Ahmadiyya Priangan Timur

.

Saturday, 14 February 2015

BAGIAN-BAGIAN TAKWA

Takwa memiliki banyak bagian. Menghindarkan diri dari kesombongan, egois, dan uang (barang) haram serta menjauhkan diri dari akhlak-akhlak buruk juga merupakan takwa. Seseorang yang memperlihatkan akhlak baik, maka musuhnya pun dapat berubah menjadi kawan. Allah Ta’ala berfirman:
             
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik” – Al-Mukminun, 97
  
Sekarang, pikirkanlah, apa pelajaran yang diberikan oleh petunjuk ini? Maksud Allah Ta’ala di dalam petunjuk ini adalah bahwa jika lawan melontarkan caci-makian maka hendaknya jangan dijawab dengan caci-makian juga, melainkan, bersabarlah. Hasilnya, lawan akan mengakui keunggulan (kelebihan) kalian lalu dengan sendirinya lawan akana menyesal dan malu. Dan hukuman demikian itu jauh lebih berat dari hukuman yang dapat kalian berikan kepadanya dalam bentuk balas dendam.

Dengan cara [balas dendam] itu orang dapat saja berusaha membunuh, namun perikemanusiaan tidak menghendaki hal itu, dan ketakwaan pun tidak menginginkan hal itu. Akhlak yang baik merupakan suatu permata sedemikian rupa yang orang anaiaya pun akan jadi terpengaruh olehnya.”

(Malfuzhat, jld. I, hlm. 81). 

Related Posts:

  • JANGAN DUDUK BERPANGKU-TANGAN “Kalian harus ingat, bahwa yang membaktikan dirinya demi Tuhan ia tidak lambat atau berpangkutangan. Tidak, tidak pernah demikian. Bahkan orang … Read More
  • KEBAIKAN DUNIA INI “Janganlah seorang pun menganggap bahwa orang seharusnya tidak berhubungan dengan dunia. Bukan demikian maksud saya, dan Tuhan juga tidak melarang… Read More
  • BUDI PEKERTI RASULULLAH SAW “Kehormatan Rasulullah saw. lebih besar daripada kehormatan orang lain. Beliaulah yang menghidupkan kembali dunia. Berkaitan dengan [bangsa] Ara… Read More
  • PERIHNYA DOSA Pada tanggal 4 Desember 1901 Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Ada satu hal penting yang ingin saya jelaskan. Walaupun kesehatan saya tidak ba… Read More
  • ORANG-ORANG YANG MENUNTUT MAUKJIZAT ”Hadhrat Abu Bakar Shiddiq r.a. tidak membutuhkan mukjizat untuk menerima Islam. Yang menghendaki (menuntut) mukjizat adalah orang-orang yang tid… Read More

0 komentar:

Post a Comment