Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Ansharullah. Show all posts
Showing posts with label Ansharullah. Show all posts

Sunday, 25 October 2015

H. Ii Argadiraksa: Ujian Semakin Menggairahkannya Membangun Masjid | Baitur Rahim Singaparna

“Keyakinan kami masjid ini masjid Allah bukan masjid saya. Kalau dirusak Dia yang akan membangunnya kembali." ~ H. Ii Argadiraksa pada Masjid Baitur Rahim Singaparna

H. Ii Argadiraksa tokoh jemaat Ahmadiyah Singaparna
H. Ii Argadiraksa, tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Dimasa senja usianya yang telah berkepala tujuh H. Ii Argadiraksa tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat ini selalu terpancar kegembiraan dan gairat untuk mengkhidmati JemaatNya.

Beliau merupakan tokoh sentral dalam renovasi Masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna sehingga kini masjid selain lebih luas juga memiliki beberapa fasilitas khusus sebagai pusat kegiatan organisasi Jemaat Ahmadiyah Singaparna.

Masjid Baitur Rahim yang terletak di kampung Babakan Sindang Desa Cipakat Kecamatan Singaparna yang berada tidak jauh dari komplek Pondok Pesantren Cipasung adalah masjid yang awal mulanya dibangun pada tahun 1925 oleh orang tua H. Ii Argadiraksa sebagai masjid milik keluarga Argadiraksa. Dalam perjalanannya masjid diserahkan kepada Jemaat Ahmadiyah pada tahun 1930-an setelah seluruh jamaah baiat menerima kebenaran Jemaat Ahmadiyah.

Pasca penekanan dan penutupan paksa Masjid Mahmud yang terletak di Kampung Badak Paeh pada tahun 2005, pusat kegiatan Jemaat Ahmadiyah dipindahkan ke Masjid Baitur Rahim yang semula merupakan masjid kelompok bagi anggota Jemaaat Ahmadiyah yang berada di kampung Babakan Sindang. 

H. Ii Argadiraksa yang telah pensiun dari pekerjaannya bercita-cita untuk memperluas dan melengkapi fasilitas masjid Baitur Rahim, keterikatannya akan sejarah masjid Baitur Rahim yang dihibahkan oleh keluarga Argadiraksa membuat H. Ii Argadiraksa semakin bergairat untuk mewujudkan cita-citanya merenovasi masjid Baiturrahim.

Kendala utama adalah belum adanya biaya untuk menjalankan proses pembangunan, aset tanah yang dimilikinya di daerah Depok yang bernilai Rp 1 Milyar belum laku ada yang membeli, H. Ii berjanji bahwa bila asetnya tersebut laku terjual semua uang hasil penjualannya akan digunakan untuk pembangunan masjid.

Atas nasihat Hj. Uun Syarifatunnisa Makih (Sadr LI Indonesia periode sebelumnya), H. Ii menulis surat kepada Hazrat Khalifah melalui bantuan Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia, tidak lama setelah itu atas karunia Allah asetnya tejual dengan segala kemudahan dalam proses jual belinya. (Baca juga: Amir Jemaat Ahmadiyah Menyeru Memakmurkan Masjid | Tasyakur Masjid Baitur Rahim Singaparna )

Beliaupun mendapat surat balasan dari Hazrat Khalifah yang salah satu nasihatnya agar dalam pembangunan masjid tidak di monopoli oleh seseorang harus dibangun bersama-sama anggota Jemaat lainya agar tidak memunculkan sifat riya. 

Atas nasihat Huzoor tersebut H. Ii Argadiraksa mengikutsertakan anggota jemaat lainnya yang turut ikut menyumbangkan hartanya dalam pembangunan masjid Baiturrahim, H. Ii Argadiraksa yang adalah seorang arsitek turun langsung dalam pengawasan selama 4 tahun pembangunan perluasan masjid Baitur Rahim.

Jemaat Ahmadiyah Singaparna memberi amanah khusus kepada H. Ii Argadiraksa untuk menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baiturrahim, 4 tahun masa pembangunan dari tahun 2011 sampai 2015 dilaksanakan dalam 2 tahap pembangunan.

Tahap pertama Pembangunan dilakukan dari tahun 2011-2014 dengan mendirikan dan merenovasi rumah misi menjadi Gedung kaum ibu (Gedung serbaguna) yang tediri dari 3 lantai seluas 400 m2 dan dapat menampung 250 orang jamaah. Untuk tahap pertama pembangunan ini total menghabiskan biaya sebesar Rp 490 juta yang berasal dari sumbangan pribadi Rp 180 juta, sumbangan dari anggota Jemaat Ahmadiyah asal Singaparna yang berada diluar kota sebesar Rp 225 juta serta bantuan dari PB Jemaat Ahmadiyah sebesar Rp 80 juta.

Tahap kedua dimulai pada Agustus 2014 sampai Oktober 2015 dengan memperluas gedung utama masjid hingga dapat menampung 600 orang jamaah, bangunan seluas 500 m2 terdiri dari 1 lantai diperluas dengan penambahan beberapa ruangan khusus untuk kamar tamu, kantor, ruang rapat, Tabligh Center, Klinik Homeopathy, ruang bayar candah dan tempat air wudhu dan toilet. Total biaya yang dihabiskan sebesar Rp 1,3 Milyar. Dana berasal dari sumbangan pribadi Rp 1,25 Milyar dan sumbangan anggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna Rp 50 juta. 

Total 2 tahap pembangunan menghabiskan biaya Rp 1,79 Milyar selama empat tahun proses pembangunan. Total 11 fasilitas baru dibangun selama proses pembangunan terdiri dari Kantor Pengurus, Ruang Rapat, Perpustakaan/Tabligh Center, Rumah Tamu, Ruang Khusus Ibu & anak, Tempat Wudhu kaum bapak, Tempat wudhu kaum ibu, Dapur Umum, Klinik Homeopathy dan Ruang Bayar Candah.

Selain itu juga kompleks pemakaman musi/musiah yang terletak bersebelahan dengan Masjid Baitur Rahim dipercantik selama proses renovasi Masjid.

Tidak sedikit ujian yang harus dihadapi oleh H. Ii Argadiraksa selama 4 tahun proses pembangunan dari ujian terkecil berupa penekanan dari pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan perluasan pembangunan masjid Baitur Rahim sampai ujian terberat berupa 4 kali perusakan oleh kelompok intoleran dan usaha penyegelan masjid. 

Namun semua itu dihadapi H. Ii Argadiraksa beserta seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna dengan penuh kesabaran dan ketawakalan, bahkan bagi H. Ii Argadiraksa ujian berat yang ia hadapi tidak sedikitpun membuatnya ciut malah semakin membuatnya bergairah untuk sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan Masjid Baitur Rahim yang jauh lebih megah.

Masjdi Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Masjid Baitur Rahim, Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Renovasi yang dilakukan hanya merubah bangunan utama sementara gapura yang terletak didepan masjid tidak mengalami perubahan dan menjadi ornamen ciri khusus dari Masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna, bangunan gapura tersebut telah masuk cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah sebagai bangunan asli yang telah ada sejak tahun 1925 saat awal mula masjid dibangun.

Anggota Jemaat Ahmadiyah sendiri tidak hanya memberi pengorbanan berupa nominal uang, beberapa diantara mereka turut menyumbangkan berupa kelengkapan fasilitas kantor, perpustakaan/Tabligh Cener serta Sound Sistem Masjid.

Saat Tasyakur pembangunan Masjid Baitur Rahim pada tanggal 25 Oktober 2015, di Masjid tersebut H. Ii Argadiraksa menyampaikan masih banyak keperluan masjid untuk menyempurnakan segala sesuatunya dan itu adalah tugas dari seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah selanjutnya untuk melakukan pengorbanan harta di jalan Allah SWT.

Doni Sutriana (Tasikmalaya) 





Sunday, 13 September 2015

Ahmadiyah Tasikmalaya Sport Day: Dari Tukang Becak Sampai Aparat Negara

Jemaat Ahmadiyah Cabang Tasikmalaya mengadakan Hari Berolahraga pada hari minggu 13 September 2015 dengan kegiatan sepeda santai bagi anggota Ansharullah dan khuddam serta jalan santai bagi anggota Lajnah Imiaillah.

sepeda-santai-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Rute sekitar 8 kilometer mengelilingi wilayah sekitar kota Tasikmalaya kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi hari dengan garis start didepan Masjid Mubarak, jalan Nagarawangi  Kota Tasikmalaya. 

13 Anggota Ansharullah ditambah 3 anggota khuddam turut menjadi peserta dalam kegiatan ini, berbagai macam sepeda digunakan oleh para peserta, dari sepeda balap, sepeda ontel, sepeda gunung sampai sepeda torpedo berkonvoi menyusuri kota Tasikmalaya melalui jalur perumahan yang banyak terdapat di kota Tasikmalaya.

Sementara itu para anggota Lajnah Imaillah telah lebih dulu berangkat jalan santai dengan tujuan akhir berkumpul bersama di sebuah rumah makan khas Tasikmalaya, 13 anggota Lajnah Imaillah turut dalam kegiatan ini.

Rumah makan khas Tasikmalaya menjadi titik pertemuan antara seluruh anggota badan yang turut dalam kegiatan 'Hari Berolahraga'. Mubaligh Wilayah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang hendak menuju Kota Ciamis untuk menghadiri kegiatan Dai Ilallah menyempatkan diri dulu untuk menghadiri makan bersama seluruh anggota yang turut hadir dalam kegiatan Hari Berolahraga.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasik

Kebersamaan dalam keragaman tampak begitu terasa hangat dalam silaturahmi antara anggota Jemaat, terutama pada anggota Ansharullah yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dari mulai PNS, Wiraswastawan, Dokter, buruh, hingga tukang becak.

Atang Ahmadi yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang becak pada Hari Berolahraga menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan dengan meminjam sepeda dari anaknya. Sebagai seorang pekerja  yang setiap hari mengayuh becak tidak tampak kelelahan dari wajah Pak Atang.

"Saya sengaja tidak narik becak hari ini karena Jemaat ada sepeda santai, saya bela-belain meminjam sepeda dari anak saya" Kata Atang Ahmadi setelah menyantap hidangan di rumah makan khas Tasikmalaya.

"Derah ini mah tempat bermain saya zaman dahulu" sambung tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya ini.

Sementara itu salah seorang anggota Ansharullah, Sulaeman Jamjuri, yang bekerja sebagai PNS menuturkan rasa kakunya mengayuh sepeda karena setiap hari terbiasa menggunakan Sepeda motor saat bekerja di salah satu instansi pemerintahan di Tasikmalaya.

"Agak kagok, pegang stang sepeda tadi saya puter-puter mirip pegang stang motor saat mau tancap gas" Ujar bapak yang biasa dipanggil Pak Eman ini.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasikmalaya

Kegiatan Hari Olahraga dengan melibatkan seluruh anggota badan dalam Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya ini merupakan kegiatan yang pertama dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan ini selain menyehatkan juga mempererat tali silaturahmi antara anggota Jemaat Ahmadiyah.

Doni Sutriana - Tasikmalaya

Tuesday, 25 August 2015

Jemaat Ahmadiyah & Warga Saling Mengalahkan di Cigunung Tasikmalaya

Ade Almahdi (Kawalu)
Tasikmalaya - Memperingati hari kemerdekaan RI ke-70 Jemaat Ahmadiyah Wilayah Tasikmalaya adakan pertandingan olahraga persahabatan dengan warga masyarakat non ahmadi.


Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke-70, rombongan Ansharullah Jemaat Ahmadiyah Wilayah Tasikmalaya yang terdiri dari Mubaligh Wilayah Jabar 7-8, Mubaligh Pembina cabang Cigunung, Amirda Jabar 7-8, 11 orang Anshar, 4 orang Khudam, 1 orang simpatisan dari Wanasigra & 2 orang LI mengunjungi masyarakat Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya dimana Jemaat lokal Cigunung berada. 

Kunjungan ini dimaksudkan untuk bersilaturahmi & rabtah dengan tokoh serta masyarakat Desa Cigunung. 

Diawali dengan pertandingan persahabatan Bola Voli antara tim Karang taruna desa Cigunung "IPPS" (Ikatan Pemuda Pemudi Sindangrasa) melawan tim Ansharullah Jemaat Ahmadiyah Wilayah Tasikmalaya yang diwakili oleh Anshar-Khudam Tenjowaringin. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim karang taruna dengan skor 4-1. Dilanjutkan dengan pertandingan badminton sebanyak 5 partai gamda, yang dimenangkan oleh tim Ansharullah Jemaat Ahmadiyah dengan skor 4-1. 

Di akhir acara Ansharullah Wilayah Tasikmalaya menyerahkan hadiah kenang-kenangan untuk Karang Taruna desa Cigunung berupa sebuah net bola voli & Bola Voli. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Mubaligh Wilayah Jabar 7-8. 

Ketua Karang Taruna berterimakasih atas kunjungan ini & bisa menjadi sarana untuk memperat tali Silaturahmi diantara anggota masyarakat Cigunung dengan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya.

Dadi Supriadi mewakili penguruh Ansharullah Wilayah Tasikmalaya mengatakan bahwa melalui kegiatan sehat jasmani dapat menjadi sarana silaturahmi antar anggota Jemaat Ahmadiyah dengan masyarakat sekitarnya. Ansharullah Wilayah memprogramkan kegiatan serupa di Jemaat lainnya melalui Ansharullah cabang.

Kegiatan olahraga & permainan dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI di desa Cigunung merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh masyarakat disana. Ipa Mustopa sebagai ketua Jemaat Ahmadiyah Lokal Cigunung menjabat pula sebagai ketua pemuda desa Cigunung. Setiap peringatan hari Kemerdekaan RI, beliau selalu menjadi ketua panitianya. 

Hubungan sosial Jemaat Ahmadiyah di desa Cigunung dengan masyarakat sekitar sudah demikian erat. Beliau mengharapkan toleransi yang ditunjukan oleh masyarakat di Cigunung dapat diikuti oleh Desa-desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya juga kota-kota lainnya di Indonesia, sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang harmonis. 


Beliau juga mengajak para anggota Ansharullah Jemaat Ahmadiyah di cabang lain untuk memperat hubungan dengan masyarakat sekitarnya.


Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Friday, 23 January 2015

Donor Darah Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Jemaat Ahmadiyah Daerah Tasikmalaya telah mengadakan donor darah dalam memperingati Maulid Nabi.
donor-darah-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Jumat 23 Januari 2015 sebanyak 53 labu darah terambil dalam kegiatan donor darah yang baru pertama kali kembali diadakan oleh Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya secara mandiri, sebelumnya kegiatan donor darah selalu bergabung dengan instansi atau LSM lain yang mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh anggota Jemaat Ahmadiyah yang berada di daerah Tasikmalaya yaitu dari Singaparna, Kawalu, Sukapura, Cigunung, Indihiang dan Tasikmalaya sendiri sebagai tuan rumah. Anshar Wilayah menjadi panitia penyelenggara kegiatan ini.

Anggota Jemaat Ahmadiyah yang menjadi peserta terdiri dari berbagai usia baik kaum laki-laki maupun kaum permpuan dari usia minimal sampai mereka yang beusia dibatas maksimal darahnya dapat diambil hadir dalam kegiatan ini. Peserta termuda masih duduk di kelas 2 SMA yang merupakan donor pertamanya dan berhasil diambil oleh petugas PMI UPTD Tasikmalaya.
donor-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Keterangan dari Ade Al Mahdi anggota Ansharullah yang menjadi panitia kegiatan ini menyatakan jumlah yang hadir 85 orang dan darah yang terambil 53 orang, sedikitnya jumlah ini dikarenakan banyak anggota pendonor aktif yang telah diambil sebelumnya karena diminta oleh yang memerlukan darah seperti oleh anggota keluargan yang salah satu anggota keluarganya menderita thalasemia dan yang lainnya banyak yang jadwal donornya telah lebih dulu. Beberapa fakor tidak terambil dikarenakan calon pendonor tidak memenuhi syarat diantaranya usia diatas 60 tahun, tekanan darahnya tinggi, Hb darahnya tidak memungkinkan dan kaum perempuan dikarenakan mereka baru saja dalam masa haid yang dibatasi minimal 1 minggu baru bisa melakukan donor darah.

Salah seorang petugas dari PMI yaitu Yuli mengatakan "Usia minimal untuk donor adalah 17 tahun dan berat badan 45 kg, kadar Hb harus berkisar 12-19. Bila diatas itu darah diambil tapi tidak digunakan untuk donor, dibuang dan itu untuk memperbaiki darah yang terlalu kental dari calon pendonor" beliau menganjurkan agar mereka yang darahnya mendekati skala 19 untuk rutin berdonor demi kesehatannya. Yuli menambahkan "Agar darah bisa diambil istirahat yang cukup tidur harus diatas 5 jam dan banyak makan sayuran dan daging ati sebagai penambah darah." saat ditanya manfaat donor Yuli menjawab "Donor darah itu kalau dalam kendaraan seperti ganti oli yang harus rutin dilakukan agar kendaraan mesinnya baik, berdonor baik bagi sirkulasi darah kita."
jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Dindin Sarifudin salah seorang anggota Ansharullah saat dimintai keterangan menyampaikan "Pihak PMI menyambut baik kegiatan donor darah ini dan menganjurkan agar kegiatan rutin dilakukan" sementara dari keterangan seorang anggota Lajnah Imaillah Kawalu, Ranti Rahimah menyampaikan secara panjang lebar "Ada yang datang meminta darah Golongan A untuk keluarganya yang menderita thalasemia, saat ke PMI ia dianjurkan datang ke kegiatan donor darah Jemaat Ahmadiyah, ia datang sendiri untuk meminta darah yang diinginkan. Ia sangat kagum dengan kebaikan orang ahmadiyah dan baru mengetahui di kota Tasikmalaya ada juga ahmadiyah yang mendonor darah, sebelumnya ia hanya tahu kalau kebanyakan sumber darah berasal dari pendonor anggota Jemaat Ahmadiyah yang berasal dari desa Tenjowaringin."

Ketua Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi dan akan rutin dilakukan selanjutnya sekaligus untuk memberdayakan Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya yang cukup megah dengan kegiatan yang bermanfaat. Ditemui ditempat terpisah Mubaligh Wilayah Jemaat Ahmadiyah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang turut pula mendonorkan darahnya menyampaikan. Bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk Anggota Jemaat Ahmadiyah, beliau mengharapkan semua elemen warga masyarakat dapat ambil bagian menjadi pendonor minimal warga masyarakat yang berada di sekitar lingkungan masjid. Beliau juga meminta agar anggota Jemaat Ahmadiyah kedepannya mengajak warga masyarakat lainnya untuk turut ambil bagian menjadi pendonor darah.
ahmadiyah-tasikmalaya

by: Doni Sutriana


Sunday, 26 October 2014

Media Center Training Camp : Blog Goes To Village

 Tenjowaringin -  Tepat tanggal 25 Oktober 2014 yang  bertepatan dengan pergantian tahun baru Hijriah 1439 H, Media Center Priangan Timur mengadakan acara Media Center Training Camp untuk Jemaat-jemaat di Kecamatan Salawu. Acara yang berlangsung di lantai tiga kampus SMA Plus Al Wahid ini menghadirkan trainer dari Tim Media Center Wilayah Priatim. Acara ini digagas sebagai tindak lanjut instruksi  Huzur aba dalam khutbah beliau agar anggota Jemaat bisa mendalami jurnalisme sebagai media penyeimbang atas  minimnya informasi tentang eksistensi  dan banyaknya berita negatif tentang Jemaat Ahmadiyah khusunya di media massa.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 ini, di isi dengan pemaparan peran media dan keterampilan menulis di Blog.  Acara ini juga di hadiri Bapak Mubaligh Wilayah Priangan Timur Mln. H Syaeful Uyun dan Juga Bapak Amir Daerah Tasikmalaya Ciamis Drs. Iyon Sopyan. Sambutan dari Bapak Muballigh Wilayah Priatim berisi pada pentingnya keterampilan menulis bagi Jemaat. Beliau mencontohkan seorang tokoh bernama Syafii Rajo Batuah  yang sangat aktif menulis pada era nya di Buletin Sinar Islam. Sebanyak 45 orang peserta dengan penuh antusias mengikuti pelatihan yang dipandu oleh tiga narasumber ini. 

Ketua Media Center, Nanang Hidayat mengawali dengan memberikan orientasi Media Center di Wilayah Priangan Timur, apa peran sertanya dalam urusan Kharijiah Jemaat Ahmadiyah. Pembicara berikutnya Mln. Syihab Ahmad mempresentasikan pengenalan terhadap video jurnalistik. Pembicara ketiga yaitu Doni Sutriana, admin dari blog ahmadiyyapriatim.blogspot.com serta akun twitter @jai_priatim yang memandu para peserta untuk membuat blog.

Qaid Daerah Salawu, Munawarman yang sekaligus sebagai ketua pelaksana acara memaparkan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengenalkan peran media sosial di masyarakat khususnya anggota  Jemaat di daerah Tenjowaringin. Media sosial di ibaratkan dua sisi mata uang. Terkadang media bisa menjadi penyebar kebencian akan tetapi bisa digunakan sebagai media informasi yang membangun sehingga bisa kita manfaatkan sebagai media tabligh atau kampanye tentang eksistensi Jemaat Ahmadiyah di Indonesia. Adapun tujuan dari acara ini adalah supaya warga masyarakat khusunya anggota jemaat Tenjowaringin “melek internet”.

Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi Ihsan Billy dari cabang Cigunung Tilu, dalam pemaparanya  sangat senang mengikuti acara ini, karena dia banyak menemukan hal yang baru tentang dunia Jurnalistik khususnya Media Internet. Pemuda ini berharap hasil dari pertemuan ini dapat ia implementasikan di cabangnya sehingga anggota di sekitarnya mampu mengoptimalkan gadget yang sekarang bukan barang langka ini. (Asep Diman)

Sunday, 11 May 2014

JEMAAT AHMADIYAH SUKAPURA MERINTIS JALAN DAMAI MELALUI APARAT PEMERINTAHAN DESA SUKAJAYA


Tasikmalaya 10 Mei 2014, Di daerah tasikmalaya Jemaat Ahmadiyah Sukapura terc atat sebagai cabang yang banyak mengalami penekanan dan penyelasaian masalahnya sampai hari ini tetap berlarut-larut. Suasana harmonis antara warga anggota Jemaat Ahmadiyah yang berada di Sukapura dengan warga lainnya tiba-tiba pecah pada tahun 2007 saat aparat Desa dan MUI atas desakan DKM setempat menyegel masjid milik Jemaat Ahmadiyah yang telah berdiri sejak tahun 1952 untuk tidak digunakan lagi. Bukan hanya menyegel beberapa waktu kemudian masjid dihancurkan dengan hanya menyisakan bagian dinding, pasca kejadian tersebut masjid seolah tak tersentuh dan kini sejak 7 tahun berlalu masjid hanya menyisakan puing bangunan tak beratap.
Sebagai catatan sebelum kejadian tersebut tali silaturahmi antara warga ahmadi dan non ahmadi di desa tersebut sangat harmonis, sebagai contoh saat Idul Fitri warga non ahmadi akan berdiri disepanjang jalan desa untuk bermaaf-maafan hari raya kepada warga ahmadi yang keluar dari masjid setelah menunaikan shalat Id, tali silaturahmi itu terjalin karena sebagian besar warga setempat masih dalam pertalian saudara yang sama karena berasal dari keturunan leluhur yang sama. Ada 3 leluhur yang menjadi cikal bakal warga desa tersebut, sebagian besar warga merupakan keturunan langsung dari 3 leluhur tersebut yaitu Eyang Kantadiredja, Eyang Natadiredja dan Eyang Suryadiredja mereka adalah putra dari Eyang Cadiredja.
Menurut penuturan warga ahmadi yang berada di Sukapura anggota ormas yang banyak melakukan penekanan kepada warga ahmadi disana merupakan para pendatang yang tidak tahu menahu tentang tali kekerabatan sebagian warga penghuni desa tersebut, jumlah warga yang menjadi ormas yang sering melakukan  penekanan kepada ahmadi di Sukapura tidak lebih dari 5% dari keseluruhan warga dan secara ideologi pemahaman dari anggota ormas tersebut bertolak belakang dengan sebagian besar warga setempat hal itu dituturkan oleh kepala RW yang baru terpilih.

Tuesday, 6 May 2014

SILATURAHMI JEMAAT AHMADIYAH KEPADA KEJARI SINGAPARNA DAN POLRES KAB. TASIKMALAYA


Jajaran pengurus Jemaah Ahmadiyah Priangan Timur yang terdiri atas Mubaligh Wilayah Priangangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun, Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Citeguh Mln Ridwan Ahmad, Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Singaparna Yahya Sumantri, Ketua Jemaat Ahmadiyah Citeguh Iip Syaripudin dan Ketua Jemaat Ahmadiyah Singaparna Nanang Ahmad Hidayat pada hari senin 5 mei 2014 bersilaturahmi kepada unsur Bakorpakem kab. Tasikmalaya, sekaligus sebagai klarifikasi dan memberi tanggapan atas pelarangan pengajian kaum ibu Jemaat Ahmadiyah daerah Tasikmalaya pada hari kamis 1 mei 2014 oleh Bakorpakem.

Pelarangan oleh Bakorpakem ini merupakan hasil rapat seluruh anggota Bakorpakem pada tanggal 30 april 2014 bertempat di Kejari Singaparna seperti yang dilansir dalam situs resmi Div Humas Polri Rabu 30 April 2014 http://humas.polri.go.id/berita/pages/RAPAT-KOORDINASI-BAKORPAKEM-BAHAS AHMADIYAH.aspx

Pengajian itu sendiri merupakan pengajian rutin khusus tahunan kaum ibu dan anak perempuan Jemaat Ahmadiyah yang berada di daerah Tenjowaringin dimana seluruh peserta dan pemateri seluruhnya adalah kaum perempuan Jemaat Ahmadiyah, pengajian ini rutin diadakan setiap tahunan dengan tujuan untuk memberi pendidikan keruhanian anggota perempuan Jemaat Ahmadiyah yang berada di Tenjowaringin.

Pengajian tersebut dibatalkan oleh pihak panitia sehari sebelumnya setelah kedatangan Wakapolsek Salawu yang menyampaikan akan menurunkan 520 personel kepolisian untuk menjaga pengajian tersebut, dampak psikologis peserta dengan adanya penjagaan besar-besaran dari kepolisian menjadi pertimbangan panitia untuk membatalkan acara pengajian tersebut.

Sore hari setelah panitia secara resmi membatalkan rencana pengajian tersebut rombongan Bakorpakem yang terdiri atas Kajari, Dandim, Kapolres dan Asda II menemui panitia dan Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Citeguh dalam pertemuan tersebut Bakorpakem meminta Jemaat Ahmadiyah untuk tidak melakukan kegiatan apapun termasuk rencana peringatan Isra Miraj yang akan diadakan oleh Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin.

Jajaran pengurus Jemaat Ahmadiyah menemui Kajari Singaparna pada hari senin pagi 5 mei 2014 bertempat di kantornya. Jemaat Ahmadiyah ditemui langsung oleh Kajari Singaparna yang menerima dengan baik jajaran Pengurus Jemaat Ahmadiyah dan mengucapkan terima kasih atas silaturahmi dari pihak Jemaat Ahmadiyah. Dalam pertemuan dengan Kajari Singaparna tersebut menurut penuturan Mln. H. Syaeful Uyun Kajari Singaparna menyampaikan gagasan agar Jemaat Ahmadiyah mengundang pejabat pemerintahan dalam setiap kegiatan yang diadakan untuk mencairkan kebekuan yang selama ini terjadi, atas gagasan tersebut Mln. Syaeful Uyun mewakili jajaran pengurus Jemaat Ahmadiyah sangat mendukung atas gagasan tersebut dan menaruh harapan besar kepada Kajari untuk dapat mewujudkan Negara Indonesia khususnya Jawa Barat menjadi Indonesia sesungguhnya/Indonesia yang hakiki. Mln. Syaeful Uyun juga menyampaikan untuk meluruskan kesalah-pahaman selama ini akan memberi kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk hadir dan turut mengisi acara pengajian dalam rangka peringatan Isra Miraj yang akan dilaksanakan oleh Jemaat Ahmadiyah yang berada di Tenjowaringin, dengan harapan pihak-pihak yang kontra terjadap Jemaat Ahmadiyah yang selama ini mengetahui Ahmadiyah dari orang yang bukan Ahmadiyah dan dari buku yang tidak suka terhadap Jemaat Ahmadiyah dapat mengetahui Jemaat Ahmadiyah langsung dari orang Ahmadiyah. Atas usulan tersebut Kajari Singaparna menanggapi dengan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk duduk bersama untuk membahas usulan tersebut.

Selepas menemui Kejari Singaparna rombongan pengurus Jemaat Ahmadiyah segera menuju Polres Kab. Tasikmalaya untuk menemui Kapolres Kab. Tasikmalaya, rombongan diterima dengan baik oleh jajaran Polres Kab. Tasikmalaya. Dalam kesempatan silaturahmi kepada jajaran Polres Kab. Tasikmalaya tersebut Mln. Syaeful Uyun selain memperkenalkan diri juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak aparat kepolisian karena telah menjaga dan memberi perlindungan kepada Jemaat Ahmadiyah di Kab. Tasikmalaya umumnya serta Jemaat Ahmadiyah yang berada di Tenjowaringin khususnya. Pihak Jemaat Ahmadiyah merasa tidak enak hati kepada aparat kepolisian karena telah merepotkan aparat kepolisian selama ini untuk menjaga dan melindungi warga Jemaat Ahmadiyah agar terjaminnya kehidupan aman dan damai warga Jemaat Ahmadiyah. Dalam kesempatan pertemuan tersebut Kapolres menyampaikan bahwa beliau tidak mengharapkan adanya kekerasan di wilayah tugasnya.

Kepada Kejari Singaparna dan Polres Kab. Tasikmalaya jajaran pengurus Jemaat Ahmadiyah menyerahkan surat tanggapan atas hasil rapat Bakorpakem pada hari kamis tanggal 30 April 2014

serta turut pula dilampirkan makalah “Indonesia Negara Pancasila Rumah Yang Aman Bagi Semua Pemeluk Agama dan Aliran Agama (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu-NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, Syi’ah, dll)” untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait.