Ahmadiyya Priangan Timur

.

Sunday, 21 September 2014

MTA Studio Indonesia Biro Priatim: Konferensi MTA

Pidato Khalifatul Masih V aba. pada Konferensi MTA Internasional di UK mengenai Pengkhidmatan sebagai kru MTA serta pertablighan lewat MTA. Diterjemahkan oleh Bapak Dadang

Balai Pertemuan Ahmadiyah Tasikmalaya Jadi Pusat Latihan Komunitas Tenis Meja


Gedung Balai Pertemuan Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya yang tepat berdiri di pertigaan jalan Paseh dan Nagarawangi kini menjadi pusat berlatih komunitas penggemar Tenis Meja di Tasikmalaya.

 Gedung Balai Pertemuan yang berdiri megah di pusat kota Tasikmalaya ini digunakan untuk berbagai kegiatan baik oleh Jemaat Ahmadiyah maupun warga sekitar terutama aktivitas olahraga, fasilitas lapangan bulutangkis dan 4 buah lapangan tenis meja tidak pernah sepi setiap harinya digunakan oleh anggota Jemaat maupun warga sekitar, selain Bulu tangkis dan Tenis meja gedung ini juga digunakan perkumpulan Tinju untuk berlatih fisik, dan setiap sabtu pagi Lajnah Imaillah Tasikmalaya bersama ibu-ibu warga sekitar masjid menggunakannya untuk aktivitas senam kesehatan.

Untuk Tenis meja kegiatan di jadwalkan setiap hari jumat dan minggu mulai jam 1 siang sampai jam 9 malam, tidak kurang dari 50 orang penggemar Tenis meja setiap jadwal kegiatan memenuhi Gedung Balai Pertemuan milik Jemaat Ahmadiyah yang telah berdiri sejak tahun 60an. Selain warga sekitar maupun warga kota Tasimalaya tidak sedikit mereka yang datang dari luar kota, sengaja datang untuk berlatih bersama sekaligus sebagai ajang silaturahi dengan sesama penggemar Tenis 
 meja.

Dede Zafrullah, salah seorang Ansharullah Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya menjadi penanggung jawab kegiatan Tenis meja bersama ini, dalam hal menyediakan segala sarana dan prasana bagi mereka yang mengikuti kegiatan. Jalinan hubungan silaturahmi dengan penggemar Tenis meja ini melahirkan rencana untuk mengadakan open tournament di masa depan, rencana ini disambut baik dengan banyaknya mereka yang menyatakan akan ikut berpartisipasi meskipun baru sebatas wacana.
(Doni Sutriana-Tasikmalaya)

NASIHAT BERKENAAN DENGAN TAKWA

Untuk kebaikan Jemaatku, hal yang sangat penting adalah agar di berikan nasihat berkenaan dengan takwa. Sebab menurut orang yang berakal hal ini adalah nyata bahwa Allah Ta’ala tidak akan ridho/ senang terhadap suatu apapun selain dari pada takwa. Allah Ta’ala berfirman:

Innalloha maallazynat-taqauw walazyna hum-muhsinuwn—[Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-oarang yang yang berbuat kebajikan] (An-Nahl:129)
Bagi Jemaat Ahmadiyah Secara Khusus Diperlukan Taqwa

Bagi Jemaat kita secara Khusus diperlukan takwa. Khususnya dengan anggapan bahwa ia telah menjalin hubungan dengan seorang yang telah menyatakan diri sebagai rasul serta masuk didalam ikatan baiatnya, supaya mereka orang-orang yang sebelumnya tenggelam di dalam kedengkian, kebencian dan kemusyrikan atau yang benar-benar telah berkiblat kepada dunia, berhasil memperoleh keselamatan dari segala musibah itu.

Saudara-saudara mengetahui bahwa jika ada orang yang sakit – tidak peduli apakah sakit ringan atau berat – lalu penyakit itu tidak di obati serta tidak di lakukan usaha gigih untuk menyembuhkannya, maka orang yang sakit itu tidak akan sembuh.

Jika sebuah noda hitam timbul di wajah, maka timbul kerisauan, jangan-jangan noda iti semakin berkembang sehingga membuat seluruh wajah menjadi hitam. Demikianlah halnya bahwa dosa merupakan sebuah noda hitam di dalam hati. Kemalasan-kemalasan kecil (kecendrungan untuk bersenang-senang) dapat berkembang menjadi besar. Hal-hal kecil seperti itulah merupakan noda yang berkembang sehingga akhirnya ia menghitamkan sebuah wajah.

Allah Ta’ala Mahapengasih dan Maha penyayang. Demikian pula ia Mahaperkasa dalam menampakkan murka-Nya serta mengadakan pembalasan. Dia melihat sebuah Jemaat di dalam pengakuan dan omong-kosong mereka terdapat segala sesuatu, sedangkan amalan mereka tidak demikian, maka amarah dan murka-Nya akan meluap. Lalu untuk menghukum Jemaat seperti itu Dia mengajukan orang-orang kafir.

Orang-orang yang tahu sejarah mengetahui bahwa beberapa kali orang islam di kalahkan oleh orang-orang kafir. Misalnya, Jhengis khan dan Halako khan telah membinasakan oran-orang islam. Padahal Allah Ta’ala telah menjadikan dukungan dan pertolongan bagi orang-orang islam, namun tetap saja orang-orang islam kalah. Peristiwa-pristiwa seperti itu kadang –kadang terjadi. Penyebabnya adalah, tatkala Allah taala melihat bahwa memang mereka menyebutkan ‘Laa ilaha illallah’ namun hati merka berpaling ke tempat lain serta tidak tunduk mereka benar-benar mengarah kepada keduniawian, maka murka-Nya akan menampakkan diri.
(Pidato pertama Hz. Masih Mauud as. pd Jalsah Salanah 25 Des.1897 / Malfuzaat jld.1, h.10-11)

Reportase Kunjungan Amir Nasional ke Priangan Timur

Ini mungkin salah satu pekan yang cukup bersejarah di Priangan Timur. Pada tanggal 7-8 Agustus wilayah Priangan Timur mendapat kunjungan dari Mln. H. Abdul Basit, Shd. Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Dimulai hari Kamis siang di Babakan Sindang Jemaat Singaparna, bapak Amir Nasional melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kembali Mesjid Baitur Rahim. Mesjid yang pagar depannya memiliki artistik unik ini akan dibangun kembali karena dianggap terlalu kecil untuk menampung anggota di Jemaat Sngaparna. Insya Allah direncanakan pembangunan ini akan rampung dan siap dipakai pada saat ‘Idul Fitri tahun depan.
Setelah rombongan bapak Amir Nasional langsung bertolak ke Garut. Tadinya beliau akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan mesjid di Jemaat Nyalindung tapi karena situasi akhirnya dilaksanakan doa bersama saja di Mesjid Nasir Garut. Sebagai simbolis dibawa juga batu pertama utuk pembangunan mesjid di Jemaat Nyalindung tersebut ke Mesjid Nasir. Mesjid yang biasa dipakai oleh anggota Jemaat Nyalindung sebelumnya diambil alih oleh pemerintah sehingga pengurus berinisiatif untuk membangun kembali mesjid di tempat yang berbeda.
Belum berakhir sampai disana keesokan harinya setelah menyampaikan Khutbah Jum’at di Kelompok Nagrak, Citeguh, beliau juga langsung meresmikan Mesjid Baitur Rahman dimana khutbah dilaksanakan. Mesjid yang cukup megah ini akhirny dapat digunakan untuk kegiatan anggota kita yang jumlahnya cukup banyak di kelompok Nagrak tersebut.
Inilah karunia yang sangat luar biasa bagi Jemaat Ahmadiyah di wilayah Priangan Timur. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Walaupun berada dalam zona merah tetapi Jemaat semakin berkembang. Mesjid-mesjid senantiasa dibangun dan kegiatan-kegiatan pun dapat dilaksanakan dengan khidmat. Semoga ini menjadi pertanda kemenangan Jemaat Ilahi ini di Indonesia khususnya untuk wilayah Priangan Timur. Aamiin. (Mln. Syihab Ahmad)



Khutbah Jumat: PERISTIWA-PERISTIWA YANG MENGGUGAH KEIMANAN


Hazrat Khalifatul Masih bersabda beliau baru-baru ini menerima sebuah surat dari USA yang didalamnya seorang Ahmadi menulis bahwa betapa ia tergugah ketika mendengarkan ceramahHuzur pada Jalsah Salanah UK mengenai orang-orang yang masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah.
Huzur menjelaskan di dalam ceramah tersebut bagaimana orang-orang masuk kedalam Islam Ahmadiyah melalui upaya Tabligh dan juga secara langsung ditarik ke Ahmadiyah oleh Tuhan lewat mimpi dan lain sebagainya, serta bagaimana ke imanannya menjadi kuat dan kebenaran Ahmadiyah tertanam di dalam hatinya. Hal ini menginspirasi penulis untuk berharap seseorang masuk ke Ahmadiyah melaluinya, sehingga ia dapat menyaksikan sendiri tanda Ilahi. Tak lama kemudian ia menerima panggilan telpon dari seorang wanita yang mengatakan bahwa ia melihat nomornya di website [situs] kita. Wanita itu mengatakan bahwa ia tertarik ke dalam Islam dan ingin bertemu. Setelah diundang ia menempuh perjalanan jauh dan datang untuk bertemu dan menceritakan kisahnya. Ia mengatakan bahwa ia sedang mengembangkan minatnya terhadap Islam dan mulai mencarinya di internet. Suami dan mertuanya yang merupakan Kristen yang kuat tidak senang akan hal itu dan akhirnya bercerai dan berpisah. Pengadilan memberikan hak asuh kedua anaknya kepada suaminya.

Tuesday, 9 September 2014

Pemuda Ahmadiyah Kunjungi PMII


Rabu, 3 September 2014 Khuddam wilayah Jabar 2 (Garut) memperoleh kesempatan rabtah istimewa. Dalam satu hari itu pengurus Khuddam wilayah dua kali bertemu dengan PMII dari dua komisariat yang berbeda.

Kesempatan pertama memang sudah direncanakan sebelumnya. Staff Khuddam wilayah bersama dua orang muballigh serta dua orang Lajnah perwakilan AMSA Garut mengunjungi Sekretariat PMII komisariat STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Garut. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerja sama di bidang sosial. Kedua pihak menyepakati akan mengadakan pengobatan homoeopathy gratis di tempat dimana anggota PMII STKIP melaksanakan KKM. Selanjutnya pertemuan antara MKAI dan PMII khususnya sekretariat STKIP akan diadakan secara rutin.

Sore harinya tidak disangka-sangka kita mendapatkan kunjungan dari PMII komisariat STIA Al-Musaddadiyah. Sebelas orang anggota PMII Al-Musadddiyah berkunjung ke Mesjid Nasir, Garut Kota. Ini merupakan kegiatan rutin mereka dan kebetulan kali ini mereka memilih Jemaat Ahmadiyah sebagai sahabat yang akan dikunjungi. Kholis ketua PMII Al-Musaddadiyah menyampaikan bahwasanya kedepannya PMII ingin menjalin kerjasama dengan pemuda Ahmadiyah di dalam berbagai bidang.

Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi jalan pembuka bagi MKAI di wilayah Jabar 2 (Garut) untuk menjalin simpul-simpul rabtah yang lebih luas lagi di Kabupaten

Khalifah Ahmadiyah Menerima Penghargaan Perdamaian Dunia

Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, telah dianugerahi penghargaan dunia atas teladan kepemimpinan dan kontribusinya terhadap perdamaian dunia.
Penghargaan ini telah diberikan oleh Mr. Peter Lee dari Singapura, pada saat Pertemuan Tahunan Ahmadiyah (Jalsah Salanah) ke-48, Inggris, mewakili pemberi anugerah gelar perdamaian dunia dari Singapura, Dr Bhupendra Kumar Modi. BK. Modi merupakan pimpinan Spice Global, seorang konglomerat India yang berkantor pusat di Singapura. Ia diangkat oleh PBB sebagai KordinatorMillennium World Peace Summit untuk sub benua India. Modi menjadi warga negara Singapura pada tahun 2012 dan merupakan peringkat 23 Forbes orang terkaya Singapura.
Penghargaan tersebut juga diberikan serangkaian surat yang ditulis oleh Pimpinan Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, kepada para pemimpin dunia akan kebutuhan mewujudkan perdamaian dunia dan sebuah ceramah tentang hidup rukun secara damai dengan tema: "Tuhan di abad ke-21," pada Konferensi Dunia Agama-agama di Guildhall, London pada Selasa, 11 Februari, 2014.
Dalan Pertemuan tersebut, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin rohani Jamaah Muslim Ahmadiyah, menganjurkan pada hak-hak asasi manusia yang universal dan perdamaian dunia. Pesan perdamaian yang sama yang beliau sampaikan ke Parlemen Inggris, UK,  Capitol Hill, Amerika Serikat, dan Parlemen Eropa di Brussel.
Menurut beliau "dunia semakin terpecah dan resah dengan berbagai permusuhan dan konflik yang selalu muncul, terlepas dari semua pencapaian dan kemajuan di abad-abad sebelumnya. Perebutan supremasi kekuatan dunia dan lingkaran ekstremisme berpadu menciptakan malapetaka di dunia dan terus menjalar dari satu krisis kepada krisis yang lainnya. Di dalam skenario seperti itu, dimana kekuatan politik tidak berdaya, adakah sesuatu yang bisa ditawarkan oleh agama?
Agama, sering dituduh sebagai penyebab dan bukannya sebagai obat dari ketidakadilan dan kerusuhan, dan agama dianggap tidak mampu memberikan solusi yang jitu terhadap tantangan dunia modern yang kompleks. Jadi, bisakah agama merespon tantangan tersebut dan memungkinkan manusia-manusia untuk mencapai perdamaian di dunia saat ini? Dapatkah ia memberikan perdamaian yang diidamkan, yang dapat dicapai dan berkelanjutan? Bisakah agama menginspirasi kemajuan nyata di dunia yang nyata? Bisakah agama menawarkan harapan yang nyata?" Pemimpin Jamaah Ahmadiyah mengatakan.
Hazrat Masroor Ahmad juga menulis surat kepada para pemimpin dunia, mendesak mereka untuk benar-benar menerapkan keadilan sejati dan perdamaian dalam hubungan internasional untuk menghindari konflik regional yang bisa melanda seluruh dunia.
Dalam surat-surat tersebut tertulis "bangkitnya ateisme dan esktremisme agama nampaknya telah mengasingkan Tuhan dari kehidupan modern, tetapi masih terdapat suara-suara yang mendukung dengan kejelasan dan kepastian bahwa hanya dengan kembali kepada Allah dan ajaran-Nya manusia dapat benar-benar mengatasi akar penyebab yang merusak perdamaian dunia."
Pada tahun 2004, pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah meluncurkan Simposium Perdamaian Nasional Tahunan yang dihadiri oleh hampir seribu orang, termasuk para menteri, anggota parlemen, pemimpin agama, diplomat dan pejabat lainnya.
Pada tahun 2009, beliau meluncurkan Annual Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace. (Penghargaan Muslim Ahmadiyah untuk Kemajuan Perdamaian). Ini adalah sebuah penghargaan perdamaian internasional bagi para individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dan pengkhidmatan untuk menciptakan perdamaian dan kemanusiaan.
Pada tahun yang sama, beliau memulai kampanye perdamaian nasional yang diantaranya dengan mendistribusikan brosur-brosur yang mempromosikan pentingnya perdamaian melalui pemahaman yang benar. Di Inggris, brosur ini telah dibagikan ke empat juta rumah dan terus meningkat dari hari ke hari. Kampanye ini dilengkapi dengan kampanye kesadaran internasional yang menampilkan iklan di bus, billboard serta sejumlah besar simposium perdamaian lintas agama dan pameran-pameran Al-Qur'an.
Pada tahun 2012, saat ketegangan skala global yang terus meningkat, Beliau menulis serangkaian surat kepada para pemimpin dunia, menyerukan resolusi damai terhadap konflik dunia.
Beliau membukukan kampanye damai beliau yang berjudul, World Crisis and the Pathway to Peace, disana ia memperingatkan dunia akan bahaya yang mengancam dan bagaimana cara mencegahnya dan memetakan arah perdamaian.

Sumber: www.thegazellenews.com

( KAJ )