Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Saturday, 2 January 2016

Cara Warga Ahmadiyah Tasikmalaya Rayakan Tahun Baru

Perayaan pergantian tahun baru selama ini identik dengan pesta kembang api dan tiupan terompet penuh kebisingan di tengah malam, di negeri barat pesta ini identik dengan minum minuman memabukan. Pergantian tahun baru identik dengan pesta perayaan penuh kegembiraan.

clean the city MKAI Ahmadiyah Tasikmalaya
Peserta Clean The City Tasikmalaya di Tugu Adipura
Di sudut tengah kota Tasikmalaya tepat di Jalan Nagarawangi di sebuah Masjid Ahmadiyah warga Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya menyambut tahun baru dengan cara yang berbeda, disaat warga lain baru merebahkan diri di tempat tidur setelah merayakan malam pergantian tahun baru, 131 warga Jemaat Ahmadiyah yang berasal dari daerah Tasikmalaya dan Ciamis khusyu mendirikan shalat Tahajud bersama di sepertiga akhir malam. Sebagian besar dari mereka adalah para pemuda dan anak-anak Sekolah Dasar. Sejak sore hari sebelumnya para pemuda Ahmadiyah yang berasal dari Desa Tenjowaringin, Singaparna, Kawalu, Tasikmalaya dan Ciamis berkumpul menyelenggarakan acara Malam Khuddam Wilayah sedangkan anak-anak laki-laki yang berusia Athfal terpisah di lantai II mengadakan pekan Athfal yang diisi dengan hapalan Doa dan Tadarus Al Quran.

Malam Khuddam Wilayah di akhir tahun 2015 ini lebih istimewa karena dihadiri pula oleh Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya yang tengah mensosialisasikan Program Peduli Masyarakat Inklusif. Mubaligh Wilayah Mln. Syaeful Uyun menjadi pemateri utama dalam acara tersebut beliau menyampaikan pesan agar tahun baru yang disambut dengan program kebersihan menjadi awal bagi para Pemuda Ahmadiyah untuk bertekad tidak hanya membersihkan lingkungan sekitar namun juga membersihkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dalam pesannya juga Mln. Syaeful Uyun mengingatkan agar para pemuda Ahmadiyah khususnya tidak melupakan sejarah Islam dan bagaimana untuk menjaga sejarah Islam Hazrat Khalifatul Masih II Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra menggagas kalender Islam yang didasarkan dengan perhitungan Matahari dimana nama ke-12 bulannya didasarkan pada suatu peristiwa penting dalam sejarah Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam, kalender ini diberi nama Kalender Hijrah Syamsi.

Kajian ruhani di malam menjelang pergantian tahun serta ibadah malam shalat tahajud di tengah malam merupakan gambaran periode daur masa bagaimana para generasi muda Ahmadiyah yang merupakan generasi yang tengah dalam masa tempaan menyikapi masa-masa yang mereka hadapi, tidak hanya sampai disitu saat fajar menyingsing selepas Shalat subuh para pemuda ini beserta Kaum Bapak dan kaum ibu yang turut bergabung turun ke jalan untuk mebersihakan segala kotoran yang berserakan di jalan-jalan sisa perayaan pergantian tahun.

Syaeful Uyun Clean The City Ahmadiyah Tasikmalaya
Mln. Syaeful Uyun sedang menyapu sampah depan Masjid Agung Tasikmalaya
Rute jalan Nagarawangi menuju Jl. H.Z. Mustofa dari Tugu Asmaul Husna yang malam sebelumnya baru diresmikan menjadi sasaran rombongan yang menyemut saat pagi menjelang, jalur H.Z. Mustofa yang merupakan pusat perbelanjaan Kota Tasikmalaya sepanjang kurang lebih 3 km hingga Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya menjadi area bebas sampah oleh kegiatan ini, kemudian alun-alun Kota Tasikmalaya menjadi tujuan akhir rombongan yang mana kegiatan ini mengusung tema Clean The City.

Sebagai catatan gerakan Clean The City ini digagas oleh Khuddamul Ahmadiyah Indonesia dan diselenggarakan di kota-kota besar Indonesia, sesuai sabda Rasulullah bahwa kebersihan sebagian dari Iman warga Jemaat Ahmadiyah wilayah Tasikmalaya menyambut tahun baru dengan melakukan kebersihan kota yang dicintainya sebagai pula perwujudan cinta tanah air.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya Kota Tasikmalaya yang turut hadir dalam kegiatan menyampaikan terima kasih atas inisiatif warga Jemaat Ahmadiyah yang turut membantu program pemerintah dalam menjaga kebersihan beliau saat di wawancarai menyambut semua komponen masyarakat untuk bekerja sama dalam kegiatan kebersihan di Kota Tasikmalaya, koordinasi dan komunikasi haruslah diperhatikan bagi kegiatan ini dan ia menghimbau warga masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.
Clean The City Ahmadiyah Tasikmalaya
Berpose di Alun-alun Kota Tasikmalaya

Doni Sutriana Tasikmalaya.

Monday, 26 October 2015

Kepala Desa Cipakat: Apresiasi Ahmadiyah Singaparna Atas Bank Darah

Kepala Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Ade Gani, memuji komunitas Jemaat Ahmadiyah yang ada diwilayahnya sebagai kelompok yang selalu siap sedia saat warganya membutuhkan transfusi darah.

desa cipakat jemaat ahmadiyah singaparna

Berbicara dalam sambutan acara syukuran Masjid Baitur Rahim dikampung Babakan Sindang, Minggu (25/10). Ade Gani menyampaikan rasa terima-kasihnya kepada anggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna yang senantiasa aktif menyukseskan kegiatan baik sosial mapun kegiatan lainnya di wilayah yang dipimpinnya.

"Terima kasih kepada anggota Jemaat Ahmadiyah yang telah melaksanakan hak dan kewajibannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui Pos Ronda yang rutin kami adakan" ucapnya membuka sambutan.

"Persuakan masjid 29 Juli 2005 bukan hanya dirasakan anggota ahmadi namun oleh saya sendiri dan warga sekitar turut merasakan dampaknya" sambungnya.

Menyinggung masalah kegiatan sosial kemanusiaan Ade Gani memuji organisasi Jemaat Ahmadiyah yang begitu tertib dalam administrasinya.

"Ketika warga ada yang kesulitan karena melahirkan atau kecelakaan dan memerlukan darah warga ahmadi selalu mudah dihubungi dan diambil darahnya" Jelas Ade Gani

"Bank Darah ada di Ahmadiyah' imbuhnya.

Pria yang masih memiliki ikatan keluarga dengan tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaprana, H. Ii Argadiraksa, memaparkan bahwa pertalian darah membuat jalin tali silaturahmi antara warga ahmadi dan warga lainnya disekitarnya dapat terjalin untuk hidup bertoleransi dan tenggang rasa.

Menutup sambutannya Ade Gani menyampaikan tentang pentingnya adanya seorang pemimpin oleh karena itu ia mengajak kepada warga ahmadi untuk menyukseskan Pilkada Referndum yang akan diadakan di Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 9 Desember 2015.

Baca Juga:
Amir Jemaat Ahmadiyah Menyeru Memakmurkan Masjid | Tasyakur Masjid Baitur Rahim Singaparna

H. Ii Argadiraksa: Ujian Semakin Menggairahkannya Membangun Masjid | Baitur Rahim Singaparna

Doni Sutriana (Tasikmalaya)

Sunday, 25 October 2015

H. Ii Argadiraksa: Ujian Semakin Menggairahkannya Membangun Masjid | Baitur Rahim Singaparna

“Keyakinan kami masjid ini masjid Allah bukan masjid saya. Kalau dirusak Dia yang akan membangunnya kembali." ~ H. Ii Argadiraksa pada Masjid Baitur Rahim Singaparna

H. Ii Argadiraksa tokoh jemaat Ahmadiyah Singaparna
H. Ii Argadiraksa, tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Dimasa senja usianya yang telah berkepala tujuh H. Ii Argadiraksa tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat ini selalu terpancar kegembiraan dan gairat untuk mengkhidmati JemaatNya.

Beliau merupakan tokoh sentral dalam renovasi Masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna sehingga kini masjid selain lebih luas juga memiliki beberapa fasilitas khusus sebagai pusat kegiatan organisasi Jemaat Ahmadiyah Singaparna.

Masjid Baitur Rahim yang terletak di kampung Babakan Sindang Desa Cipakat Kecamatan Singaparna yang berada tidak jauh dari komplek Pondok Pesantren Cipasung adalah masjid yang awal mulanya dibangun pada tahun 1925 oleh orang tua H. Ii Argadiraksa sebagai masjid milik keluarga Argadiraksa. Dalam perjalanannya masjid diserahkan kepada Jemaat Ahmadiyah pada tahun 1930-an setelah seluruh jamaah baiat menerima kebenaran Jemaat Ahmadiyah.

Pasca penekanan dan penutupan paksa Masjid Mahmud yang terletak di Kampung Badak Paeh pada tahun 2005, pusat kegiatan Jemaat Ahmadiyah dipindahkan ke Masjid Baitur Rahim yang semula merupakan masjid kelompok bagi anggota Jemaaat Ahmadiyah yang berada di kampung Babakan Sindang. 

H. Ii Argadiraksa yang telah pensiun dari pekerjaannya bercita-cita untuk memperluas dan melengkapi fasilitas masjid Baitur Rahim, keterikatannya akan sejarah masjid Baitur Rahim yang dihibahkan oleh keluarga Argadiraksa membuat H. Ii Argadiraksa semakin bergairat untuk mewujudkan cita-citanya merenovasi masjid Baiturrahim.

Kendala utama adalah belum adanya biaya untuk menjalankan proses pembangunan, aset tanah yang dimilikinya di daerah Depok yang bernilai Rp 1 Milyar belum laku ada yang membeli, H. Ii berjanji bahwa bila asetnya tersebut laku terjual semua uang hasil penjualannya akan digunakan untuk pembangunan masjid.

Atas nasihat Hj. Uun Syarifatunnisa Makih (Sadr LI Indonesia periode sebelumnya), H. Ii menulis surat kepada Hazrat Khalifah melalui bantuan Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia, tidak lama setelah itu atas karunia Allah asetnya tejual dengan segala kemudahan dalam proses jual belinya. (Baca juga: Amir Jemaat Ahmadiyah Menyeru Memakmurkan Masjid | Tasyakur Masjid Baitur Rahim Singaparna )

Beliaupun mendapat surat balasan dari Hazrat Khalifah yang salah satu nasihatnya agar dalam pembangunan masjid tidak di monopoli oleh seseorang harus dibangun bersama-sama anggota Jemaat lainya agar tidak memunculkan sifat riya. 

Atas nasihat Huzoor tersebut H. Ii Argadiraksa mengikutsertakan anggota jemaat lainnya yang turut ikut menyumbangkan hartanya dalam pembangunan masjid Baiturrahim, H. Ii Argadiraksa yang adalah seorang arsitek turun langsung dalam pengawasan selama 4 tahun pembangunan perluasan masjid Baitur Rahim.

Jemaat Ahmadiyah Singaparna memberi amanah khusus kepada H. Ii Argadiraksa untuk menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baiturrahim, 4 tahun masa pembangunan dari tahun 2011 sampai 2015 dilaksanakan dalam 2 tahap pembangunan.

Tahap pertama Pembangunan dilakukan dari tahun 2011-2014 dengan mendirikan dan merenovasi rumah misi menjadi Gedung kaum ibu (Gedung serbaguna) yang tediri dari 3 lantai seluas 400 m2 dan dapat menampung 250 orang jamaah. Untuk tahap pertama pembangunan ini total menghabiskan biaya sebesar Rp 490 juta yang berasal dari sumbangan pribadi Rp 180 juta, sumbangan dari anggota Jemaat Ahmadiyah asal Singaparna yang berada diluar kota sebesar Rp 225 juta serta bantuan dari PB Jemaat Ahmadiyah sebesar Rp 80 juta.

Tahap kedua dimulai pada Agustus 2014 sampai Oktober 2015 dengan memperluas gedung utama masjid hingga dapat menampung 600 orang jamaah, bangunan seluas 500 m2 terdiri dari 1 lantai diperluas dengan penambahan beberapa ruangan khusus untuk kamar tamu, kantor, ruang rapat, Tabligh Center, Klinik Homeopathy, ruang bayar candah dan tempat air wudhu dan toilet. Total biaya yang dihabiskan sebesar Rp 1,3 Milyar. Dana berasal dari sumbangan pribadi Rp 1,25 Milyar dan sumbangan anggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna Rp 50 juta. 

Total 2 tahap pembangunan menghabiskan biaya Rp 1,79 Milyar selama empat tahun proses pembangunan. Total 11 fasilitas baru dibangun selama proses pembangunan terdiri dari Kantor Pengurus, Ruang Rapat, Perpustakaan/Tabligh Center, Rumah Tamu, Ruang Khusus Ibu & anak, Tempat Wudhu kaum bapak, Tempat wudhu kaum ibu, Dapur Umum, Klinik Homeopathy dan Ruang Bayar Candah.

Selain itu juga kompleks pemakaman musi/musiah yang terletak bersebelahan dengan Masjid Baitur Rahim dipercantik selama proses renovasi Masjid.

Tidak sedikit ujian yang harus dihadapi oleh H. Ii Argadiraksa selama 4 tahun proses pembangunan dari ujian terkecil berupa penekanan dari pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan perluasan pembangunan masjid Baitur Rahim sampai ujian terberat berupa 4 kali perusakan oleh kelompok intoleran dan usaha penyegelan masjid. 

Namun semua itu dihadapi H. Ii Argadiraksa beserta seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna dengan penuh kesabaran dan ketawakalan, bahkan bagi H. Ii Argadiraksa ujian berat yang ia hadapi tidak sedikitpun membuatnya ciut malah semakin membuatnya bergairah untuk sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan Masjid Baitur Rahim yang jauh lebih megah.

Masjdi Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Masjid Baitur Rahim, Jemaat Ahmadiyah Singaparna
Renovasi yang dilakukan hanya merubah bangunan utama sementara gapura yang terletak didepan masjid tidak mengalami perubahan dan menjadi ornamen ciri khusus dari Masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna, bangunan gapura tersebut telah masuk cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah sebagai bangunan asli yang telah ada sejak tahun 1925 saat awal mula masjid dibangun.

Anggota Jemaat Ahmadiyah sendiri tidak hanya memberi pengorbanan berupa nominal uang, beberapa diantara mereka turut menyumbangkan berupa kelengkapan fasilitas kantor, perpustakaan/Tabligh Cener serta Sound Sistem Masjid.

Saat Tasyakur pembangunan Masjid Baitur Rahim pada tanggal 25 Oktober 2015, di Masjid tersebut H. Ii Argadiraksa menyampaikan masih banyak keperluan masjid untuk menyempurnakan segala sesuatunya dan itu adalah tugas dari seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah selanjutnya untuk melakukan pengorbanan harta di jalan Allah SWT.

Doni Sutriana (Tasikmalaya) 





Amir Jemaat Ahmadiyah Menyeru Memakmurkan Masjid | Tasyakur Masjid Baitur Rahim Singaparna

Syukuran sekaligus sebagai peresmian Masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna pasca renovasi telah dilaksanakan minggu (25/10) Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Mln. H. Abdul Basith Sahid, memimpin doa bersama dan memberikan sambutannya dalam acara tersebut.

Haji Abdul Basith Amir Jemaat Ahmadiya Indonesia
H. Abdul Basith Sahid, Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Acara syukuran tersebut dihadiri tidak kurang oleh 300 anggota dari aanggota Jemaat Ahmadiyah Singaparna serta anggota dari cabang-cabang di wilayah Priangan Timur ditambah tamu undangan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia berserta Para mubalighin markazi dan mubalighin yang bertugas di wilayah Priangan Timur.

Dalam sambutannya sebelum doa bersama Amir Jemaat Ahmadiyah menyampaikan bahwa kita harus senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah SWT, beliau menyitir ayat suci Al Quran:

... la-in syakartum aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiidun (Ibrahim :8)
'
"...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." – (QS.14:8)

Beliau menasehati agar anggota Jemaat Ahmadiyah harus senantiasa bersyukur agar Allah menambahkan nikmatNya, jika tidak maka azabNya sangatlah pedih.

Selain itu juga Amir Jemaat Ahmadiyah menyampaikan bagaimana Hazrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (aba) dalam pesan saat peresmian pembangunan masjid senantiasa menekankan anggota Jemaat Ahmadiyah agar menunaikan hak dan kewajibannya yaitu dalam hal memakmurkan masjid sebagai hamba Allah yang bertaqwa hakiki.

"Keindahan sebuah masjid bukan karena kemegahan dan keindahan bentuk bangunannya namun karena diisi oleh orang yang bertaqwa" ungkapnya.

Menyangkut nama masjid 'Baitur Rahim' H. Abdul Basith berharap masjid yang dikelola oleh Jemaat Ahmadiya Singaparna ini akan menjadi tempat menyebarkan kasih sayang.

"Sesuai namanya saya berharap masjid ini menjadi tempat sumber ketentraman, kesejahteraan, pengikat tali persaudaraan dan sumber kasih sayang"

Dalam 4 tahun masa renovasi masjid Baitur Rahim Jemaat Ahmadiyah Singaparna telah melalui ujian yang berat yaitu mengalami penutupan paksa serta perusakan oleh kaum intoleran sebanyak empat kali, Amir Jemaat Ahmadiyah memuji keteguhan dan kekompakan Jemaat Ahmadiyah Singaparna yang menghadapi setiap ujian dengan penuh kesabaran dan ketawakalan.

"Jemaat Ahmadiyah Singaparna sangat solid, anggota bisa menahan diri tidak emosi segala sesuatunya diserahkan kepada Allah SWT" tutur H. Abdul Basith.

Amir Jemaat Ahmadiyah juga memberi apresiasi khusus kepada salah seorang tokoh Jemaat Ahmadiyah Singaparna, H. Ii Argadiraksa, yang menjadi ketua pembangunan Masjid Baitur Rahim. Beliau memuji akan keteguhan H. Ii Argadiraksa dalam masa pembangunan tidak merasa gentar dalam menghadapi segala ujian hingga bisa menyelasaikan perluasan pembangunan masjid.

"Ada hal menarik dari beliau (H. Ii Argadiraksa) prinsip beliau tugas kita adalah membangun masjid yang adalah rumah kepunyaan Allah, sementara urusan mereka yang merusak masjid itu urusan mereka" paparnya.

Amir Jemaat Ahmadiyah melanjutakan nasihat bagi anggota jemaat Ahmadiyah yang hadir pada acara tersebut.

"Kita harus ingat apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW bahwa masjid sebagai tempat orang untuk beribadah juga sebagai sumber rahmat kasih sayang" jelasnya.

H. Abdul Basith sebagai Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengingatkan anggota jemaat dengan sebuah kisah dalam sejarah kehidupan Rasulullah dimana beliau mempersilahkan masjidnya digunakan beribadah oleh orang nasrani yang sedang bertamu dari kisah tersebut Amir Jemaat Ahmadiyah menegaskan:

"Sejatinya Islam dapat memberikan kedamaian bagi siapa saja, disayangkan sekelompok orang disuatu tempat tidak mengamalkan teladan Rasulullah SAW" tegasnya.

H. Abdul Basith Amir Ahmadiyah di Masjid Baiturrahim Singaparna
Foto bersama Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia usai syukuran Masjid Baitur Rahim Singaparna
Di akhir sambutannya Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia menghaturkan terima kasih kepada semua anggota Jemaat yang telah turut serta dalam perluasan pembangunan Masjid Baitur Rahim serta mengajak anggota agar memakmurkan masjid tersebut.

"Atas nama Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia saya ucapkan Jazakumullah serta bersyukur atas karuniaNya. Menjadi tugas kita bagaimana agar masjid ini terus menjadi sempit (diisi oleh anggota Jemaat)" pungkasnya.

Beliau menambahkan dalam kunjungan ke cabang-cabang Jemaat Ahmadiyah di seluruh Indonesia beliau selalu menemukan ada pembangunan masjid oleh Jemaat Ahmadiyah dan di akhir sambutannya beliau menghaturkan terima kasih kepada pemerintahan setempat dalam hal ini Kepala Desa Cipakat Singaparna yang turut hadir saat itu.

Doni Sutriana (Tasikmalaya)

Sunday, 13 September 2015

Ahmadiyah Tasikmalaya Sport Day: Dari Tukang Becak Sampai Aparat Negara

Jemaat Ahmadiyah Cabang Tasikmalaya mengadakan Hari Berolahraga pada hari minggu 13 September 2015 dengan kegiatan sepeda santai bagi anggota Ansharullah dan khuddam serta jalan santai bagi anggota Lajnah Imiaillah.

sepeda-santai-jemaat-ahmadiyah-tasikmalaya

Rute sekitar 8 kilometer mengelilingi wilayah sekitar kota Tasikmalaya kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi hari dengan garis start didepan Masjid Mubarak, jalan Nagarawangi  Kota Tasikmalaya. 

13 Anggota Ansharullah ditambah 3 anggota khuddam turut menjadi peserta dalam kegiatan ini, berbagai macam sepeda digunakan oleh para peserta, dari sepeda balap, sepeda ontel, sepeda gunung sampai sepeda torpedo berkonvoi menyusuri kota Tasikmalaya melalui jalur perumahan yang banyak terdapat di kota Tasikmalaya.

Sementara itu para anggota Lajnah Imaillah telah lebih dulu berangkat jalan santai dengan tujuan akhir berkumpul bersama di sebuah rumah makan khas Tasikmalaya, 13 anggota Lajnah Imaillah turut dalam kegiatan ini.

Rumah makan khas Tasikmalaya menjadi titik pertemuan antara seluruh anggota badan yang turut dalam kegiatan 'Hari Berolahraga'. Mubaligh Wilayah Priangan Timur Mln. H. Syaeful Uyun yang hendak menuju Kota Ciamis untuk menghadiri kegiatan Dai Ilallah menyempatkan diri dulu untuk menghadiri makan bersama seluruh anggota yang turut hadir dalam kegiatan Hari Berolahraga.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasik

Kebersamaan dalam keragaman tampak begitu terasa hangat dalam silaturahmi antara anggota Jemaat, terutama pada anggota Ansharullah yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dari mulai PNS, Wiraswastawan, Dokter, buruh, hingga tukang becak.

Atang Ahmadi yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang becak pada Hari Berolahraga menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan dengan meminjam sepeda dari anaknya. Sebagai seorang pekerja  yang setiap hari mengayuh becak tidak tampak kelelahan dari wajah Pak Atang.

"Saya sengaja tidak narik becak hari ini karena Jemaat ada sepeda santai, saya bela-belain meminjam sepeda dari anak saya" Kata Atang Ahmadi setelah menyantap hidangan di rumah makan khas Tasikmalaya.

"Derah ini mah tempat bermain saya zaman dahulu" sambung tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya ini.

Sementara itu salah seorang anggota Ansharullah, Sulaeman Jamjuri, yang bekerja sebagai PNS menuturkan rasa kakunya mengayuh sepeda karena setiap hari terbiasa menggunakan Sepeda motor saat bekerja di salah satu instansi pemerintahan di Tasikmalaya.

"Agak kagok, pegang stang sepeda tadi saya puter-puter mirip pegang stang motor saat mau tancap gas" Ujar bapak yang biasa dipanggil Pak Eman ini.

sepeda-santai-ahmadiyah-tasikmalaya

Kegiatan Hari Olahraga dengan melibatkan seluruh anggota badan dalam Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya ini merupakan kegiatan yang pertama dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan ini selain menyehatkan juga mempererat tali silaturahmi antara anggota Jemaat Ahmadiyah.

Doni Sutriana - Tasikmalaya

Monday, 3 August 2015

Donor Darah Ahmadiyah, Bentuk Kepedulian Sesama & Antusiasme Pendonor Muda

Jumat 31 Juli 2015, Jemaat Ahmadiyah Singaparna telah mengadakan kegiatan donor darah massal.



Kegiatan ini bertempat di Mesjid Baiturrahim Singaparna, dan juga berlangsung serentak di dua tempat lainnya yaitu di Wanasigra serta Citeguh yang bertempat di Mesjid Baitussubhan.



Sebanyak 33 labu darah terambil dalam kegiatan donor darah ini. Kegiatan donor darah di Singaparna ini diikuti pula oleh anggota Jemaat dari Tasikmalaya, Singaparna, Kawalu dan Sukapura. Kegiatan ini berlangsung setelah selesai ibadah shalat Jumat di Mesjid Baiturrahim.

Peserta donor darah sangat antusias mengikuti kegiatan donor darah ini. Mulai dari bapak dari kaum Anshar dan Lajnah yang masih diperbolehkan berdonor sampai Khudam serta Lajnah remaja yang berstatus pelajar SMA.



Mereka yang masih pelajar sangat senang dengan kegiatan donor darah ini karena selain menjadi donor darah pertama mereka kegiatan ini pun menjadi tempat bagi mereka berbagi untuk kemanusiaan. Sebanyak 44 orang hadir dalam kegiatan donor darah ini dan darah yang terambil sebanyak 33 orang.

Menurut Asep salah seorang anggota Anshar Jemaat Singaparna yang diterima donornya, ia mengatakan “Donor darah ini sudah seharusnya menjadi kegiatan rutin, karena selain kita bisa berbagi untuk kemanusiaan hal ini bagus juga untuk tubuh kita. Saya sudah puluhan kali donor darah dan alhamdulillah selalu diterima”.

Namun adapula yang donornya tidak dapat diterima oleh petugas dikarenakan berbagai hal, termasuk yang dialami oleh Muhamad Yahya. Beliau tidak bisa berdonor karena menurut petugas tekanan darahnya terlalu tinggi.


“Ya sedih juga hari ini tidak bisa berdonor, tapi ya dilain kesempatan Insya Allah bisa”, ujarnya.
 Danny Kurnaman - Singaparna


Friday, 17 July 2015

Perayaan Idul Fitri Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya

Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada hari Jumat sesuai dengan keputusan pemerintah Republik Indonesia.
Perayaan-Idul-Fitri-Jemaat-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Khutbah Idul Fitri Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya
Tepat pukul 6.30 WIB shalat Id didirikan 300 jamaah yang memenuhi 2 lantai bangunan masjid Mubarak di jalan Nagarawangi Tasikmalaya. Mln. Yahya Sumantri mubaligh lokal Jemaat Ahmadiyah Cabang Singaparna menjadi imam dan yang menyampaikan khutbah pada shalat Idul Fitri tahun ini.

Dalam khutbahnya beliau menyampaikan inti sari khutbah Idul Fitri Hazrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad tanggal 30 Juli 2014 di Masjid Baitul Futuh, London. Dalam khutbah tersebut Khalifah mengingatkan jemaat tentang hakikat Id yang hakiki, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa selain Idul Fitri dan Idul Adha hari jumat juga merupakan hari Id namun banyak yang melalaikan Id ini dan tidak menaruh perhatian serta tidak terbiasa menghadirinya.
Perayaan-Idul-Fitri-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Mln Yahya Sumantri khutbah idul fitri
di Jemaat Ahmadyah Tasikmalaya
Mengutip sabda khalifah, Mln Yahya Sumantri menyampaikan "Janganlah mengira dengan menunaikan shalat jumat ataupun shalat Id, kalian telah merayakan Id hakiki dan mencapai maqam keruhanian yang kalian rindu-rindukan." seraya menagaskan kutipan sabda "Sebenarnya Id-Id itu datang supaya menarik perhatian kita bahwa maqam-maqam ruhani juga bersifat relatif. Jika seseorang tidak menjadikan setiap jumat dan setiap Id sebagai sebab untuk meningkatkan maqam keruhanian tentu kesempatan-kesempatan ini akan menjadi sebab kehancurannya bukan menjadi sebab kebahagiaannya."

Dalam khutbah yang dibacakan oleh Mln Yahya Sumantri ditegaskan oleh sabda khalifah bahwa Id hakiki adalah yang didalamnya insan merasakan kelezatan dalam beramal, maksudnya ia merasa bahagia ketika mempersembahkan pengorbanan-pengorbanan dan ia bersedia untuk mati di dalam api serta selamanya tidak berfikir untuk meninggalkan beramal.

Pada akhir khutbah disampaikan mengenai sunnah Rasulullah yang harus diikuti oleh para jemaah yaitu puasa 6 hari di bulan syawal, dimana mengutip hadits Mln Yahya Sumantri menyampaikan bahwa barangsiapa mengerjakan puasa di bulan ramadhan dan diikuti 6 hari selanjutnya puasa di bulan syawal ia seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.
Idul-Fitri-Ahmadiyah-Tasikmalaya
Musafahah setelah shalat Id
Pesan terakhir yang diingatkan kepada Jamaah yang hadir adalah mengingatkan untuk membayarkan zakat Mal, Mln. Yahya Sumantri menegasakan kepada Jamaah harta yang mengendap selama 1 tahun baik itu tabungan, harta berupa emas, perak maupun pertanian harus segera dibayarkan zakatnya sebagai pensucian dari harta tersebut.

Seselai khutbah seluruh jemaah yang banyak diantaranya merupakan perantau yang tengah pulang ke kampung halaman saling bersilaturahmi, puluhan anak berusia athfal dan Nashirat mendapat hadiah lebaran dari Jemaat Ahmadiyah yang diberikan langsung oleh seorang pengurus. <Doni Sutriana>

Idul-Fitri-Ahmadiyah
Athfal tengah mendapat THR

Saturday, 27 June 2015

Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Tasikmalaya Segera Buka Segel Masjid

Dalam surat tanggapan tersebut Jemaat Ahmadiyah menyatakan penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Tasikmalaya sama sekali tidak mempertimbangkan konstitusi UUD 1945 dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Penyegelan Masjid oleh Bakorpakem dianggap cacat hukum karena tidak melalui proses pengadilan sebagaimana mestinya.

Menurut Ketua Jemaat Ahmadiyah Kersamaju dalam surat tanggapan tersebut hanya 4 orang warga dusun yang kontra dengan pembangunan Masjid Ahmadiyah di dusunnya, sebagian besar warga yang pernah menandatangani surat penolakan pembangunan tidak mengetahui jika tanda-tanganya dinyatakan sebagai penolakan pembangunan masjid. Terkait IMB Masjid yang dipermasalahkan pihak Jemaat Ahmadiyah sendiri telah mengurusnya dan sedang dalam proses pembuatan. 

Atas dasar itu Jemaat Ahmadiyah meminta Bakorpakem untuk membuka segel masjid atau Jemaat Ahmadiyah sendiri yang akan membuka segel tersebut. Berikut poin yang disampaikan pihak Jemaat Ahmadiyah dalam surat tanggapan kepada Bakorpakem
  • Indonesia adalah Negara Hukum. Sumber hukum tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. UUD dan Peraturan lain dibawahnya semuanya harus merujuk kepada Pancasila dan UUD 1945, dua sumber hukum tertinggi di NKRI tersebut. 
  • Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan: Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. (Pasal 28 E ayat (1), (2), (3), UUD 1945). Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. (Pasal 29 ayat (1), (2), UUD 1945). 
  • Kebebasan beragama yang dijamin Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi semua warga negara tidak terkecuali bagi warga/anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi (non derogable rights) dalam keadaan apapun (Pasal 28I ayat (1), UUD 1945)
  • Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi legal formal berbadan hukum, dengan SK Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953. Artinya, Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah organisasi yang mempunyai hak untuk hidup diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. 
  • Benar Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, telah menerbitkan SKB Nomor : 3 Tahun 2008, Nomor : KEP-033/A/JA/6/2008, Nomor : 199 Tahun 2008, tentang: Peringatan dan Perintah  Kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan Warga Masyarakat. Tetapi, SKB tidak melarang Jemaat Ahmadiyah secara organisasi. Dan SKB tidak hanya ditujukan kepada warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia tetapi ditujukan kepada warga masyarakat dan juga kepada aparat pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan: Negara tidak Melarang Ahmadiyah, tapi negara mengatur”. (Terlampir, Pernyataan Presiden SBY yang dikutip media: inilah.com, edisi Rabu, 15 Februari 2012, dan Warta Jateng, edisi Kamis, 16 Februari 2012)
  • Benar Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan Pergub Jabar Nomor: 12 Tahun 2011 Tentang: Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat. Tetapi, Pergub Jabar tidak melarang Jemaat Ahmadiyah secara organisasi. Pula Pergub Jabar tidak melarang warga Jemaat Ahmadiyah membangun masjid dan mendirikan shalat. (Terlampir, Pernyataan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan tentang Pergub tidak melarang warga Ahmadiyah Shalat). Pergub Jabar hanya melarang Jemaat Ahmadiyah melakukan kegiatan: (a) penyebaran ajaran Ahmadiyah secara lisan, tulisan, ataupun melalui media elektronik; (b) pemasangan papan nama organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia di tempat umum; (c) pemasangan papan nama pada rumah peribadatan, lembaga pendidikan dan lain sebagainya dengan identitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia; dan (d) penggunaan atribut Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam bentuk apapun. (Pergub Jabar Bab III Pasal 3 ayat 2). 
  • Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat Bab VI Penyelesaian Perselisihan Pasal 21, berbunyi: (1) Perselisihan akibat pendirian rumah ibadat diselesaikan secara musyawarah oleh masyarakat setempat. (2) Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dicapai, penyelesaian perselisihan dilakukan oleh bupati/walikota dibantu kepala kantor departemen agama kabupaten/kota melalui musyawarah yang dilakukan secara adil dan tidak memihak dengan mempertimbangkan pendapat atau saran FKUB kabupaten/kota. (3) Dalam hal penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dicapai, penyelesaian perselisihan dilakukan melalui Pengadilan setempat. 
  • Kapolri Jendral Polisi Sutarman dihadapan para Kapolda, Kapolres/ta/tabes, dan pejabat utama Polri dalam Apel Kasatwil yang digelar di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, yang ditutup Jumat (5/12/2014), menyatakan: Di tahun 2015 Tidak boleh lagi ada pengusiran, pemaksaan, penyegelan, dan kekerasan lain terhadap segala bentuk aliran keagamaan, sebagaimana dijamin Pasal 29 UUD 1945". (Terlampir, pernyataan Kapolri yang dikutip berbagai media: Berita Satu.com, edisi Minggu, 7 Desember 2014, Brita indo.com, edisi Minggu, 7 Desember 2014, dan detik Forum, edisi Rabu, 10 Desember 2014)
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto menyatakan: melarang jajarannya untuk melakukan penyegelan rumah ibadah apabila ada sengketa terkait rumah ibadah, karena yang berwenang melakukan penyegelan adalah pemerintah daerah melalui putusan pengadilan. (Terlampir, pernyataan Kapolda yang dikutip berbagai media: Pikiran Rakyat, Edisi Sabtu, 20 Juni 2015, hal 3, antaranews.com/berita/502370/kapolda-jabar-larang-penyegelan-rumah-ibadah-Jumat, 19 Juni 2014 14:20 WIB, detiknews/berita/jawa-barat, Jumat 19 Juni 2015, 12:48 WIB, tempo.co/read/news/2015/06/19/151676584/Polisi-Dilarang-Segel-Rumah-Ibadah-Ahmadiyah-dan-Syiah, Jumat, 19 Juni 2015 16:18 WIB, republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/06/19/nq6ych-kapolda-jabar-larang-penyegelan-rumah-ibadah, Jumat, 19 Juni 2015 19:21 WIB)
  • BAKORPAKEM menutup Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju Maret 2015, sama sekali tidak mempertimbangkan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak memperhatikan Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat, khususnya Bab VI Pasal 21 ayat (1), (2), dan (3). Dari tiga petunjuk dalam peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI tersebut, tidak satupun ayat yang digunakan dalam menyikapi kasus Masjid Jemaat Ahmadiyah di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Tidak ada musyawarah ditingkat masyarakat, tidak ada musyawarah ditingkat Kabupaten, tidak ada proses di pengadilan. Tanpa pemberitahuan lebih dulu, tanpa uluk salam, tanpa berita acara, Bakorpakem langsung saja menutup/menyegel Masjid, dengan Satpol-PP sebagai eksekutor bersama-sama dengan Kepolisian dipimpin langsung Kasatpol-PP dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Susnadi SIK, M.Si, dan Kapolsek Cigalontang. Oleh karena itu, penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, dalam pandangan kami, adalah inkonstitusional, ilegal, dan cacat hukum. 
  • Surat Jawaban Bakorpakem tanggal 12 Juni 2015 Perihal Penolakan Permohonan Pembukaan Segel Sarana Ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Cabang Kersamaju di Desa Kersamaju Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, juga sama sekali tidak mempertimbangkan dan tidak merujuk pada Pancasila dan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, dan perundang-undangan serta peraturan lainnya yang berlaku. Dasar penolakan hanya hasil rapat Bakorpakem tanggal 11 Juni 2015. Sekedar untuk diketahui warga masyarakat Kersamaju yang kontra pembangunan Masjid di Dusun Gadel, hanya 4 (empat) orang, dan empat orang itupun bukan warga Dusun Gadel. Jika ada pernyataan masyarakat yang menolak renovasi/pembangunan Masjid di Dusun Gadel yang dibubuhkan dalam bentuk tandatangan, sebagian besar mereka yang membubuhkan tanda tangan tidak tahu jika tanda tangannya akan digunakan untuk menyatakan menolak pembangunan Masjid di Dusun Gadel. Beberapa diantara meraka, bahkan ada yang sama sekali tidak tahu dan tidak pernah tanda tangan tetapi namanya terdaftar dalam daftar yang menolak/keberatan dengan renovasi/pembanguan Masjid di Dusun Gadel. 
  • Karena penutupan Masjid Jemaat Ahmadiyah Kersamaju di Dusun Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, adalah inkonstitusional, ilegal, dan cacat hukum, dan karena penolakan membuka segel masjid juga sangat jauh dari pertimbangan-pertimbangan konstitusi UUD 1945, Perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berlaku, maka dengan ini kami meminta BAKORPAKEM KABUPATEN TASIKMALAYA, segera membuka segel penutup Masjid. Kami memberi waktu kepada BAKORPAKEM untuk membuka segel penutup masjid tersebut, dalam waktu 4 x 24 jam sejak tanggal surat ini dibuat dan diterima oleh BAKORPAKEM. Jika dalam waktu 4 x 24 jam BAKORPAKEM tidak membuka segel penutup Masjid, berarti BAKORPAKEM setuju dan mengiizinkan kami membuka segel penutup Masjid, dan kami akan membukanya sendiri.
  • Masalah IMB, kami bukan tidak mengurusnya. Kami telah mengurusnya tetapi Kepala Desa Kersamaju, Bpk. Cali Budi Rahmat, tidak mau menandatangani berkasnya hingga beliau menghadap-Nya. (Terlampir, berkas yang tidak ditandatangi oleh Kepala Desa)
  • Jika kami membuka dan menggunakan Masjid ternyata ada pihak yang merasa keberatan dan bersikap serta berperilaku intoleransi, tugas dan tanggungjawab BAKORPAKEM menyadarkan dan memahamkan mereka bagaimana seharusnya mereka hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk dalam segala aspek: suku, bahasa, adat istiadat, agama, aliran agama dan kepercayaan. Mereka setuju menjadi warga Negara Indonesia, ia harus menerima dan setuju dengan kemajemukan Bangsa Indonesia dalam segala aspeknya. Saat ini, yang harus dihentikan dan ditutup Pemerintah Daerah dan Bakorpakem bukan pembangunan Masjid, tetapi yang harus dihentikan dan harus ditutup itu adalah sikap dan prilaku-prilaku intoleransi yang menganggu kemanan, dan ketertiban masyarakat dan Bangsa Indonesia. 

Friday, 29 May 2015

Hari Khilafat Ahmadiyah Tasikmalaya : Penantian 10 Tahun

Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya rabu 27 Mei 2015 telah memperingati 107 tahun Khilafah'alaa Minhaajin Nubuwwah.
Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah GOR Gunung Gadog hadir kurang lebih 100 anggota Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dan sekitarnya untuk memperingati hari yang bersejarah dalam perjalanan Jemaat Ahmadiyah.
Acara yang diadakan selepas Maghrib ini merupakan acara kerohanian pertama kalinya yang diadakan di tempat Gedung yang dulunya sebelum dibeli oleh Jemaat Ahmadiyah merupakan bangunan kelenteng, pasca penyerangan Parung 2005 oleh kelompok yang kontra Jemaat Ahmadiyah ke Markaz Jemaat gedung ini tidak di fungsikan untuk kegiatan kerohanian. Gedung sendiri lebih banyak digunakan untuk kegiatan olahraga dan kini setelah 10 tahun Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya kembali dapat menggunakan gedung untuk kegiatan kerohanian.
Acara hari khilafat sendiri berlangsung lancar hingga selesai pada pukul 21.00 WIB, acara yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan pembacaan syair, diisi oleh penceramah tunggal oleh Mln. Syaiful Uyun.
Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Priangan Timur ini menguraikan secara singkat silsilah khilafat yang di mulai setelah kewafatan Rasulullah, muncul Dinasti Kerajaan Islam hingga berdirinya Khilafat berdasar Nubuwwah dengan diutusnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi dan Nabi Isa yang dijanjikan.
(Baca :  107 TAHUN KHILAFAH ‘ALAA MINHAAJIN-NUBUWWAH AHMADIYAH 27 MEI 1908 ~ 27 MEI 2015)
Setelah uraian singkat 3 pertanyaan diajukan oleh anggota yang hadir, pertanyaan pertama diajukan mengenai kenapa khalifah setelah Rasulullah SAW hanya sampai empat Khalifah, penanya kedua mengajukan pertanyaan mengenai adakah mujadid setelah kedatangan Imam Mahdi as dan pertanyaan terakhir mengenai kedudukan mujadid dalam pengakuan umat muslim seluruh dunia.
Menjawab pertanyaan pertama Mln. Syaeful Uyun menjelaskan secara singkat bahwa nikmat khalifat dicabut setelah kewafat Hazrat Ali bin Abi Thalib ra, peristiwa kewafatan 3 khalifat yang terjadi karena usaha pembunuhan dan pembunuhan yang membuat Allah SWT mencabut nikmat khalifah bagi umat muslim adapun Kerajaan yang timbul setelahnya bukan merupakan khalifah sesuai Islam seakan umat muslim saat itu kembali ke masa jahiliyah.
Mengenai pertanyaan kedua Mln. Syaeful Uyun menjawab bahwa adanya mujadid karena ketidak-adaan khalifah sehingga setelah mangkatnya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as yang diikuti oleh khalifahnya maka kedatangan mujadid baru tidak akan ada lagi. Khalifah sendiri merupakan mujadid yang datang membawa pembaharuan-pembaharuan pada masanya.
Mengenai kedudukan mujadid sendiri umat muslim tentu mengikuti ajaran sesuai dengan masanya dan pengakuan kepada mujadid oleh umat muslim dilakukan dengan mengikuti apa yang diajarkan oleh para Imam atau mereka yang menjadi mujadid.
Sebelum ditutup dengan doa bersama H. Encang Jarkasih yang menjadi pembawa acara memberikan waktu bagi Basharat Ahmad warga Qadian India yang sedang berkunjung ke Tasikmalaya untuk menceritakan pengalaman beliau saat kunjungan Khalifatul Masih V Hazrat Mirza Masroor Ahmad aba ke Qadian.
Panitia acara juga memberikan hadiah bagi peserta Madrasah athfal dan nashirat yang aktif dan berprestasi dalam kegiatan kejemaatan.

Reportse : Doni Sutriana
(Tonton Video Hari Khilafat Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya dibawah ini)

Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Wednesday, 1 April 2015

Pengobatan Homoeopathy di Desa Sukasono Bersama Mahasiswa UNIGA

dilaporkan oleh : Syihab Ahmad

Garut - Di akhir minggu pada bulan Maret ini Tim Homoeopathy Wilayah Priangan Timur bekerja sama dengan para mahasiswa Kuliah Nyata Mandiri UNIGA (Universitas Garut) mengadakan pengobatan gratis di Desa Sukasono Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Pengobatan ini bertempat di SDN III Sukasono.

Menggunakan 3 buah mobil tim homoeopathy yang dimotori oleh Kurnia Wardi berangkat dari Mesjid Nasir pukul 09.00 WIB dengan membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan pada saat pengobatan nanti. Dengan cuaca yang cukup bagus dan jalan yang terbilang masih cukup terawat rombongan yang terdiri dari 15 orang ini tiba di lokasi pada pukul 09.45.
Setibanya di lokasi tim homoepathy yang sudah beberapa kali mengadakan pengobatan gratis ini pun langsung bersiap-siap dan pada pukul 10.00 pengobatan pun resmi dimulai. Awalnya terlihat masih sedikit yang hadir di lokasi pengobatan. Masih bisa dihitung dengan jari. Panitia pun terlihat agak cemas kalau-kalau warga tidak memenuhi ekspektasi mereka. Tetapi kecemasan menjadi sirna ketika memasuki tengah hari. Terlihat masyarakat berbondong-bondong menuju ke lokasi pengobatan silih bergantian untuk mendapatkan kesempatan yang cukup langka ini. Bahkan beberapa orang memilih pulang dulu ke rumahnya karena melihat daftar antrian yang cukup panjang.
Menurut Riki - Koordinator panitia penyelenggara – hadir sekitar 300 orang pada kesempatan kali ini. Masyarakat terlihat sangat antusias untuk mendapatkan pengobatan secara gratis. Kegiatan ini pun harus berlangsung hingga pukul 17.00 karena pasien yang terus berdatangan. “Baru ada mahasiswa yang praktek disini kemudian mengadaka pengobatan secara gratis”, papar salah seorang masyarakat yang hari itu datang berobat.
Kegiatan ini dalam rangka bagian dari praktek kerja nyata para mahasiswa di desa tersebut. Pengabdian kepada masyarakat seperti ini pun diakui oleh Riki baru pertama kali diadakan dan tidak disangka respon dari masyarakat ternyata sangat bagus. Ahmad Syarifuddin, Kepala Desa Sukasono pun mengucapkan rasa terima kasihnya karena pengobatan ini sangat membantu masyarakat apalagi masyarakat yang tidak mampu. Tercatat 542 orang kepala keluarga berada di bawah garis kesejahteraan di desa ini.
Menurut Oman Rohman salah satu Homoeopath yang bertugas penyakit yang cukup banyak ditemukan pada pasien yaitu gatal-gatal dan rematik. Ada sekitar lima orang yang juga langsung mendapatkan treatment khusus oleh pak Oman sehingga tangan yang tadinya susah digerakkan menjadi lebih ringan dengan perawatan khusus ini.
Ada sebuah cerita yang cukup lucu pada saat pengobatan ini. Seorang kakek yang pendengarannya kurang bagus dan salah mendengar instruksi dari Homoeopath. Beliau memasukkan globul bersamaan dengan tutup botol homoeopathynya. Hal ini kontan membuat petugas cukup panik khawatir tutup botol tertelan atau lebih parah tersangkut di tenggorokan kakek tersebut. Alhamdulillah setelah bagian tengkuknya dipukul sedikit oleh petugas tutup botol tersebut dapat dikeluarkan kembali.
Pukul 17.00 WIB akhirnya pengobatan dapat selesai dilaksanakan dengan lancar. “Kita mengharapkan ada follow-up dari masyarakat dan panitia mengenai perkembangan penyakit dari pasien yang berobat.” Kata Kurnia kepada para mahasiswa yang bertugas disana. Akhirnya rangkaian kerja sama itu ditutup dengan makan malam bersama yang ternyata sudah disiapkan oleh para mahasiswa. Sebuah penutup yang manis pada kegiatan sosial yang cukup menguras tenaga ini.



Wednesday, 25 March 2015

Nashirat Jemaat Ahmadiyah Singaparna Peringati Hari Masih Mauud Dengan Lomba Kerohanian

Hari-Masih-mauud-jemaat-ahmadiyah-singaparna
Sabtu pagi (21/03/2015) suasana di komplek Mesjid Baiturrahim Singaparna tampak tenang seperti biasa. Hanya beberapa pekerja bangunan yang sedang sibuk dengan pekerjaan merenovasi dan memperluas bangunan di komplek tersebut. Saat memasuki ruang Gedung Serba Guna yang terletak di lantai 2 terdengar sedikit riuh suara anak-anak Nashirat dan Bannath memenuhi ruangan itu. Memanfaatkan moment libur Nasional hari itu anak-anak hadir dalam acara Pekan Nashirat yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Masih Mauud yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2015.

Pekan Nashirat kali ini diisi dengan berbagai perlombaan rohani seperti MTQ, Lomba Pidato dan Cerdas Cermat. Sedangkan untuk Bannath diadakan lomba mewarnai. Sedikit melewati waktu yang telah ditetapkan, pukul 09.15 acara pun dimulai. Diawali dengan do’a pembukaan dan Janji Nashirat, berikutnya acara perlombaan yang sudah dinanti-nanti oleh anak-anak Nashirat. Perlombaan MTQ dilaksanakan di ruangan mesjid dengan dibagi dua kategori berdasarkan usia. Sedangkan lomba Pidato dan cerdas cermat tetap dilaksanakan di ruang Gedung Serba Guna. Di ruangan lain, anak-anak Bannath sudah siap dengan pensil warnanya untuk mengikuti lomba mewarnai gambar.

Sepanjang mengikuti perlombaan, terlihat raut wajah anak-anak yang senantiasa memancarkan kegembiraan dan rasa senang. Senang karena mereka dapat menjalin silaturahmi dan berkumpul dengan saudara rohaninya. Terlihat pula semangat dan antusiasme mereka dalam mengikuti setiap perlombaan.

Sementara itu anak-anak Bannath yang berjumlah 7 orang tampak asyik mencoret-coretkan pensil berwarnanya di atas kertas yang dibagikan panitia. Sehabis itu mereka diajak berkumpul dan bermain bersama sambil memperkenalkan diri, agar mereka mengenal saudara rohaninya lebih dekat dan mempererat jalinan persaudaraan diantara mereka.

Lomba demi lomba berlalu, dan tiba saatnya lomba Cerdas Cermat. Anak-anak Nashirat yang turut serta lomba ini dibagi menjadi 5 grup. Masing-masing harus konsentrasi dengan soal-soal yang diberikan panitia. Soal-soal yang diberikan adalah seputar sejarah islam, kejemaatan, Al-Quran dan beberapa hadist pendek. Menjelang akhir lomba cerdas cermat panitia mengajukan pertanyaan tambahan karena 2 grup memiliki nilai yang sama besar. Namun demikian, kalah atau pun menang bukanlah tujuan akhir dari kegiatan ini. Diharapkan dari kegiatan ini, selain mempererat rasa persaudaraan, juga akan memacu semangat anak-anak untuk terus rajin belajar menambah wawasan ilmu kerohaniannya, mengingat mereka adalah generasi muda jemaat yang perlu dipupuk dan dipersiapkan sejak dini untuk meraih masa depan Jemaat yang gemilang. Akhir kata…Selamat Hari Masih Mau’ud…Zindabad Ahmadiyah…!


Dina Widianti

Tuesday, 24 March 2015

Tasyakur Hari Masih Mauud as Jemaat Ahmadiyah Sanding - Garut


Garut - Setiap tahun pada tanggal yang sama, yakni tanggal 23 Maret sudah pasti kita akan merayakan satu hari yang bersejarah dalam berdirinya Jemaat Ahmadiyah. Yaitu hari Masih Mauud. Hari dimana Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. mendakwakan dirinya sebagai Imam Mahdi dan 40 orang bai'at ke tangan beliau untuk pertama kalinya.

Dari 40 orang awalin tersebut, kini Jemaat Ahmadiyah sudah menyebar ke seluruh dunia di 206 negara dengan jumlah pengikut sebanyak kurang lebih 200 juta jiwa (sumber Mubaligh Wilayah Priangan Timur). 65 orang diantaranya merayakan Hari Masih Mauud ini di daerah Garut, tepatnya di Cabang Sanding.

Tua dan muda tak lupa beberapa anak kecil dan balita ikut meramaikan acara ini. Berlangsung pada pukul 06.15, dimulai dengan Shalat Maghrib & Isya dipimpin oleh Mln. Syihab Ahmad. Kemudian memasuki acara pertama dengan pembacaan Al-Quran, Surat Ash-Shaf : 1-14. Dilanjutkan pembacaan syair oleh Lajnah muda Sanding dengan membawakan Qasidah karya Hadhrat Masih Mau'ud as. 
Setelah pembukaan tersebut acara berlangsung dengan ceramah mengenai "Pelaksanaan Syarat Bai'at dalam Memperingati Hari Masih Mau'ud". Dengan paparan dan penyampaian beberapa kisah, ceramah ini mampu membuka jendela pengetahuan kita mengenai betapa pentingnya untuk selalu mengingat apa yang telah kita janjikan ketika pertama kali memasuki pintu bai'at kedalam bahtera nuh ini. Kita disegarkan kembali dengan suguhan yang bisa meningkatkan selera kita untuk selalu berkhidmat di jalan Allah.

Mln. Syihab Ahmad menyampaikan betapa pentingnya orang tua mengajarkan Shalat berjamaah pada anak-anaknya. Sehingga apa yang ditanamkan baik sedari kecil, akan berbuah baik pula ketika si anak beranjak dewasa. Tidak akan ada bahasa anak susah diatur kelak jika mereka dewasa. Beliau juga menyampaikan mengenai perjuangan Masih Mau'ud as ketika beliau berhadapan dengan penentang dan musuh beliau pada masa beliau pertama kali mendakwakan sebagai Imam Mahdi hingga kisah orang-orang yang pernah menentang beliau tetapi bai'at dengan cara yang sangat halus.

Semakin larut dalam paparan kisah yang disampaikan oleh Murabbi, membuat waktu tidak terasa sudah menunjukan pukul 20.00 WIB. Acara pun berlanjut ke sesi tanya jawab. Sembari acara tanya jawab berlangsung, seksi konsumsi pun membagikan hidangan ala kadarnya, tetapi tetap bercita rasa tinggi. Setelah acara tanya jawab berakhir, acara berlanjut ke pembagian hadiah untuk anak-anak Athfal,Nasirat, Banat dan Abna yang telah berpartisipasi dalam lomba menulis 17 ayat Surah Al-Baqarah.

Acara ditutup pada pukul 20.30 dengan doa yang dipimpin oleh Mln. Syihab Ahmad. Alhamdulillah acara di tempat beberkat ini bisa berjalan dengan baik. Hujan yang sudah turun sedari siang tidak menghentikan langkah-langkah anggota Jemaat Sanding yang hadir pada kegiatan ini. Alhamdulillah.

Adinda Firdhausya Zakhra

Peringatan Hari Masih Mauud as. di Jemaat Ahmadiyah Garut

Garut - Pada hari Minggu (22/3) Jemaat Ahmadiyah Garut mengadakan acara tarbiyat untuk memperingati Hari Masih Mau'ud. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Nasir, Garut. Acara dibuka ba'da Maghrib tepat pukul 18.30 WIB. Acara dihadiri oleh 129 orang anggota Jemaat Garut.

Seusai melaksanakan Sholat Maghrib dan Isya, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang ditilawatkan oleh Daaniyal Ahmad Santosa, yang membacakan surah Jumuah ayat 9 beserta artinya. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan syair Imam Mahdi yang dibacakan oleh Rizky Kaamran Ahmad. Para anggota begitu khidmat ketika mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan syair tersebut.

Menginjak acara pokok yaitu penyampaian materi berkenaan Hari Masih Mau'ud as. oleh Bapak Bubun Sadkar dan Mubaligh Wilayah Garut, Mln.Ridwan Ahmad.

Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Bubun Sadkar. Beliau menyampaikan materi tentang masalah keyakinan mengenai Imam Mahdi yang telah datang. Beliau juga menyampaikan riwayat hidup dan perjalanan rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Selain itu beliau menceritakan tentang peristiwa bai'at pertama pada tanggal 23 Maret 1889 di kota Qadian.
Penyampaian materi yang kedua oleh Mln Ridwan Ahmad. Beliau mengatakan bahwa di dalam agama Islam dan Jemaat tidak dikenal memperingati hari kelahiran. Tanggal 23 Maret bukanlah untuk memperingati hari kelahiran Imam Mahdi tetapi untuk mengingat tonggak sejarah perjalanan rohani beliau yang harus terus diingat untuk kemajuan Jemaat dan Islam.

Beliau memaparkan "Hari ini bukan peringatan hari kelahiran Hz Mirza Ghulam Ahmad, Hari ini merupakan hari besar bagi para Ahmadi yang merupakan peringatan besar perjuangan Islam yang sejati" tegas beliau. “Kemudian bagaimana perkembangan jemaat selama 126 tahun terakhir?” Tanya beliau. Baiat pertama dilakukan pada tahun 1889 dengan yang berbaiat sebanyak 40 orang, kemudian 200 ribu orang telah berbaiat ketika pendiri Ahmadiyah wafat. Dan saat ini setelah 126 tahun Jemaat Ahmadiyah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jemaat Ahmadiyah telah berkembang di 206 negara dengan jumlah anggota yang sudah sangat banyak."



Jam telah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Setelah penyampaian materi, acara ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bapak Mubaligh Wilayah. Mubarak bagi para anggota jemaat yang telah ikut serta dalam memperingati Hari Masih Mau’ud. Semoga kecintaan kita kepada jemaat illahi ini semakin besar dan semoga kita dapat lebih taat dalam berkhidmat dalam Jemaat, Aamiin.

Jihan Amara

HARI MASIH MAU’UD as. MEMBANGKITKAN GENERASI MUDA JEMAAT AHMADIYAH SAMARANG - GARUT

Garut - Pada bulan Maret ini tepatnya 23 Maret merupakan hari bersejarah bagi Jemaat Ahmadiyah yaitu bertepatan dengan Hari Masih Mau’ud as. dimana semua anggota Ahmadi dari berbagai penjuru dunia menyambut serta memperingatinya dengan berbagai acara.

Jemaat Samarang dalam rangka memperingati hari Masih Mau’ud as. menyelenggarakan Pekan Madrasah Athfal & Nasirat dengan tema “Hari Masih Mau’ud as. : Membangkitkan Generasi Muda Jemaat Samarang” dengan mengisi beberapa perlombaan yang diselenggarakan pada tanggal 21 dan 22 Maret. Acara dimulai pada pukul 16:30 dan dibuka oleh Mln. Tatep Wahyu, gerak tubuh anak-anak Athfal & Nasirat yang sudah tak sabar menantikan perlombaan yang dinantikan oleh mereka.

Adapun perlombaan yang diadakan yaitu hafalan surah-surah pendek, hafalan doa sehari-hari, hafalan hadits, 17 ayat Al-Baqarah, adzan, syair, lomba berpardah untuk Nasirat dan lomba memakai sarung yang benar untuk Athfal. Perlombaan dimulai dengan lomba hafalan surah-surah pendek dilanjutkan dengan perlombaan yang lainnya. Seperempat jam sebelum adzan magrib anak-anak disuguhi dengan bubur kacang beserta roti lalu melaksanakan shalat berjamaah, setelah itu melanjutkan perlombaan sampai pukul 9 malam.

Acara dilanjutkan melaksanakan Shalat Tahajud berjamaah keesokan harinya. Pada tanggal 22 acara pun dilanjutkan kembali, pada kesempatan ini lomba yang di laksanakan yaitu lomba pidato dan cerdas cermat, begitu semangat anak-anak menjawab pertanyaan demi pertanyaan dan penuh keceriaan.

Pada 23 Maret 2015 merupakan acara puncak yang diselenggarakan dari hari-hari sebelumnya yaitu Jalsah Hari Masih Mau’ud as. yang di hadiri 68 orang. Diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Jamal, Athfal Samarang dan dilanjutkan syair oleh anak-anak Nasirat.


Dalam kesempatan tarbiyat kali ini Mln. Tatep menyampaikan “Jangan sampai merayakan hari Masih Mau’ud ini hanya sebagai perayaan biasa, tetapi Huzur menginginkan perubahan dari setiap anggota Jemaat. Karena salah satu tujuan diutusnya Hz. Masih Mau’ud as. adalah untuk mengembalikan iman yang sudah terbang ke bintang tsuraya, ketika iman sudah tidak lagi bersemayam di dalam hati manusia maka yang terjadi adalah manusia sedikit demi sedikit akan mulai melupakan Allah Ta’ala." Beliau juga menyampaikan bahwa Allah mengutus Hz. Masih Mau’ud as. guna mengambil iman dan merubah manusia supaya kembali ke jalan Allah SWT. karena kalau kita lahir dari sejarah, seorang nabi diutus ketika manusia sudah sangat parah kerusakan akhlahnya. Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada anak-anak Athfal dan Nasirat yang telah mengikuti perlombaan sebelumnya.

Amatul Hafiz