha
Abad XII     : Imam Syekh Waliyullah Delhi, rha
Abad XIII    : Imam Sayyid Ahmad Bareluwi, rha
Abad XIV  : Orang-orang ‘alim sepakat, Mujaddidnya, ialah Imam Mahdi-Isa ibnu  Maryam Yang Dijanjikan (Masih Mau’ud as)

DEMAM KHILAFAH 

  • Hizbut Tahrir, organisasi yang didirikan oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, di Al-Quds, Yerusalem, Palestina, tahun 1953:
  • BERITA KEHILANGAN : Telah  menghilang, Sejak 3 Maret 1924, DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH. Ciri-ciri : Pemerintahan Islam. Menegakan Syariat Islam. Menaungi seluruh kaum Muslimin di dunia. Dibawah kepemimpinan Tunggal seorang Khalifah. Memenuhi hak-hak kesejahteraan setiap warga muslim dan non Muslim. Mengembang Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad. Siapa saja yang menyadarinya. Mohon bantuan dan dukungannya. Untuk  mengembalikannya ke tengah-tengah Kehidupan umat Islam
  • Bentuk Khilafah HT: Politik murni
  • Jamaah Muslimin Hizbullah, yang didirikan Wali Al-Fattaah, tahun 1959, di Mesjid Takwa, Petojo Sabangan, Jakarta.
  • Khilafatul Muslimin, yang didirikan Ustadz Abdul Qodir Hasan Baroja’,  tahun 1997 di Teluk Betung, Bandar Lampung.
  • JamMus dan KhilMus lebih maju dari Hizbut
  • Menurut  Jamus,  Khilafah telah berdiri sejak 8 Pebruari 1959, bertepatan dengan 29 Rajab 1378H, dengan Wali Alfattaah, pria kelahiran Sumpyuh, Banyumas, Jateng,  sebagai pemangku jabatan Khilafah I, dilanjut  dengan H. Muhyidin Hamidy, sebagai pemangku jabatan Khalifah II (hingga sekarang).
  • Sedangkan menurut KhilMus, Khilafah telah berdiri sejak 1997, dengan Ustadz Abdul Qodir Hasan Baroja’, pria kelahiran Taliwang, Sumbawa, 10 Agustus 1944, sebagai pemangku jabatan Khalifahnya.
  • Bentuk Khilafah JamMus dan KhilMus : Agama dan Politik

KHILAFAH ‘ALÄ‚ MINHÄ‚JIN-NUBUWWAH II TELAH BERIRI

  • Khilafah ‘al ă minhaajin-nubuwwah fase ke-2, telah berdiri sejak lebih satu abad lalu, tepatnya pada tanggal 27 Mei 1908, 16 tahun sebelum Dinasti Turki Utsmani runtuh (1924).
  • Khilafah ‘al ă minhaajin-nubuwwah pase ke-2, diawali dengan bangkitnya  Nabi Muhammad secaya bayangan (Dhilly Muhammad), yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.
  • Khilafah ‘ală minhaajin-nubuwwah, ialah kepemimpinan bercorak agamis, bukan politis

KHILAFAH ‘ALÄ‚ MINHÄ‚JIN-NUBUWWAH FASE  II DALAM SATU ABAD TERAKHIR

  • Khilafah I, Al-Haj Maulana Hakim Nuruddin r.a. (1908 ~ 1914)
  • Khilafah II, Al-Haj Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a. (1914 ~ 1965)
  • Khilafah III,  Hadhrat Mirza Nasir Ahmad r.a. (1965 ~ 1982)
  • Khilafah IV, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad r.h.a. (1982 ~ 2003)
  • Khilafah V, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad a.t.b.a (2003 ~ sekarang)
Download file Presentasi  107 TAHUN KHILAFAH ‘ALAA MINHAAJIN-NUBUWWAH AHMADIYAH 27 MEI 1908 ~ 27 MEI 2015
khilafah
khilafah


Liburan Rohani Lajnah dan Nashirat Kota Intan


Dilaporkan oleh : Adinda Firdhausya Z

Garut - Hari Libur Nasional, 14 Mei 2015 dimanfaatkan oleh Lajnah dan Nashirat di Kota yang berjuluk Kota Intan ini untuk mengadakan Ijtima Daerah. Sebanyak 10 Cabang yang ada di Kota Garut dapat melaksanakan Ijtima Lajnah dan Nashirat dengan lancar dan sukses.

Dihadiri oleh tamu dari PPLI yaitu, Ibu Nisa Ma’ala & Ibu Wati, acara ini dimulai pada pukul 09.00 wib. Perwakilan PPLI menyampaikan beberapa amanat Sadr LI dan beberapa oleh-oleh dari tamu utusan pusat, Mia Abdus Shamad, diantaranya; memperhatikan tarbiyat untuk anak-anak kecil yaitu utamanya Shalat Berjama’ah, Shalat Jumat juga harus ditingkatkan, Menggalakan program Al-Wasiyat, terutama pelajar dan mahasiswa. Membiasakan menonton MTA, terutama Khutbah Jumat Live, Selalu menjalin hubungan baik dengan Allah Ta’ala dan manusia, Mengkhidmati orang miskin dan membiasakan anak-anak menulis surat kepada Huzur.

Tema yang diusung kali ini adalah, “Tarbiyat Keluarga Sarana Membentuk Insan Bertaqwa.” Materi yang disampaikan pun meliputi pendidikan anak dalam keluarga, pendidikan terhadap orangtua beserta beberapa resume khutbah Huzur mengenai introspeksi diri. Acara dibagi menjadi dua bagian, acara evaluasi laporan dan lomba-lomba.Untuk ibu-ibu pengurus, disediakan sesi evaluasi laporan per bidang yang dipandu oleh utusan-utusan PPLI.

Beberapa lomba yang menghiasi Ijtima Daerah menambah ramainya suasana acara ini. Untuk Lajnah disediakan lomba Pidato dan lomba MTQ. Adapula perlombaan Pidato, MTQ & lomba membaca syair untuk anak-anak Nashirat. Sedangkan untuk peserta Athfal, Banath dan Abna panitia menyuguhkan lomba mewarnai.

Acara yang berakhir dengan pembagian hadiah ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Nisa Ma’ala kurang lebih pada pukul 03.00 wib.
Sesuai dengan data yang ada, yaitu; 254 orang LI, 83 orang NAI, 53 orang Banath, 54 orang Athfal & Abna,2 orang tamu PPLI, 19 orang kaum Bapak (termasuk Muballigh 3 orang) yang semuanya berjumlah 458 orang telah berpartisipasi dalam Pengkhidmatan ini.

Harapan dan doa kami, semoga acara Ijda kali ini yang menitik-beratkan kepada Tarbiyat Keluarga, dapat menjadikan Ibu dan calon-calon ibu yang hadir dapat membentuk insan-insan yang bermanfaat dalam perkembangan Jemaat yang kita cintai ini. Aamiin



Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Thursday, 30 April 2015

Surat JAI Banjar kepada Kankemenag

JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman R.I. No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953
PENGURUS CABANG KOTA BANJAR
Jl. Gudang No. 2 (Toko Tamansari) Kota Banjar – 46322 
Email:lovebanjar1@gmail.com Tlp/Hp : +6281323745476  a/n Ahmad Yunus
========================================================================
Nomor : 09/JAI-BJR/15/04/2015

Kepada Yth :
Kepala Kantor Kementerian Agama-Ketua Tim Penanganan 
Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar
BAPAK DRS. H. DADANG ROMANSYAH
di-
        Banjar

Perihal : Mohon Kebijakan dan Keadilan Untuk Mengunakan dan Sholat di Masjid
Lampiran  : -
Tembusan : 1. Yth. Presiden RI di Jakarta (Sebagai Laporan)
                          2. Yth. Mendagri RI di Jakarta (Sebagai Laporan)
                          3. Yth. Kapolri  di Jakarta (Sebagai Laporan)
                          4. Yth. Komnas HAM RI di Jakarta (Sebagai Laporan)
                          5. Yth. Gubernur Jabar di Bandung (Sebagai Laporan)
                          6. Yth. Kapolda Jabar di Bandung (Sebagai laporan)
                          7. Yth. Pangdam III Siliwangi di Bandung (Sebagai Laporan)
                          8. Yth. Walikota Banjar di  Banjar
                        9. Yth. Dr. Herman Sutrisno, mantan Walikota Banjar di Banjar
                        10. Yth. Kapolresta Kota Banjar di Banjar
                        11. Yth. Komandan Kodim 0613 Ciamis di Ciamis
                        12. Yth. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar di Banjar
                        13. Yth. Kepala Kesbang Kota Banjar di Banjar
                        14. Yth. Ketua DPRD Kota Banjar di Banjar
                        15. Yth. Kapolsek Pataruman di Banjar
                        16. Yth. Media Cetak-Eeletronik lokal dan nasional
                        17. Yth. Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia
                        18. Arsip

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu
Salam silaturrahim kami sampaikan. Semoga Allah swt, melimpahkan karunia dan hidayah-Nya kepada Bapak dalam membangun masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Banjar yang Pancasilais-Agamis, harmoni, toleran, saling menghargai dan menghormati perbedaan sesuai dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika dan prinsip NKRI dibawah landasan Pancasila dan UUD 1945. Amin!
Surat ini adalah surat kedua yang kami tujukan langsung kepada Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar dalam lebih tiga bulan terakhir.
    Surat pertama Nomor: 04/JAI-BJR/12/01/2015, kami kirim, berisi permohonan peninjauan kembali dan pencabutan Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor: 450/Kpts.115-Huk/2011, tentang: Pembekuan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kota Banjar, dan memohon Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar segera mencari dan menyerahkan perusak Masjid Istiqamah kepada pihak Kepolisian untuk diproses secara hukum,  dan Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar segera memperbaiki Masjid Istiqamah yang dirusak massa. (Salinan surat selengkapnya, terlampir kami sampaikan)
        Dalam surat kedua ini, izinkan kami menyampaikan kepada Bapak selaku Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar, sbb:
  1. Kami Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar tidak pernah menerima dan tidak pernah setuju dengan Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor: 450/Kpts.115-Huk/2011, Tentang: Pembekuan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kota Banjar. Jika dalam tiga tahun terakhir kami diam, bukan berarti kami menerima dan setuju. Kami diam, karena kami menyadari, tidak mungkin kami melawan arogansi kekuasaan.
  2. Oktober 2014, Kepemimpinan Nasional berganti. Kebijakan Nasional pun berubah. Pemerintahan Jokowi-JK lebih terbuka dan mengakomodir semua pemeluk agama dan aliran agama, termasuk Ahmadiyah. Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, sikapnya terhadap Ahmadiyah, berbeda jauh dengan Suryadharma Ali, Menteri Agama RI sebelumnya. Kami pun berharap, pergantian kepemimpinan dan kebijakan Nasional, ikut merubah sikap dan kebijakan Pemerintah Daerah Kota Banjar. Oleh karena itu, pada Nopember 2014, melalui Surat Nomor: 03/JAIBJR/17/11/2014, kami memberitahukan Walikota Banjar bahwa kami akan menggunakan kembali Masjid yang dinyatakan status quo oleh Walikota Kota Banjar. Pada Desember 2014, melalui Surat Nomor: 06/JAIBJR/01/12/2014, kepada Walikota Banjar kami menyatakan KEBERATAN atas Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor: 450/Kpts.115.Huk/2011 Tentang: Pembekuan Aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kota Banjar, dan meminta Walikota MENINJAU KEMBALI dan MENCABUT surat keputusan tersebut. Dan, pada Januari 2015, kepada Bapak, Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar yang diangkat oleh Walikota Banjar dengan SK Nomor: 450/Kpts.55-Huk/2011 dan SK perubahan Nomor 450/Kpts.60-Huk/2011,  melalui surat Nomor: 04/JAI-BJR/19/01/2015, kami meminta Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar, segera meninjau dan mencabut Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor: 450/Kpts.115-Huk/2011, tentang: Pembekuan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kota Banjar. (Tiga Salinan surat kami, dua kepada Walikota, dan satu kepada Kankemenag-Ketua TPJAI Kota Banjar selengkapnya, terlampir kami sampaikan).
  3. Perubahan kepemimpinan dan kebijakan nasional, tampaknya tidak mengubah pola kebijakan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Daerah Kota Banjar. Surat pemberitahuan kami kepada Walikota bahwa kami akan menggunakan kembali Masjid (Nopember 2014), direspons Pemerintah Kota Banjar melalui Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar,  dengan mengadakan pertemuan antara TPJAI dengan kami JAI Kota Banjar di Kantor MUI Kota Banjar, Sabtu (22/11/14), dan menghadirkan massa FPI-LPI. Pertemuan tidak menghasilkan solusi. Pertemuan hanya mengintimidasi kami agar kami menerima, setuju, dan tunduk pada keputusan Walikota Banjar. Dalam pertemuan itu, Hendra, Panglima LPI-FPI, bahkan mengusulkan agar warga Ahmadiyah yang membuka dan menggunakan masjid  di “peuncit” (sembelih), dan Masjid Ahmadiyah  ditutup lagi dan las lagi. Memenuhi usulan Hendra, Panglima LPI-FPI, setelah pertemuan selesai, Drs, H. Undang Munawar, Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmaadiyah Kota Banjar, memimpin langsung massa FPI-LPI, menutup dan mengelas Masjid Istiqamah milik Jemaat Ahmadiyah.  Surat kami kepada Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar berisi permohonan segera meninjau dan mencabut Surat Keputusan Walikota Banjar (Januari 2015),  direspons dengan hal yang sama di tempat yang sama dan massa yang sama oleh Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar, pada Kamis, (19/3/15). Pertemuan tidak menghasilkan solusi. Pertemuan lagi-lagi hanya mengintimidasi agar kami setuju dan tunduk pada keputusan Walikota. Harapan kami mendapatkan keadilan dan hak beragama sebagaimana dijamin konstitusi, masih jauh panggang dari api. Nihil.
  4. Terlampir, kami sampaikan rekaman video tabligh akbar 14 Februari 2008 di alun-alun Kota Banjar, menampilkan 3 pembicara dari tiga ormas Islam berbeda. Pembicara pertama berasal dari ormas yang terkenal intoleran-radikal. Mereka mengadopsi dan mau menerapkan pola hidup timur tengah di Indonesia tanpa menghargai dan menghormati tradisi budaya adat istiadat Bangsa Indonesia. Ia mempprovokasi umat untuk memerangi Ahmadiyah dan membunuh warga Ahmadiyah dimana pun warga Ahmadiyah berada. Pembicara kedua berasal dari ormas anti Pancasila, dan anti demokrasi. Ia bercita-cita mengganti Pancsila, mengubah NKRI dengan sistem Khilafah dan Syari’ah. Dalam pidatonya ia memprovokasi umat untuk datang ke Ibukota, mengepung istana, demo menolak Pemerintahan SBY-JK, jika SBY-JK melegalkan Ahmadiyah.Pembicara ketiga sama dengan ormas kedua: anti Pancasila, dan anti Demokrasi, hanya lain baju. Seperti pembicara dari ormas kedua, ia bercita-cita mengubah NKRI menjadi Negara Syari’ah. Dalam pidatonya ia memprovokasi umat untuk mengganti sistem kufur  dengan sistem Islam. Satu dari tiga pembicara dalam tabligh akbar tersebut – yakni pembicara ketiga, telah mendekam di Penjara. Pada 9 Agustus 2010, ia ditangkap dan di tahan Kepolisian Resort Kota Banjar. Dan pada 16 Juni 2011, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dengan tuduhan terlibat pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia. Tiga organisasi dari tiga penbicara dalam tabligh akbar 14 Februari 2008 tersebut, semuanya ada di Kota Banjar. Dan, Pemerintah Kota Banjar, memberi mereka ruang. Mereka bebas berekpresi dan mendakwahkan faham intoleran-radikal-anti Pancasila dan anti NKRI. Mereka juga, yang selama ini sengit menentang Jemaat Ahmadiyah, demo, sweping mengancam menghabisi warga Ahmadiyah, dan menuntut Pemerintah Kota Banjar melarang Ahmadiyah. Sikap dan prilaku mereka sungguh sangat meresahkan masyarakat. Pertanyaan kami, jika ormas Islam seperti itu di beri ruang, di akomodir, boleh hidup di Kota Banjar, lalu kenapa Pemerintah Kota Banjar melarang dan membekukan Jemaat Ahmadiyah? (Link Video Youtube klik disini)
  5. Sekedar untuk diketahui oleh Bapak, Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi  legal formal berbadan hukum dengan SK Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, Tambahan berita negara RI, tanggal 31 Maret 1953 nomor 26. Jemaat Ahmadiyah Indonesia menerima, menghayati, mengamalkan, mengamankan Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI. Bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, adalah harga mati, final tidak bisa diganggu gugat lagi. Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi yang santun, toleran, dan damai. Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah Islam Indonesia, bukan Islam di Indonesia. Kiprah Jemaat Ahmadiyah Indonesia sebagai organisasi yang lahir dimasa revolusi kemerdekaan sungguh tak terbilang. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya adalah satu dari sekian banyak sumbangsih Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Wage Rudolf Soepratman adalah aktivis awalin Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Pemerintah Kota Banjar mengharamkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kota Banjar, sama artinya dengan mengharamkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya di Kota Banjar. 
  6. Kami menyebut-nyebut kiprah Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk Bangsa dan Negara, bukan untuk membela diri atau meminta imbalan atau balas jasa. Kami menyebut kiprah Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk Bangsa dan Negara sekedar untuk memberitahukan kepada Bapak seperti itulah faktanya Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Sangat tidak adil dan tidak bijaksana, jika organisasi yang banyak berkiprah untuk Bangsa dan Negara diharamkan, sementara organisasi intoleran-radikal-anti pancasila dan anti NKRI, diberi ruang.
  7. Dengan fakta-fakta ini kami sangat mengharapkan Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar yang diberi amanat mengamankan dan melaksanakan SKB dan Pergub dapat mengamankan dan melaksanakan SKB dan Pergub dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.  SKB tidak melarang Ahmadiyah secara organisasi. Pergub Jabar juga tidak melarang Ahmadiyah secara organisasi. Tiga tahun kami kira cukup bagi Pemerintah Kota Banjar merampas hak beragama kami warga Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar. 

     Demikian surat ini kami sampaikan. Sekali lagi, mohon kebijakan dan keadilan untuk mengunakan dan sholat di Masjid. Kami tak meminta apa-apa. Kami hanya meminta dapat mengunakan dan sholat di Masjid. Atas perhatian Bapak Kankemenag-Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Banjar, kami ucapkan terima kasih dan jazakumullah ahsanal jaza.

Banjar, 27 April  2015
Wassalam, dan hormat:


                 

(Ahmad Yunus)                     (Drs. Sutoyo)                                        (Mukhlis Ahmad)
      Ketua                     Sekretaris                                             Mubaligh







Friday, 10 April 2015

IFI, UPI, dan Al-Wahid : Bahasa Perancis Di Penjuru Tasikmalaya


Dilaporkan oleh : Raissa Nurul Siddiqa

 Wanasigra - Di Kamis pagi yang cerah, hari ke 9 di bulan April. Siswa Al-Wahid khususnya  jurusan sosial, serta para guru, menyambut kedatangan tamu yang berasal dari IFI(Institut Français Indonesia) dan dosen pendidikan bahasa Perancis, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Barisan para siswa yang tersenyum hangat dan sapaan “halo” dengan bahasa Perancis mengantarkan Monsieur Louis, Madame Marie,  Ibu Iim, dan Ibu Ratri ke ruangan dimana acara itu akan berlangsung.

Setelah semua memasuki ruang multimedia, Teguh dan Resa yang sama-sama berasal dari kelas XI IPS membacakan susunan acara menggunakan bahasa Perancis. Acara pertama yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, semua orang yang berada dalam ruangan berdiri dengan tegap dan khidmat saat menyanyikannya lalu dilanjut dengan Mars Al-Wahid yang hanya dinyanyikan oleh paduan suara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang diartikan ke dalam bahasa Perancis oleh siswa kelas XII IPS. Setelah itu, Fauziah Halimah dengan gugup berbicara beberapa hal tentang Al-Wahid yang walaupun gugup, Fauziah tidak lupa untuk melukiskan senyumnya yang manis. Setelah Fauziah, penampilan kelas XI Putri ini diteruskan dengan pembacaan puisi yang dibawa oleh Rina Susana dan Isma Amatul Haviz. Setelah penampilan dari siswa-siswi Al-Wahid, Kepala Sekolah yang sekaligus guru bahasa Perancis, Bapak Cecep Ahmad Santosa menyampaikan sambutannya menggunakan bahasa Perancis yang  fasih. 

Setelah pembukaan dari pihak Al-Wahid, barulah Monsieur Louis Presset yang datang ke Al-Wahid bukan tanpa sebab tapi untuk mempromosikan IFI sebagai lembaga yang dapat memfasilitasi para siswa yang punya keinginan untuk dapat berbahasa Perancis atau ingin melanjutkan studi ke negeri menara Eiffel itu dan memotivasi murid Al-Wahid untuk belajar bahasa asing ini berbicara di hadapan murid Al-Wahid. Dengan bantuan Ibu Iim sebagai penterjemah, Monsieur Louis memperkenalkan diri. Monsieur Louis ini adalah direktur IFI yang berada di Bandung dan seorang Konsulat Negara Perancis. Beliau merasa tersanjung dan senang berkunjung ke Al-Wahid ini, “Tidak disangka, sekolah yang letaknya lumayan jauh ini para siswanya mempelajari bahasa Perancis”  begitu katanya. Beliau juga mengatakan bahwa sekolah Al-Wahid ini seperti surga mengingat lokasinya yang berada di daerah persawahan nan hijau. Ibu Dr.Iim yang merupakan Kepala Studi Pendidikan Bahasa Perancis di UPI ini menambahkan, “SMA Al-Wahid ini adalah satu-satunya sekolah yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengajarkan bahasa Perancis”. Sebuah nilai plus yang juga menjadi kebanggaan SMA Plus Al-Wahid. Di SMA Al-Wahid sendiri pelajaran bahasa Perancis sudah ada sejak tahun 2003 ketika Bapak Cecep mulai mengajar disana.

Usai Monsieur Louis menjelaskan beberapa hal tentang IFI, kini giliran Madame Marie dan Ibu Ratri yang mana pengajar di IFI juga, menjelaskan tentang pendidikan di Perancis. sebelumnya siswa-siswi Al-Wahid diperlihatkan sebuah video animasi yang menjelaskan tentang apa saja yang ada di Perancis. Ibu Ratri menjelaskan bagaimana caranya agar bisa bersekolah di Perancis dengan gratis dengan mendapatkan beasiswa. Madame Marie pun dengan antusias menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan jika para siswa ingin melanjutkan studinya di Negara tempat kelahiran Napoleon Bonaparte ini. Jika ingin melanjutkan studi di Perancis tidak harus mengambil jurusan Bahasa Perancis tetapi bias dalam jurusan apa saja karena Perancis sendiri memilki beberapa Universitas terbaik di dunia yang memiliki banyak sekali jurusan. 
Monsieur Louis, Dr. Iim dan Bapak Cecep
Asik membicarakan tentang sekolah di Perancis, tak terasa jarum di jam sudah menunjukkan pukul 11. Ibu  Iim mengatakan bahwa ini sudah waktunya untuk berpamitan. Beliau mengatakan akan ada kerja sama yang dijalin antara IFI, UPI, dan Al-Wahid. Langkah awal adalah akan ada kunjungan dari para mahasiswa UPI jurusan Bahasa Perancis ke SMA  Al-Wahid dalam waktu dekat. Beliau juga memotivasi murid Al-Wahid untuk terus mempelajari bahasa Perancis. Sebelum kepulangannya, mereka memberi murid alwahid kenang-kenangan berupa notebook dan stiker. Motivasi itu akan tertanam di dalam diri para Alwahidians untuk bersekolah di Perancis suatu hari nanti. Semua yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin jika kita berusaha. Merci beaucoup, monsieur! 

Monday, 6 April 2015

Mesjid Sukasari Menjadi Simbol Pemersatu Umat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad

Tenjowaringin - Sekitar seribu orang bergantian gotong-royong dalam proses pengecoran lantai dua Mesjid Al-Falah Sukasari, Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu Tasikmalaya. Tua, muda, laki-laki dan perempuan tumpah ruah dalam wikari amal bagian pertama yang dilakukan pada hari yang cerah tersebut.
 
Kegiatan wikari amal ini berlangsung pada hari Minggu, 5 Maret 2015. Masyarakat dari kampung-kampung sekitar Sukasari berdatangan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan masing-masing. Tidak hanya anggota Jemaat Ahmadiyah saja yang terjun dalam pengecoran mesjid ini, beberapa orang masyarakat yang bukan anggota Jemaat Ahmadiyah juga ikut serta dalam pembangunan salah satu mesjid terbesar di Desa Tenjowaringin ini.
 
Masyarakat di desa Tenjowaringin memang sudah biasa saling membantu satu sama lain. Perbedaan keyakinan tidak membuat warga terpecah-belah. Hal ini dapat terlihat dalam beberapa kali pembangunan mesjid. Baik itu mesjid milik Jemaat Ahmadiyah ataupun sebaliknya.
 
Ahmad Fatahuddin, DKM Mesjid Nurussalam Desa Sukamurni yang ikut membantu dalam wikari amal ini mengatakan bahwa dirinya dengan senang hati membantu. “Saya tidak diminta untuk datang kesini. Ini hanya keinginan saya membantu pembangunan mesjid yang juga termasuk amal jariah.” Kata beliau. “Sewaktu pembangunan mesjid Nurussalam pun anggota Jemaat Ahmadiyah membantu kami baik dari segi tenaga maupun materi.”
 
Bapak Ade Suryana, Ketua RT setempat pun mengatakan bahwa selama ini masyarakat cukup harmonis. Perbedaan ideologi tidak menjadi masalah yang berarti bagi masyarakat untuk saling membantu satu sama lain”

Pembangunan mesjid yang diperkirakan akan menghabiskan biaya 400 juta rupiah ini telah berlangsung sejak tanggal 20 Februari 2015. Diharapkan mesjid ini nantinya dapat menampung seluruh anggota di Jemaat Sukasari yang diperkirakan berjumlah tidak kurang dari 500 orang.
 
Semoga mesjid ini menjadi tanda perdamaian yang selalu terjalin di desa Tenjowaringin ini serta menjadi simbol sejati Islam yang dari awal diturunkan kepada Rasulullah saw. adalah untuk mengajarkan perdamaian kepada seluruh umat manusia.