Ahmadiyya Priangan Timur

.
Showing posts with label Humanity First. Show all posts
Showing posts with label Humanity First. Show all posts

Tuesday, 12 May 2015

Ahmadiyah Wilayah Garut Memperindah Kota Intan Di Hari Jadi Jawa Barat

Dilaporkan oleh : Syihab Ahmad


Garut - Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke 70, Jemaat Ahmadiyah sewilayah Garut mengerahkan anggotanya untuk turun ke jalan mengecat trotoar dan pot tanaman di sepanjang jalan Ahmad Yani yang menjadi daerah pantau dalam penilaian untuk penghargaan Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kerja bakti ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2015.

Sebanyak 40 orang hadir mulai pukul 07.00 WIB di hari pertama wikari amal yang bertepatan dengan hari minggu dimana jalan ini juga dijadikan area Car Free Day. Dimana orang-orang berlalu-lalang dengan ramainya, sekelompok pria dan wanita, tua dan muda turut serta memperindah Kota Garut yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Barat ini. 

Trotoar di jalan sepanjang 500 meter berhasil di touch up dari pagi hingga siang hari yang cukup cerah. Beberapa fasilitas umum yang kotor karena dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta penuh dengan tempelan kertas pun ikut dibersihkan. Pemandangan jalan di depan alun-alun dan masjid agung Kabupaten Garut ini pun terlihat lebih indah dari sebelumnya. 

Dikarenakan pekerjaan yang dilakukan pada hari minggu ini belum memenuhi target yang direncanakan, pada hari kedua kerja bakti ini pun dilanjutkan dengan dibantu oleh Banser NU Kabupaten Garut. Sekitar 20 orang pemuda Banser bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang pada hari sebelumnya belum selesai dikerjakan. Trotoar di depan SMPN 1 Garut hingga jalan di depan Markas Kodim Kabupaten Garut pun disulap menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Kang Yudi, Komandan Banser Kabupaten Garut bertutur “Kami berharap seluruh elemen Garut dapat bergabung untuk mewujudkan Garut yang nyaman, indah dan tetap menjadi tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat”


Kegiatan seperti ini pertama kali dilaksanakan di wilayah Garut semenjak terbentuk menjadi wilayah tersendiri. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Aji Sumardji yang datang langsung memantau kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu kami dan memberikan motivasi kepada kami untuk mewujudkan Garut yang indah.” Kata beliau pada kesempatan itu.

Memang untuk mewujudkan kota dimana kita berada indah dan nyaman untuk ditempati bukan hanya tugas satu pihak saja. Seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan daerah tempat tinggal mereka dimana pun mereka berada. Kerja Bakti yang dilaksanakan ini pun jika nantinya tidak dijaga dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab maka keindahan ini pun tidak akan berlangsung lama. Cita-cita masyarakat Garut agar daerahnya mendapatkan Adipura pun tidak akan terwujud. (SA)

Foto-foto lainnya :
Lokasi depan alun-alun setelah dibersihkan

Pasukan yang turun di hari pertama

Bersama Banser NU di hari kedua




Wednesday, 1 April 2015

Pengobatan Homoeopathy di Desa Sukasono Bersama Mahasiswa UNIGA

dilaporkan oleh : Syihab Ahmad

Garut - Di akhir minggu pada bulan Maret ini Tim Homoeopathy Wilayah Priangan Timur bekerja sama dengan para mahasiswa Kuliah Nyata Mandiri UNIGA (Universitas Garut) mengadakan pengobatan gratis di Desa Sukasono Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Pengobatan ini bertempat di SDN III Sukasono.

Menggunakan 3 buah mobil tim homoeopathy yang dimotori oleh Kurnia Wardi berangkat dari Mesjid Nasir pukul 09.00 WIB dengan membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan pada saat pengobatan nanti. Dengan cuaca yang cukup bagus dan jalan yang terbilang masih cukup terawat rombongan yang terdiri dari 15 orang ini tiba di lokasi pada pukul 09.45.
Setibanya di lokasi tim homoepathy yang sudah beberapa kali mengadakan pengobatan gratis ini pun langsung bersiap-siap dan pada pukul 10.00 pengobatan pun resmi dimulai. Awalnya terlihat masih sedikit yang hadir di lokasi pengobatan. Masih bisa dihitung dengan jari. Panitia pun terlihat agak cemas kalau-kalau warga tidak memenuhi ekspektasi mereka. Tetapi kecemasan menjadi sirna ketika memasuki tengah hari. Terlihat masyarakat berbondong-bondong menuju ke lokasi pengobatan silih bergantian untuk mendapatkan kesempatan yang cukup langka ini. Bahkan beberapa orang memilih pulang dulu ke rumahnya karena melihat daftar antrian yang cukup panjang.
Menurut Riki - Koordinator panitia penyelenggara – hadir sekitar 300 orang pada kesempatan kali ini. Masyarakat terlihat sangat antusias untuk mendapatkan pengobatan secara gratis. Kegiatan ini pun harus berlangsung hingga pukul 17.00 karena pasien yang terus berdatangan. “Baru ada mahasiswa yang praktek disini kemudian mengadaka pengobatan secara gratis”, papar salah seorang masyarakat yang hari itu datang berobat.
Kegiatan ini dalam rangka bagian dari praktek kerja nyata para mahasiswa di desa tersebut. Pengabdian kepada masyarakat seperti ini pun diakui oleh Riki baru pertama kali diadakan dan tidak disangka respon dari masyarakat ternyata sangat bagus. Ahmad Syarifuddin, Kepala Desa Sukasono pun mengucapkan rasa terima kasihnya karena pengobatan ini sangat membantu masyarakat apalagi masyarakat yang tidak mampu. Tercatat 542 orang kepala keluarga berada di bawah garis kesejahteraan di desa ini.
Menurut Oman Rohman salah satu Homoeopath yang bertugas penyakit yang cukup banyak ditemukan pada pasien yaitu gatal-gatal dan rematik. Ada sekitar lima orang yang juga langsung mendapatkan treatment khusus oleh pak Oman sehingga tangan yang tadinya susah digerakkan menjadi lebih ringan dengan perawatan khusus ini.
Ada sebuah cerita yang cukup lucu pada saat pengobatan ini. Seorang kakek yang pendengarannya kurang bagus dan salah mendengar instruksi dari Homoeopath. Beliau memasukkan globul bersamaan dengan tutup botol homoeopathynya. Hal ini kontan membuat petugas cukup panik khawatir tutup botol tertelan atau lebih parah tersangkut di tenggorokan kakek tersebut. Alhamdulillah setelah bagian tengkuknya dipukul sedikit oleh petugas tutup botol tersebut dapat dikeluarkan kembali.
Pukul 17.00 WIB akhirnya pengobatan dapat selesai dilaksanakan dengan lancar. “Kita mengharapkan ada follow-up dari masyarakat dan panitia mengenai perkembangan penyakit dari pasien yang berobat.” Kata Kurnia kepada para mahasiswa yang bertugas disana. Akhirnya rangkaian kerja sama itu ditutup dengan makan malam bersama yang ternyata sudah disiapkan oleh para mahasiswa. Sebuah penutup yang manis pada kegiatan sosial yang cukup menguras tenaga ini.



Monday, 2 February 2015

Humanity First Indonesia Mengadakan Pengobatan Gratis di Garut


Garut -  Di awal tahun 2015 ini Humanity First Indonesia bekerja sama dengan GP Ansor mengadakan pengobatan homoeopathy gratis di Kabupaten Garut. Kali ini pengobatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Muwahhidin, Panawuan, Garut.


Sekitar 200 orang pasien berhasil ditangani oleh tim HFI yang hadir pada tanggal 31 Januari ini. Karena kegiatan ini juga bertepatan dengan event Harlah NU yang ke-89 serta pemilihan ketua NU untuk kabupaten Garut, maka banyak juga pasien yang hadir adalah para tokoh keagamaan dari berbagai daerah di Kabupaten Garut.

Masyarakat sangat terbantu dengan diadakan pengobatan seperti ini. "Kebanyakan kalau ada pengobatan itu yang gratis hanya periksa saja tapi obat-obatnya tetap saja bayar" ujar Suhe, salah satu pasien pada saat itu. Malahan banyak yang meminta agar pengobatan seperti ini dapat juga dilaksanakan di daerah mereka.

Tokoh Masyarakat sedang diberi pengarahan
Tim HFI juga memberikan kontak kepada siapa saja yang hendak melaksanakan pengobatan homoeopathy ini di lingkungan tempat mereka tinggal. Sedikit harapan yang diberikan bagi masyarakat yang sangat mendambakan kesehatan dengan biaya yang tidak mahal. (Syihab)